Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah (3)

Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah

BIBLIOTIKA - Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu, mereka pun menangis.

“Ya Rasulullah SAW,” kata mereka, “Anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, dan selama ini Anda memberi kekuatan dalam hidup kami, dan sebagai penguasa yang mengurusi perkara kami. Apabila Anda sudah tiada nanti, kepada siapakah kami harus bertanya atas setiap persoalan yang timbul nanti?”

Rasulullah SAW menjawab, “Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan dua penasihat kepada kamu semua. Yang satu pandai bicara, dan yang satu lagi diam saja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran, dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada suatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadist-ku. Dan sekiranya hati kamu mengeras, maka lembutkan ia dengan mengambil pelajaran dari mati.”

Semenjak waktu itulah, sakit Rasulullah SAW bermula. Dalam bulan Safar, Rasulullah SAW sakit selama 18 hari, dan sering dikunjungi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahwa Rasulullah SAW diutus pada hari Senin, dan wafat pada hari Senin.

Pada hari Senin itu, penyakit Rasulullah SAW bertambah berat. Setelah Bilal r.a menyelesaikan azan subuh, Bilal r.a pun pergi ke rumah Rasulullah SAW.

Sesampainya Bilal di rumah Rasulullah SAW dan mengucapkan salam, Fatimah r.a berkata, “Rasulullah SAW masih sibuk dengan urusan beliau.”

Setelah mendengar penjelasan dari Fatimah r.a, Bilal pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fatimah itu. Ketika waktu subuh hampir selesai, Bilal pergi kembali ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti tadi.

Kali ini salam Bilal r.a didengar oleh Rasulullah SAW, dan Rasulullah berkata, “Masuklah wahai Bilal. Sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, karena itu kamu mintalah Abu Bakar untuk mengimami shalat subuh berjamaah dengan mereka yang hadir.”

Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW, Bilal pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala sambil bergumam sendiri, “Aduh musibah...”

Setelah Bilal sampai kembali di masjid, dia pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah SAW katakan kepadanya.

Abu Bakar r.a tidak dapat menahan diri dari kesedihannya. Saat ia melihat mimbar kosong, Abu Bakar menangis sehingga ia jatuh pingsan. Hal ini diikuti oleh beberapa sahabat yang lain.

Mendengar suara ribut dan tangisan dari arah masjid, Rasulullah SAW bertanya kepada Fatimah ra., “Wahai Fatimah, apa yang telah terjadi?”

“Mereka bersedih karena engkau tidak bisa ke masjid,” jawab Fatimah.

Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali r.a dan Fadhl bin Abas r.a, lalu Rasulullah SAW bersandar kepada keduanya dan pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid, beliau pun menjalankan shalat subuh bersama dengan para jamaah.

Setelah selesai shalat subuh, Rasulullah SAW berkata, “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah, oleh karena itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintah-Nya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat, dan hari terakhir aku di dunia.”

Setelah berkata demikian, Rasulullah SAW pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail AS, “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasih-Ku dengan sebaik-baik rupa, dan cabutlah ruhnya dengan cara yang paling lembut. Apabila kamu pergi ke rumahnya, minta izinlah lerlebih dulu. Kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah ke rumahnya. Dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk, maka hendaklah kamu kembali pada-Ku.”

Malaikat lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badui. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW, ia pun memberi salam, “Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risalah, bolehkan saya masuk?)

Lanjutkan membaca: Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah (4)

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.