Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah (2)

 Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah

BIBLIOTIKA - Setelah Bilal sampai di rumah Fatimah, Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fatimah r.a. menyahut dengan berkata, “Siapa di pintu?”

“Saya Bilal,” jawab Bilal, “Saya diperintahkan Rasulullah SAW untuk mengambilkan tongkat beliau.”

Kemudian Fatimah r.a. berkata, “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya?”

Bilal menjawab, “Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk di-qishash.”

“Siapakah manusia yang sampai hatinya ingin men-qishash Rasulullah SAW?” tanya Fatimah r.a.

Bilal tidak menjawab pertanyaan itu. Setelah Fatimah r.a memberikan tongkat tersebut, Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal, beliau pun menyerahkannya kepada 'Ukasyah.

Melihat hal yang demikian, Abu Bakar r.a dan Umar r.a tampil ke depan sambil berkata, “Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah SAW, tetapi qishash-lah kami berdua sebagai gantinya.”

Rasulullah SAW yang mendengar kata-kata Abu Bakar dan Umar tersebut segera berkata, “Wahai Abu Bakar, Umar, duduklah kamu berdua. Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.”

Kemudian Ali r.a bangun, lalu berkata, “Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW. Karena itu, pukullah aku dan janganlah kamu men-qishash Rasulullah SAW.”

Lalu Rasulullah SAW berkata, “Wahai Ali, duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.”

Setelah itu Hassan dan Hussein bangun dengan berkata, “Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW? Kalau kamu men-qishash kami, sama artinya dengan kamu menqishash Rasulullah SAW.”

Mendengar kata-kata cucunya, Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai buah hatiku, duduklah kamu berdua.”

Lalu Rasulullah SAW berkata pada ‘Ukasyah, “Wahai 'Ukasyah, pukullah saya kalau kamu hendak memukul.”

Kemudian 'Ukasyah berkata, “Ya Rasulullah SAW, Anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju.”

Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju, maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah SAW, ia seketika mencium beliau dan berkata, “Saya tebus Anda dengan jiwa saya, ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul Anda? Saya melakukan begini, karena saya ingin menyentuh badan Anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu.”

Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli surga, inilah orangnya.”

Kemudian semua jamaah pun bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat mengharukan itu. Setelah itu para jamaah pun berkata, “Wahai 'Ukasyah, ini keuntungan yang paling besar bagimu, karena engkau telah memperoleh derajat yang tinggi, dan berteman dengan Rasulullah SAW di dalam surga.”

Ketika ajal Rasulullah SAW semakin dekat, beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah r.a dan beliau berkata, “Selamat datang kamu semua, semoga Allah SWT mengasihi kamu semua. Saya berwasiat kepada kamu semua, agar bertaqwa kepada Allah SWT, dan mentaati segala perintahnya.

“Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua sudah dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT, dan menempatkannya di surga. Kalau telah sampai ajalku, maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air, dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya.

“Setelah itu, kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu, kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku.

“Pertama yang akan menshalatkan aku ialah Allah SWT, kemudian malaikat Jibril, diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok untuk menshalatiku.”

Lanjutkan membaca: Saat-saat Terakhir Kehidupan Rasulullah (3)

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.