Charlene de Carvalho-Heineken, Nama di Balik Bir Terkenal Dunia

  Charlene de Carvalho-Heineken, Nama di Balik Bir Terkenal Dunia

BIBLIOTIKA - Charlene de Carvalho-Heineken adalah salah satu wanita terkaya di Inggris, karena mewarisi perusahaan bir terbesar ketiga di dunia, Heineken International. Ia lahir pada 30 Juni 1954 di Amsterdam, Belanda, dan merupakan putri Freddy Heineken, industrialis Belanda yang mendirikan perusahaan bir Heineken. Industri bir itu juga tidak bisa dilepaskan dari ibu Charlene de Carvalho, yaitu Lucille Cummins, seorang Amerika dari keluarga Kentucky yang bekerja sebagai penyuling bourbon wiski.

Charlene de Carvalho kuliah di Rijnlands Lyceum Wassenaar, kemudian melanjutkan S2 di Universitas Leiden. Dia menjalani kehidupannya sebagaimana umumnya anak-anak perempuan kalangan atas. Tidak lama setelah lulus kuliah, dia menikah dengan Michel de Carvalho, lulusan Harvard University, yang bekerja sebagai bankir. Selama waktu-waktu itu, Charlene de Carvalho bisa dibilang tidak pernah campur tangan dengan bisnis ayahnya.

Sampai kemudian, ayahnya meninggal dunia pada 2002, dan perusahaannya pun diwariskan kepada Charlene de Carvalho. Sejak itu, mau tak mau, Charlene de Carvalho harus mulai memasuki perusahaan Heineken yang ditinggalkan ayahnya. Saat ditinggal mati oleh sang ayah, Heineken telah menjadi perusahaan besar yang menjual lebih dari 170 merek bir kelas premium di lebih dari 65 negara. Karenanya bisa dibayangkan bahwa mewarisi perusahaan tersebut sama artinya dengan mewarisi kekayaan besar.

Yang menjadi masalah, Charlene de Carvalho mengaku tidak tahu apa pun soal bisnis, termasuk bisnis tinggalan ayahnya. Lebih dari itu, dia juga mengaku tidak senang namanya (Heineken) dijadikan merek bir oleh ayahnya. Menyadari pengalamannya dalam bisnis nol besar, Charlene de Carvalho pun menunjuk orang lain, yaitu Jean-Fran├žois van Boxmeer, untuk menjadi CEO perusahaaan Heineken.

Selain Jean-Fran├žois van Boxmeer, orang lain yang kemudian terlibat dalam pengurusan perusahaan Heineken adalah suami Charlene de Carvalho, yaitu Michel de Carvalho, dan anak lelaki mereka, Alexander de Carvalho. Memasuki 2013, Alexander de Carvalho bergabung dengan dewan Heineken. Berbeda dengan ibunya yang tidak tertarik pada bisnis, Alexander de Carvalho justru sangat antusias dengan bisnis yang ditanganinya, dan dia terbukti mampu membawa perusahaan itu untuk terus bertahan dan berkembang.

Walaupun Charlene de Carvalho-Heineken tidak ikut aktif mengurusi perusahaan Heineken, tapi dia pemilik saham terbesar, sekaligus ahli waris perusahaan tersebut. Karenanya, dia pun memiliki kekayaan sangat besar dari sahamnya, mencapai 11,6 miliar dollar, yang menjadikan namanya masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.