Kumpulan Quote Kahlil Gibran (4)

Kumpulan Quote Kahlil Gibran

BIBLIOTIKA - Kahlil Gibran adalah penyair Lebanon yang legendaris. Popularitasnya menjangkau dunia timur maupun barat, dan namanya abadi serta terus dikenang sampai saat ini, meski ia telah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu.

Selama hidupnya, Kahlil Gibran menulis buku-buku yang kemudian terkenal di seluruh dunia, semisal Broken Wings (Sayap-sayap Patah), The Prophet (Sang Nabi), dan lain-lain. Meski sebenarnya Kahlil Gibran juga seorang pelukis, namun dia lebih dikenal sebagai penulis atau penyair, karena keindahan dan kedalaman kata-katanya yang luar biasa.

Keindahan kata-kata itu pula yang menjadikan banyak kalimat Kahlil Gibran menjadi quote atau kata-kata mutiara yang dibagikan banyak orang. Kenyataannya, Kahlil Gibran memang bisa menulis kalimat-kalimat hebat tentang banyak hal, sehingga layak dijadikan quote. Berikut ini adalah qoute-qoute Kahlil Gibran, yang kami hadirkan secara bersambung dalam rangkaian artikel serial.

***

Perkawinan adalah penyatuan dua keilahian, dan akan melahirkan buah keilahian lain di muka bumi. Ia menjadi penyatuan dua jiwa dalam cinta yang kokoh. Ia adalah ikatan agung yang menggabungkan kesatuan-kesatuan yang terpisah dalam dua ruh. Ia adalah gelang emas dalam sebuah rantai yang permulaannya adalah sebuah pandangan, dan yang akhirnya adalah keabadian. Ia menjadi hujan suci yang jatuh dari langit tak bernoda untuk menyuburkan dan memberkati ladang-ladang ilahi. —Kahlil Gibran

Bila lirikan pertama adalah benih yang ditebarkan oleh sang dewi di ladang hati manusia, maka ciuman pertama adalah bunga di ujung dahan pohon kehidupan. —Kahlil Gibran

Cinta itu lebih kuat dari kematian. —Kahlil Gibran

Ketika pagi menabur embun di sebuah taman, aku akan kembali menjelma bayi, dalam dekapan seorang perempuan. —Kahlil Gibran

Kehidupan tanpa cinta bagaikan pohon tanpa bunga. —Kahlil Gibran

Saling mengasihilah, tapi jangan jadikan cinta sebagai belenggu. —Kahlil Gibran

Kalian telah diciptakan berpasang-pasangan, dan selamanya pula kalian akan berpasangan. Kalian akan tetap bersama ketika maut merenggut hidup, bersama pula kalian dalam ingatan sunyi Tuhan. Tapi biarkan ada ruang di antara kalian, tempat angin surgawi melintas dan memainkan tarian. —Kahlil Gibran

Cinta menganugerahkan kepada jiwa-jiwa dengan kehendak Tuhan, dan bukan berdasar kebutuhan dan permintaan manusia. —Kahlil Gibran

Berdirilah berdampingan, tetapi jangan terlalu dekat. Karena pilar-pilar kuil saling berjauhan, dan pohon oak dan cemara tumbuh tidak di bawah bayangan pohon yang sama. —Kahlil Gibran

Kebahagiaan perempuan tidak terletak pada kemuliaan sang suami, bukan pada kehormatan dan kelembutannya, tapi pada cinta yang memadukan jiwanya dan jiwa lelaki yang dicintainya. —Kahlil Gibran

Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya sukar dan curam. Apabila sayapnya memelukmu, mendekaplah kepadanya, walau pedang yang tersembunyi di baliknya bisa melukaimu. Dan bila dia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya, walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpi indahmu... —Kahlil Gibran

Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu, kau memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kau berkata, “Aku cinta kepadamu.” Tetapi, sebenarnya, kau mencintai dirimu dalam diriku. —Kahlil Gibran

Cinta menyembunyikan kesalahan manusia, dan memabukkannya dengan anggur penyerahan, pujian, dan penjilatan. —Kahlil Gibran

Hatiku, jagalah rahasia cintamu dan sembunyikan rahasia itu dari mereka yang melihat. Dan kau akan memperoleh nasib yang lebih baik. Kesunyian dan kerahasiaan sungguh jauh lebih baik bagi mereka yang sedang jatuh cinta. —Kahlil Gibran

Sisakan sedikit ruang dalam kebersamaanmu. —Kahlil Gibran

Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama dalam imajinasinya, dan yang kedua belum dilahirkan. —Kahlil Gibran

Kecantikan tidak terletak pada wajah; kecantikan adalah cahaya di dalam hati. —Kahlil Gibran

Kegelapan bisa menyembunyikan pepohonan dan bunga-bunga dari pandangan mata. Tetapi kegelapan tidak dapat menyembunyikan cinta dari jiwa. —Kahlil Gibran