Carrie Perrodo, Foto Model yang Jadi Miliarder

 Carrie Perrodo, Foto Model yang Jadi Miliarder

BIBLIOTIKA - Carrie Perrodo adalah model asal Singapura, yang kini menjadi konglomerat pemilik usaha minyak dan bisnis properti serta anggur. Nama aslinya Ka Yee Wong, dan dia lahir di Singapura. Perusahaan minyak yang sekarang dimilikinya adalah warisan suaminya. Meski mungkin tidak bisa disebut warisan seratus persen, karena Carrie Perrodo juga ikut terlibat dalam mengelola perusahaan tersebut. Saat ini, Carrie Perrodo masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan sebesar 8,8 miliar dollar.

Asal usul dan sejarah kekayaan besar itu tidak bisa dilepaskan dari Hubert Perrodo, suami Carrie Perrodo. Hubert Perrodo lahir Brittany, Prancis, pada 1944. Sejak belia, dia telah terkenal pintar, tapi lebih suka berpetualang daripada meneruskan pendidikan. Pada usa 19 tahun, ketika seharusnya dia mulai kuliah, Hubert Perrodo justru bergabung dengan perusahaan pelayaran Delmas-Vieljeux.

Sejak itu, Hubert Perrodo berpetualang ke Afrika, Mediterania, hingga Amerika Serikat. Dalam petualangannya di Amerika, Hubert Perrodo berkenalan dengan Jack Walton, pemilik perusahaan Gulf Oil. Dari situlah kemudian, Hubert Perrodo mulai tertarik pada bisnis minyak.

Pada 1969, saat pulang ke kampung halaman, Hubert Perrodo bekerja di perusahaan pengeboran bernama Forex. Dia sempat dikirim ke Irak, Gabon, dan Indonesia. Empat tahun kemudian, dia bergabung dengan Comex, perusahaan minyak dan gas yang mengirimkan produknya ke Singapura.

Karena bekerja di Comex, Hubert Perrodo pun sering pergi ke Singapura. Di sanalah dia bertemu dengan Ka Yee Wong, model terkenal Singapura, hingga mereka memutuskan menikah. Setelah menikah, Ka Yee Wong mengikuti suaminya dengan pindah menjadi warga negara Prancis. Dia juga mengubah namanya menjadi Carrie Perrodo.

Setelah menikah, Hubert Perrodo mendirikan perusahaan sendiri. Sementara istrinya mendirikan agensi model dengan nama Carrie’s Models. Agensi model itu belakangan dijual, karena Carrie Perrodo ingin fokus membantu bisnis suaminya.

Hubert Perrodo memulai usahanya dengan membeli beberapa kapal kecil untuk bisnis minyak dan gas, dan mendirikan Cosnav Ltd. Sejak itu, dia pun menjadi pemilik kapal, mengawasi konstruksi tongkang dan kapal tunda untuk perusahaan-perusahaan minyak besar. Pada 1981, Hubert Perrodo mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan Techfor, perusahaan pengeboran minyak yang beroperasi di Prancis. Saat bisnis itu membesar, dia mendirikan perusahaan minyak lain dengan nama Perenco, yang ditujukan untuk menjadi perusahaan internasional.

Dalam upaya membesarkan Perenco, Hubert Perrodo pindah ke Gabon dan mengakuisisi ladang minyak lepas pantai yang semula dimiliki perusahaan Amoco. Setelah itu, dia meluaskan bisnisnya ke Kamerun, Kongo, Kolombia, Turki, Tunisia, Venezuela, Guatemala, Mesir, dan Peru. Pada dekade 1980, Perenco fokus pada ekspansi aset-aset minyak di seluruh dunia.

Pada 2002, Perenco bergabung dengan konsorsium untuk mengembangkan eksplorasi minyak di wilayah hutan Ekuador. Pengembangan itu sukses, dan minyak mengalir lancar. Sayang, empat tahun kemudian, pada 2006, Hubert Perrodo meninggal ketika mendaki Courchevel di Pegunungan Alpen. Sejak itulah, perusahaan Perenco diwarisi oleh istri dan tiga anaknya.

Sepeninggal Hubert Perrodo, bisnis Perenco tak berhenti ekspansi. Kini, Perenco diperkirakan memiliki pendapatan tahunan sekitar 6 miliar dollar. Perusahaan itu berkantor pusat di London dan Paris, serta beroperasi di 16 negara.

Dalam hal eksplorasi, Perenco menjalankan produksi di 13 negara, mulai kawasan Laut Utara, Kamerun, Gabon, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Guatemala, Ekuador, Kolombia, Peru, Venezuela, Brasil, Belize, Tunisia, Mesir, Turki, Irak, dan Vietnam. Saat ini, Perenco memiliki lebih dari 6.000 karyawan. Total produksi minyak dan gas Perenco mencapai 450.000 barel minyak per hari.

Pada saat ini, Carrie Perrodo telah berusia 63 tahun, dan dia mempercayakan perusahaan Perenci pada anak sulungnya, Fran├žois Perrodo, yang menduduki posisi sebagai chairman sejak 2007. Sedangkan Carrie Perrodo mengawasi bisnis keluarganya.

Di luar bisnis minyak, Carrie Perrodo juga merambah bisnis investasi di bidang properti. Dia membeli tiga properti di London dengan total nilai 150 juta pound, dalam waktu kurang dari enam bulan. Dia juga membeli townhouse di Chelsea dengan nilai 52,5 juta pound. Dua bulan kemudian, Carrie Perrodo membeli vila di Holland Park dengan nilai 55 juta pound.

Selain berbisnis properti, keluarganya juga mengelola perkebunan anggur. Pada 1988, Hubert Perrodo, suami Carrie Perrodo, memulai investasi perkebunan anggur di Prancis. Hubert Perrodo membeli Chateau Labegorce pada 1989. Sama seperti bisnis minyak Perenco, keluarga Perrodo menggenggam lahan perkebunan anggur itu dalam jangka panjang hingga saat ini. Perkebunan anggur keluarga Perrodo merupakan salah satu penghasil wine ternama.