Tiga Doa Rasulullah untuk Umatnya

  Tiga Doa Rasulullah untuk Umatnya

BIBLIOTIKA - ‘Amir bin Said berkata, “Suatu hari Rasulullah S.A.W telah datang dari daerah berbukit. Apabila Rasulullah S.A.W sampai di masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan sholat dua rakaat. Kami pun turut sholat bersama dengan beliau. Kemudian, Rasulullah S.A.W berdo’a dengan doa yang agak panjang.

“Setelah selesai berdoa, Rasulullah S.A.W pun berpaling kepada kami, lalu bersabda, ‘Aku telah memohon kepada Allah S.W.T mengenai tiga perkara, dan dalam tiga perkara itu Allah hanya memperkenankan dua perkara saja, sedang yang satu lagi ditolak. Tiga doa itu adalah:

Aku memohon kepada Allah S.W.T supaya Dia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berkepanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah S.W.T.

Aku memohon kepada Allah S.W.T supaya umatku tidak dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh a.s). Permohonanku ini pun telah diperkenankan oleh Allah S.W.T.

Aku memohon kepada Allah S.W.T supaya umatku tidak dibinasakan karena permusuhan sesama mereka (peperangan, permusuhan antara sesama umat Islam). Tetapi permohonanku ini tidak diperkenankan (ditolak).’”

Apa yang bisa dilihat sebagai hikmah dari hadist dan kisah ini? Jika sesama umat Islam bermusuhan dan berperang, maka orang-orang kafir akan bertepuk tangan.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Sepuluh Orang yang Tidak Diterima Sholatnya

Rasulullah S.A.W. bersabda, “Barangsiapa yang memelihara sholat, maka sholat itu akan menjadi cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat untuknya.”

Rasulullah S.A.W kemudian bersabda mengenai sepuluh orang yang sholatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T. Sepuluh orang itu adalah:
  1. Lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.
  2. Lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
  3. Lelaki yang menjadi imam sholat, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
  4. Lelaki yang melarikan diri dari peperangan.
  5. Lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (bertaubat).
  6. Perempuan yang suaminya marah kepadanya.
  7. Perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai penutup kepala.
  8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
  9. Orang-orang yang suka makan riba’.
  10. Orang yang sholatnya tidak mampu menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.

“Barangsiapa yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar,” sabda Rasulullah S.A.W, “maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T.”

Hassan r.a berkata, “Apabila sholatmu tidak dapat menahanmu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kau dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semua ke wajahmu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”