Tiga Saudara, hanya Satu yang Sejati

 Tiga Saudara, hanya Satu yang Sejati

BIBLIOTIKA - Sahabat Kumail menceritakan, “Saya bersama-sama Ali berjalan ke arah padang pasir pada suatu hari. Dia telah mendekati tanah pekuburan yang terdapat di situ, sambil berkata, ‘Ya ahli kubur! Wahai kalian yang telah menghuni tempat sunyi ini! Bagaimanakah keadaan kalian di dunia sana? Setahu kami, segala harta peninggalan kalian telah habis dibagi-bagi, anak-anak kalian telah menjadi yatim, dan janda-janda yang kalian tinggalkan juga telah menikah lagi. Sekarang ceritakan sedikit tentang diri kalian.’

“Kemudian, sambil menoleh kepada saya, dia berkata, ‘Ya Kumail! Seandainya mereka bisa berbicara, mereka akan mengatakan bahwa sebaik-baik bekal ialah taqwa.’

“Airmata berhamburan dari kedua belah mata Ali. Lalu ia berkata lagi, ‘Ya Kumail, kubur merupakan tempat menyimpan segala perbuatan manusia. Tetapi kita baru menyadari hakikat ini hanya setelah memasukinya.’

“Sebuah hadist menyebutkan bahwa tiap-tiap manusia akan menemui perbuatan-perbuatannya yang baik di alam kuburnya. Perbuatan-perbuatan baiknya itu akan berupa seorang manusia yang akan menjadi sahabat dan penawar hatinya. Sebaliknya, kejahatan-kejahatannya akan berupa seekor binatang yang menakutkan, yang mengeluarkan bau busuk dan yang menambah kesengsaraannya. Nabi S.A.W telah bersabda dalam sebuah hadist, ‘Hanya tiga hal saja yang mengikuti seseorang ke kuburnya; harta-bendanya, kaum kerabatnya, dan amal perbuatannya. Harta benda dan karib kerabatnya akan kembali selepas upacara pemakamannya. Yang tinggal bersamanya hanyalah amalannya saja.’

“Pada suatu hari Nabi S.A.W bertanya kepada para sahabatnya, ‘Tahukah kalian tentang hubunganmu dengan saudaramu, kekayaanmu, dan amal perbuatanmu?’

“Sahabat-sahabat semua ingin mendengarkan penjelasan Rasulullah. Maka Nabi pun berkata, ‘Hubungan itu bisa diumpamakan dengan hubungan seorang manusia dengan tiga orang adiknya. Apabila manusia hendak mati, dia pun memanggil salah seorang dari saudaranya tadi, lalu berkata, ‘Saudaraku, kau tahu keadaanku, bukan? Apakah pertolongan yang dapat kau berikan kepadaku?’

“Saudaranya menjawab, ‘Aku akan memanggil dokter untuk merawatmu, dan aku akan menjagamu. Kalau kau mati, aku akan memandikanmu, mengkafani serta mengusung jenazahmu ke pekuburan. Kemudian aku akan mendoakanmu.’

“Saudaranya ini ialah kaum kerabatnya. Hal yang sama ia kemukakan kepada saudaranya yang kedua. Dan saudara yang kedua itu menjawab, ‘Aku akan berada bersama-sama denganmu selama kau masih bernyawa. Tetapi setelah kau meninggal, aku akan pergi kepada orang lain.’

“Saudaranya yang kedua ini ialah harta kekayaannya. Lalu saat ia kemukakan persoalan yang sama kepada saudaranya yang ketiga, dia pun menjawab, ‘Aku tidak akan meninggalkanmu walaupun di dalam kubur. Aku akan bersama-sama denganmu ke tempat itu. Ketika amal perbuatanmu dipertimbangkan, aku akan memberatkan perbuatanmu yang baik.’

“Saudara yang terakhir itu ialah perbuatan kebaikan yang telah dilakukannya. Sekarang yang mana yang menjadi pilihanmu?’

“Lalu para sahabat menjawab, ‘Ya Rasulullah, tentu saja kami memiliki saudara yang ketiga, yang jelas-jelas selalu menemani sampai di alam kubur.’”

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.