Hasso Plattner, Legenda Komputer dari Jerman

Hasso Plattner, Legenda Komputer dari Jerman

BIBLIOTIKA - Dibanding Bill Gates atau Larry Ellison, nama Hasso Plattner mungkin kurang dikenal, bahkan oleh para penggemar komputer sekali pun. Padahal, Hasso Plattner memiliki pengaruh yang tak kalah besar dibanding Bill Gates atau Larry Ellison. Hasso Plattner adalah pendiri SAP AG, perusahaan perangkat lunak terbesar ketiga di dunia.

Hasso Plattner lahir pada 21 Januari 1944 di Berlin, Jerman. Cukup sulit melacak latar belakang hidupnya. Yang jelas, dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan sebesar 9,1 miliar dollar, karena mendirikan SAP AG, yang memproduksi perangkat lunak untuk komputer.

Perusahaan itu dimulai sekitar 30 tahun yang lalu. Di masa itu, sistem TI (teknologi informasi) untuk kalangan korporasi membutuhkan peranti lunak custom-made yang dijalankan dengan komputer mainframe. Karena kenyataan itu, hanya sedikit perusahaan yang bisa membelinya. Karena biaya operasionalnya yang sangat mahal, hanya korporasi-korporasi raksasa yang bisa menggunakannya.

Menemui kenyataan itu, Hasso Plattner melakukan terobosan. Bersama mitranya, Henning Kagermann, dia membuat perangkat lunak yang bisa diinstal pelanggan korporat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, dan bisa dijalankan di komputer berbasis Unix atau Windows. Dia menawarkan perangkat lunak itu melalui perusahaan yang didirikannya, yaitu Systeme Anwendungen Produkte (SAP).

Bisa dibilang, perangkat lunak buatan Hasso Plattner waktu itu merupakan solusi gemilang untuk suatu masalah besar. Sejak itu pula, puluhan ribu perusahaan di seluruh dunia bisa mendapatkan sistem komputasi yang sangat hebat, namun dengan biaya yang lebih terjangkau. Kemudahan itu juga memungkinkan para pemimpin perusahaan untuk merekayasa ulang sistem operasional bisnis mereka dengan gampang. Dengan kata lain, SAP telah memicu revolusi bisnis yang mendongkrak efisiensi.

SAP berkantor pusat di Walldorf, suatu kawasan peternakan di pinggiran Heidelberg, Jerman, dan saat ini telah menjadi perusahaan raksasa perangkat lunak terbesar ke-3 di dunia.

Karena kesuksesannya dalam melakukan terobosan di bidang perangkat lunak, Hasso Plattner tidak hanya mendapatkan banyak uang, tapi juga memperoleh banyak penghargaan. Pemerintah Jerman menganugerahinya penghargaan di Hall of Fame mereka, sebagai tokoh yang mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial di Jerman. Pada 2001, majalah TIME menempatkan Hasso Plattner di daftar nomor satu sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia IT. University of Potsdam memberinya gelar profesor kehormatan pada 2002, sementara Universitas Saarland memberinya gelar doktor kehormatan pada 2004.

Hasso Plattner juga terkenal sebagai dermawan yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Selama bertahun-tahun, dia memiliki hubungan erat dengan Afrika, bahkan pernah menghabiskan waktu tinggal di sana untuk turut berpartisipasi dalam pekerjaan amal, khususnya dalam memerangi AIDS, serta mendukung universitas-universitas di Kwazulu Natal dan Cape Town, Afrika.

Pada 1998, Hasso Plattner mendirikan Hasso Plattner Institute, lembaga pendidikan yang ditujukan untuk mempelajari perangkat lunak komputer. Lembaga pendidikan itu dibiayai oleh yayasan Hasso Plattner Foundation. Pada 21 Januari 2004, dalam sebuah upacara di Hasso Plattner Institute, Kanselir Jerman, Gerhard Schröder, menyatakan, “Kami membutuhkan lebih banyak Hasso Plattner dan lebih banyak perusahaan semacam SAP, untuk menjadikan Jerman bisa lebih baik dalam bidang ekonomi.”