Kjeld Kirk Christiansen dan Asal Usul Mainan Lego

Kjeld Kirk Christiansen

BIBLIOTIKA - Kjeld Kirk Christiansen lahir pada 27 Desember 1947 di Billund, Denmark. Ia mendapat gelar B.Sc. di bidang ekonomi dan administrasi dari Anhus School of Bussiness pada 1970, dan mendapatkan gelar MBA dari IMB Lausanne, Switzerland, pada 1972. Saat ini dia dikenal sebagai pemilik perusahaan Lego Group, yang memproduksi lego, mainan paling populer di dunia.

Lego adalah permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia, khususnya di kalangan anak-anak atau remaja. Bongkah-bongkah serta kepingan itu bisa disusun menjadi model apa saja, termasuk mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal laut, kapal terbang, pesawat luar angkasa, robot, dan lain-lain. Produksi mainan itu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Saat ini, perusahaan Lego dipimpin oleh Kjeld Kirk Christiansen.

Asal usul lego berawal dari kakek Kjeld Kirk Christiansen, yaitu Ole Kirk Christiansen. Pada tahun 1916, Ole Kirk Christiansen memiliki sebuah usaha kerajinan kayu, yang banyak membantu pembangunan rumah atau pembuatan meubel kayu (meja, kursi, dan lain-lain). Usaha itu sempat tumbuh dan berkembang, sampai kemudian masa Depresi Besar terjadi. Selama masa-masa itu, pelanggan sulit didapat, dan Ole Kirk Christiansen menyiasatinya dengan memproduksi versi miniatur produk-produknya.

Mula-mula, dia hanya membuat versi miniatur meja kursi, tangga, dan papan seterika, yang ia jual di tokonya. Memasuki 1932, Ole Kirk Christiansen juga mulai membuat mainan dari kayu, termasuk kereta, mobil-mobilan, truk mainan, dan semacamnya. Usaha itu dibantu oleh anaknya, yaitu Godtfred Kick Christiansen. Ketika mainan yo-yo populer di dunia, usaha kerajinan kayu Ole Kirk Christiansen sempat mengalami booming, sampai kemudian masa popularitas yo-yo surut kembali. Meski begitu, usaha kerajinan kayu Ole Kirk Christiansen terus berjalan, dan tokonya terus beroperasi.

Pada 1934, nama “Lego” mulai ditetapkan untuk menyebut produk-produk mainan kayu produksi Ole Kirk Christiansen. Lego adalah singkatan dari kalimat bahasa Denmark, leg godt, yang berarti “bermain dengan baik”. Sejak itu, nama lego mulai populer sebagai sebutan untuk merujuk mainan kayu. Bahkan, ketika usaha itu kian membesar, Ole Kirk Christiansen menamai perusahaannya Lego Group.

Ketika plastik mulai dikenal, dan banyak digunakan di dunia, Ole Kirk Christiansen pun perlahan-lahan mengganti bahan kayu ke plastik. Sejak itu, mainan lego lebih banyak menggunakan bahan platik daripada kayu. Ketika dia meninggal dunia, perusahaan Lego Group yang telah dibangunnya diwariskan kepada putranya, yaitu Godtfred Kick Christiansen. Pada masa itu, Kjeld Kirk Christiansen—yang merupakan anak Godtfred Kick Christiansen—masih kecil, dan dia suka bermain-main lego buatan kakek serta ayahnya.

Era 1960-an merupakan masa pertumbuhan yang cepat bagi Lego Group, sehingga salah satu permasalahan terbesar yang mesti mereka hadapi adalah bagaimana cara terbaik untuk mengelola dan mengontrol pasar mereka yang terus berkembang. Pada masa itu, produk-produk lego buatan mereka telah mulai tersebar ke berbagai negara lain, sehingga dekade berikutnya menjadi masa ekspansi besar-besaran. Seiring dengan itu, produk-produk mainan lego pun kian luas dan makin lengkap—tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk remaja, dewasa, kaum pria, wanita, dan orang tua.

Godtfred Kick Christiansen sempat menyaksikan kesuksesan itu, sampai kemudian dia meninggal dunia, dan perusahaan Lego Group diwariskan kepada anaknya, Kjeld Kirk Kristiansen. Karenanya, saat ini Kjeld Kirk Kristiansen yang memimpin perusahaan tersebut, dan dia dikenal sebagai orang terkaya di Denmark dari hasil penjualan lego di seluruh dunia. Dia juga masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan sebesar 9,7 miliar dollar.