Kumpulan Quote Kahlil Gibran (9)

  Kumpulan Quote Kahlil Gibran

BIBLIOTIKA - Kahlil Gibran adalah penyair Lebanon yang legendaris. Popularitasnya menjangkau dunia timur maupun barat, dan namanya abadi serta terus dikenang sampai saat ini, meski ia telah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu.

Selama hidupnya, Kahlil Gibran menulis buku-buku yang kemudian terkenal di seluruh dunia, semisal Broken Wings (Sayap-sayap Patah), The Prophet (Sang Nabi), dan lain-lain. Meski sebenarnya Kahlil Gibran juga seorang pelukis, namun dia lebih dikenal sebagai penulis atau penyair, karena keindahan dan kedalaman kata-katanya yang luar biasa.

Keindahan kata-kata itu pula yang menjadikan banyak kalimat Kahlil Gibran menjadi quote atau kata-kata mutiara yang dibagikan banyak orang. Kenyataannya, Kahlil Gibran memang bisa menulis kalimat-kalimat hebat tentang banyak hal, sehingga layak dijadikan quote. Berikut ini adalah qoute-qoute Kahlil Gibran, yang kami hadirkan secara bersambung dalam rangkaian artikel serial.

***

Cinta tidak menyadari kedalamannya sampai ada saat perpisahan. —Kahlil Gibran

Lawan kata mencintai adalah mengasihani. Sebab, mencintai berlandaskan kerendahan hati, sedangkan mengasihani berangkat dari kesombongan diri. —Kahlil Gibran

Cinta adalah tarikan napas dari lautan perasaan, air mata langit, dan senyuman dari bumi sang jiwa. —Kahlil Gibran

Saat tangan laki-laki menyentuh tangan wanita, mereka berdua telah menyentuh hati keabadian. —Kahlil Gibran

Inilah tanganku, bawalah dalam tanganmu yang manis. Inilah tubuhku, peluklah dengan lenganmu yang penuh kasih. Ciumlah dengan ciuman yang dalam, panjang, senyap. —Kahlil Gibran

Sepasang kekasih yang saling mencintai justru saling mendukung pasangannya untuk semakin menjadi diri sendiri. —Kahlil Gibran

Cinta telah menyatukan kami, lalu siapa dapat memisahkan kami? Kematian telah menjemput kami, lalu siapa yang dapat membawa kami kembali? —Kahlil Gibran

Engkau pun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu, yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu... —Kahlil Gibran

Hanya cinta yang akan tinggal melewati keabadian, karena mereka semua serupa. —Kahlil Gibran

Jangan hanya menggunakan salah satu indramu untuk menggenggam ikatan cinta, karena hal itu hanya membuatmu diwarnai dengan kecemburuan, kemarahan, dan ketidaknyamanan. —Kahlil Gibran

Cinta adalah dua jiwa seperti anggur di dalam cangkir. Ia muncul menjadi air, namun sebenarnya adalah kehidupan. —Kahlil Gibran

Jika cinta tak mau mengembalikanmu kepadaku dalam hidup ini, maka cinta tentulah akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan tiba. —Kahlil Gibran

Cinta adalah kekuasaan yang menciptakan hati kita, sedang hati tak mampu menciptakan cinta. —Kahlil Gibran

Cinta turun dalam jiwa sebagai anugerah Tuhan, bukan permintaan manusia. —Kahlil Gibran

Jika iman adalah penyerahan diri secara total dan tanpa syarat, cinta adalah pemberian diri secara total dan tanpa syarat. —Kahlil Gibran

Persahabatan adalah pemenuhan kebutuhan jiwa. Ladang hati yang dengan kasih kalian taburi dan kalian pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Naungan sejuk keteduhanmu, api unggun kehangatan jiwa. Karena kalian menghampiri di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa perlu kedamaian. —Kahlil Gibran