Kelebihan dan Kekurangan Wikipedia

Kelebihan dan Kekurangan Wikipedia

BIBLIOTIKA - Sebagai orang yang suka belajar, dan aktif di internet, tentu saja saya bersyukur dengan adanya Wikipedia. Situs itu menyediakan banyak informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan orang-orang yang ingin belajar atau ingin tahu sesuatu, karena kenyataannya Wikipedia memang ensiklopedia yang online di internet. Tetapi, sebagai pengguna internet dan Wikipedia, saya memendam kegelisahan diam-diam.

Bagi saya, Wikipedia memang memiliki banyak kelebihan, namun juga kekurangan. Mari saya ceritakan kegelisahan yang saya alami, sekaligus tiga hal menyangkut Wikipedia yang merupakan kelebihan dan kekurangan mereka.

Pertama, Wikipedia menggunakan platform Wiki. Platform itu memiliki kelebihan, tapi bukan berarti tanpa kekurangan. Dengan menggunakan platform Wiki, Wikipedia memang bisa mengumpulkan banyak artikel dalam waktu relatif cepat, karena siapa pun bisa ikut berkontribusi—ikut menulis—di Wikipedia. Platform Wiki memungkinkan pengguna ikut aktif menulis atau mengedit artikel yang telah ada di Wikipedia dengan mudah, dan dengan cara itu Wikipedia cepat berkembang.

Dengan adanya pasukan Wikipediawan yang aktif berkontribusi di Wikipedia, jumlah artikel dan pengembangan artikel di Wikipedia pun terus tumbuh dengan cepat. Pada sisi ini, platform Wiki sangat positif, dan tentu saja ideal untuk digunakan ensiklopedia online semacam Wikipedia.

Tapi platform Wiki juga memiliki kelemahan. Karena platform itu memungkinkan siapa pun dapat terlibat dalam penulisan/pengeditan, tidak jarang terjadi vandalisme.

Kedua, Wikipedia memiliki banyak artikel rintisan. Artikel rintisan adalah artikel yang baru dimulai, sehingga isinya masih sangat singkat, bahkan tidak memberi informasi apa pun. Artikel rintisan mungkin digunakan sebagai semacam “pancingan” agar para Wikipediawan atau para pengguna Wikipedia mau ikut berkontribusi mengembangkan artikel rintisan tersebut. Bagi Wikipedia tentu tidak masalah, karena mereka berhak melakukan apa pun di situs mereka sendiri, termasuk memposting artikel-artikel rintisan.

Tetapi, entah mereka menyadari atau tidak, artikel-artikel rintisan itu telah menjebak banyak orang hingga merasa “tertipu”. Kita tahu, mesin pencari, khususnya Google, sangat “memanjakan” Wikipedia. Kita memasukkan kata kunci apa pun, Wikipedia hampir selalu muncul di laman pertama hasil pencarian.

Tentu tidak masalah jika artikel yang kita cari memang ada di Wikipedia dalam bentuk yang ideal, dalam arti artikel yang sudah jadi, sehingga kita tidak sia-sia mengunjungi Wikipedia, karena mendapatkan yang kita cari di sana. Tetapi, tidak jarang, kita merasa “tertipu” ketika yang kita dapati di Wikipedia ternyata hanya berupa artikel rintisan yang cuma berisi beberapa baris. Artikel rintisan itu seperti PHP—pemberi harapan palsu.

Saya sering mengalami kejadian semacam itu. Saya memasukkan suatu kata kunci, lalu muncul laman Wikipedia di hasil pencarian Google. Dengan penuh semangat, saya pun meng-klik link laman itu untuk mengunjungi Wikipedia. Eeeh, yang saya dapati ternyata cuma artikel rintisan yang sama sekali tidak memberikan informasi apa pun. Jangankan memberi informasi, artikel rintisan itu bahkan meminta untuk dikembangkan.

Jika mengalami kejadian itu satu dua kali, mungkin kita belum merasa terganggu. Tapi kalau sudah puluhan kali mengalami, kemungkinan besar kita akan jengkel, atau setidaknya merasa “tertipu”. Sialnya, saya termasuk orang yang sering “tertipu” artikel rintisan di Wikipedia. Sudah telanjur banyak berharap, ternyata isinya cuma PHP dengan keterangan, “Ini merupakan artikel rintisan bla-bla-bla...”

Ketiga, membaca artikel di Wikipedia sering kali sangat melelahkan. Ini kebalikan dari artikel rintisan. Di Wikipedia, kita pasti sering menjumpai artikel yang panjangnya luar biasa. Kita mencari informasi soal Perang Dunia, misalnya, maka Wikipedia akan menjelaskan topik itu dengan sangat detail, panjang lebar, secara akademis, dengan bahasa yang baku, sesuai kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Tentu saja itu hebat, dan kita layak berterima kasih kepada Wikipediawan atas upaya mereka menghadirkan artikel lengkap tersebut.

Tetapi, marilah kita pikir secara objektif, berapa banyak kira-kira orang yang mau membaca artikel akademis yang sangat panjang dan lengkap sekaligus detail semacam itu di layar komputer atau laptop? Ketika orang mencari suatu informasi tertentu melalui internet—kemudian sampai di Wikipedia—sering kali mereka hanya membutuhkan satu bagian inti yang paling mereka cari.

Sebagai contoh, seseorang ingin tahu kapan Jepang menjajah Cina. Lalu dia pun mengetikkan kata kunci semacam itu di Google, dan muncul dua laman dari Wikipedia. Yang satu tentang sejarah Jepang, satunya lagi sejarah Cina. Dengan tergopoh-gopoh, dia membuka dua laman itu, atau salah satunya, demi bisa menemukan jawaban “kapan Jepang menjajah Cina”. Sialnya, laman yang dia temui di Wikipedia panjangnya minta ampun!

Kira-kira, apakah orang itu mau membaca uraian panjang lebar di layar komputernya, hanya untuk menemukan jawaban kapan Jepang menjajah Cina? Mungkin mau-mau saja, kalau memang terpaksa. Misalnya karena kebetulan sedang dapat PR dari gurunya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Tapi hal semacam itu jelas tidak praktis, karena membuang-buang waktu dan energi hanya untuk informasi yang secuil! Hanya untuk menemukan satu tanggal sejarah saja, kita harus membaca uraian yang panjangnya setara dengan makalah!

Tiga hal itulah yang saya anggap kekurangan di antara banyak kelebihan yang dimiliki Wikipedia. Memang, kita harus mengakui, Wikipedia sangat hebat. Selain artikel yang dimiliki sangat banyak, loading web-nya juga sangat ringan, sehingga ramah pengguna. Sayangnya, tiga hal yang saya sebutkan di atas juga menjadi kekurangan atau kelemahan mereka.