Fast & Furious dan Tipuan Media (1)

Fast & Furious dan Tipuan Media

BIBLIOTIKA - Entah bagaimana, film Fast & Furious tampaknya selalu memunculkan kehebohan, bahkan sebelum filmnya dirilis. Mungkin karena film itu dibintangi aktor-aktor terkenal, mungkin karena banyaknya mobil mewah yang dihancurkan, atau bisa pula karena manipulasi media.

Ketertarikan saya menulis mengenai film tersebut dimulai dari obrolan dengan beberapa teman yang kebetulan bergelut di bidang psikologi. Kami sedang menggarap sesuatu, sampai kemudian beristirahat setelah pekerjaan selesai. Pada waktu istirahat itulah obrolan terjadi, dan sampai pada topik film Fast & Furious. Seorang teman menyatakan, “Fast & Furious memang bagus dari segi sinema—tontonan yang menghibur—tapi tak masuk akal jika dilihat dari sisi psikologi.”

Seketika, kami semua paham yang dimaksudkannya, dan seperti baru tersadar. Hollywood memang tak lepas dari doktrinasi. Tidak hanya doktrinasi terselubung dalam berbagai simbol yang sengaja disisipkan dalam banyak film, tapi juga doktrinasi untuk berpikir salah kaprah.

Agar kita lebih memahami yang dimaksud teman-teman saya, coba jawab pertanyaan berikut ini, dan lihat apakah jawaban kita benar.

Dalam bayangan kita, seperti apakah umumnya orang pemberani? Jika jawaban kita berkisar “orang yang bertubuh besar”, “bertampang sangar”, “orang yang kasar dan pemarah”, atau semacamnya, maka kita telah terjebak dalam lubang perangkap media, yang salah satunya dibuat oleh Hollywood.

Selama ini, media—termasuk film dan semacamnya—diam-diam mendoktrinasi kita untuk berpikir salah kaprah. Film-film sering menampilkan pahlawan pemberani dengan tampilan tubuh tinggi besar, wajah kukuh atau bahkan sangar, dan biasanya ditampilkan dengan sikap kasar, tempramental, gahar—ciri khas jagoan yang akan mengundang tepuk tangan. Faktanya, psikologi justru menyatakan sebaliknya!

Dalam psikologi—yang tentunya berdasar kajian dan penelitian ilmiah—sebagian besar sosok yang diketahui paling pemberani justru orang-orang bertubuh kecil, kerempeng, dengan penampilan yang kurang meyakinkan. Orang-orang pemberani itu justru sering kali berwajah kalem, jauh dari kesan sangar, dengan tutur kata halus, dan sikap yang jauh dari intimidasi.

Dalam film Fast & Furious, misalnya, orang bertubuh tinggi besar semacam Vin Diesel dan Dwayne Johnson bisa jadi membuat kita percaya kalau mereka sangat pemberani—bertarung dengan para penjahat, jungkir balik di jalanan, sampai menyetir mobil dengan kecepatan setan. Tetapi, di dunia nyata, belum tentu! Apakah ini terdengar aneh?

Tentu saja ini terdengar aneh, karena kita telah terlalu lama didoktrinasi media dan Hollywood untuk percaya bahwa orang-orang pemberani umumnya bertubuh tinggi besar. Selain itu, orang-orang bertubuh tinggi besar—apalagi ditunjang tampang sangar—akan tampak lebih meyakinkan ketika dikasting menjadi jagoan dalam film, daripada jika jagoan dalam film berwajah lembut dan memiliki tampilan kerempeng.

Jika kita mau memperhatikan, para pahlawan dan orang-orang pemberani di dunia nyata justru jauh dari kesan “perkasa” semacam Vin Diesel dan Dwayne Johnson. Mahatma Gandhi, orang India yang berani menentang penjajahan Inggris, memiliki tubuh kecil dan kurus. Munir, pahlawan Hak Asasi Manusia, lelaki pemberani yang melawan kesewenang-wenangan penguasa, juga memiliki tubuh kecil dan kurus.

Mereka hanya sebagian kecil contoh betapa “terbalik” antara kenyataan dan fantasi dalam film. Jika ingin lebih memastikan hal ini, perhatikan orang-orang di sekeliling kita. Jika cermat, kita akan mendapati bahwa teman-teman kita yang paling pemberani sering kali justru yang penampilannya “biasa-biasa saja”. Sebaliknya, teman-teman kita yang penakut justru sebagian besar memiliki tubuh besar dan tampang sangar.

Sebagian orang mengetahui “tipuan” itu, dan banyak dari mereka memanfaatkannya. Misalnya, orang-orang yang kebetulan memiliki tubuh tinggi besar—apalagi juga bertampang sangar semacam Dwayne Johnson—kadang sengaja menggunakan tampilan fisiknya untuk mengintimidasi orang lain. Mereka tahu, kebanyakan orang mengira bahwa tubuh tinggi besar biasanya seorang pemberani. Kenyataannya banyak orang yang percaya, dan yakin, kalau orang-orang bertubuh tinggi besar pasti pemberani. Padahal... belum tentu!

Bertahun-tahun lalu, ketika masih hidup di jalanan, saya mengenal seorang “penguasa jalanan” yang biasa dipanggil Kelud (saya tidak tahu siapa nama aslinya, tapi orang-orang biasa memanggilnya begitu). Di masa itu, semua bocah yang hidup di jalanan diwajibkan menyetor “upeti” kepada Kelud, jika ingin keselamatannya terjamin. Dia dianggap sebagai “pelindung” bocah-bocah yang hidup di sekitar alun-alun tempat saya mencari uang setiap malam.

Baca lanjutannya: Fast & Furious dan Tipuan Media (2)