Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah (4)

Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah

BIBLIOTIKA - Fatimah mendengar salam itu, dan menjawab, “Wahai hamba Allah, Rasulullah SAW sedang sibuk, sebab sakitnya yang semakin berat.”

Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti semula, dan kali ini seruan malaikat itu didengar oleh Rasulullah SAW, dan beliau bertanya kepada Fatimah r.a, “Wahai Fatimah, siapa yang di depan pintu itu?”

“Ya Rasulullah,” jawab Fatimah, “ada seorang Arab badui memanggilmu, dan aku katakan kepadanya bahwa engkau sedang sibuk sebab sakit, tapi dia memandang saya dengan tajam hingga badan saya terasa menggigil.”

Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Wahai Fatimah, tahukah kamu siapakah orang itu?”

“Tidak, Ayah,” jawab Fatimah.

“Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan, dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.”

Fatimah r.a tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dan dia menangis sesenggrukan. Rasulullah SAW yang mendengar tangisan Falimah r.a itu pun kemudian berkata, “Janganlah kau menangis, Fatimah. Engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku yang akan bertemu denganku.”

Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.”

Rasulullah SAW menjawab, “Wa alaikas saalamu, wahai lzrail. Engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?”

“Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu, dan untuk mencabut ruhmu. Itu pun kalau engkau izinkan. Kalau engkau tidak izinkan, maka aku akan kembali.”

Berkata Rasulullah SAW, “Wahai lzrail, di manakah kau tinggalkan Jibril?”

“Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia,” jawab Izrail. 

Tidak lama kemudian malaikat Jibril pun turun, dan duduk di dekat kepala Rasulullah SAW.

Ketika Rasulullah SAW melihat kedatangan Jibril, Rasulullah pun berkata, “Wahai Jibril, tahukah kau bahwa ajalku sudah dekat?”

“Ya, aku tahu,” jawab malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahu kepadaku tentang kemuliaan yang menggembirakan aku di sisi Allah SWT.”

Jibril menjawab, “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat berbaris rapi menanti ruhmu di langit. Semua pintu surga telah dibuka, dan semua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.”

Rasulullah SAW berkata, “Alhamdulillah, sekarang kau katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.”

Jibril menjawab, “Allah SWT telah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah melarang para nabi masuk ke dalam surga, sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan Aku juga melarang semua umat memasuki surga sebelum umatmu memasuki surga.’”

“Sekarang aku telah tenang, dan telah hilang rasa susahku.” Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Wahai lzrail, mendekatlah kau kepadaku.”

Selelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya. Ketika ruh beliau sampai di pusat, Rasulullah SAW berkata, “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasanya mati.”

Malaikat Jibril mengalihkan pandangan dari Rasulullah SAW ketika mendengar kata-kata itu. Melihatkan Jibril memalingkan muka itu, Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai Jibril, apakah kau tidak suka melihat wajahku?”

Jibril menjawab, “Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu di kala sakaratul maut?”

Anas bin Malik r.a berkata, “Ketika ruh Rasulullah SAW telah sampai di dada, beliau bersabda, ‘Aku wasiatkan kepada kamu, agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu.’”

Ali r.a berkata, “Ketika Rasulullah SAW menjelang saat-saat terakhir, beliau mengerakkan kedua bibir sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga saya kepada Rasulullah SAW, dan mendengarnya berucap, ‘Umatku, umatku...’”

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.