Mudahkanlah, Tak Perlu Menyiksa Diri

Mudahkanlah, Tak Perlu Menyiksa Diri

BIBLIOTIKA - Allah S.W.T menciptakan dunia seisinya untuk kemudahan manusia, oleh karena itu hendaklah manusia memanfaatkannya.

Sahabat Anas menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah S.A.W melihat seorang yang dipapah oleh kedua orang anaknya untuk menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki.

Ketika melihat hal itu, Rasulullah pun bertanya, “Mengapa dengan orang ini?”

Dua anak yang memapah itu menjawab, “Dia bernazar hendak menunaikan haji dengan berjalan kaki.”

Rasulullah berkata, “Sesungguhnya Allah S.W.T tidak memerlukan orang yang menyiksa dirinya sendiri.”

Ketika itu juga Rasulullah memerintahkan kepada orang itu agar naik kendaraan untuk menunaikan haji.

Dalam satu peristiwa lain, seseorang mengunjungi gurunya yang sudah lama berpisah, dan dia berjalan kaki dalam perjalanannya. Dia berpikir dengan cara begitu dia akan mendapatkan pahala yang berlebih. Setiba di rumah gurunya, sang guru bertanya, “Kau datang naik apa?”

Si murid menjawab, “Saya berjalan kaki.”

Dan si Guru berkata, “Tuhan telah menciptakan kuda, baghal dan keledai, agar kau mengenderainya.”


Cara Alam Kubur Menerima Kita

Dikisahkan bahwa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia, jenazahnya diusung oleh empat orang, yaitu Ali bin Abi Thalib (suami Fatimah r.a), Hassan (anak Fatimah r.a), Hussein (anak Fatimah r.a), dan Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a.

Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur, Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a berkata kepada kubur, “Wahai kubur, tahukah kau jenazah siapakah yang kami bawakan kepadamu? Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah S.A.W.”

Maka kubur menjawab, “Aku bukanlah tempat bagi mereka yang berderajat atau orang yang bernasab, aku adalah tempat amal salih. Orang yang banyak amal salihnya akan selamat dariku, tetapi orang yang tidak beramal salih tidak akan terlepas dariku (akan kulayani dia dengan seburuk-buruknya).”

Abu Laits as-Samarqandi berkata, kalau seseorang hendak selamat dari siksa kubur maka hendaklah mengingat-ingat empat perkara:
  1. Hendaklah ia menjaga sholatnya.
  2. Hendaklah dia bersedekah.
  3. Hendaklah dia membaca al-Qur'an.
  4. Hendaklah dia memperbanyak membaca tasbih, karena dengan itu ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.

Adapun empat perkara yang harus dijauhi ialah:
  1. Jangan berdusta.
  2. Jangan berkhianat.
  3. Jangan mengadu-domba.
  4. Jangan kencing sambil berdiri.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Bersucilah kamu semua dari kencing, karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur itu berpusat dari kencing.”

Seseorang tidak dijamin akan terlepas dari segala macam siksaan dalam kubur, walaupun ia seorang alim ulama' atau seorang anak yang bapaknya sangat dekat dengan Allah. Sebaliknya kubur tidak memandang adakah orang miskin, orang kaya, orang berkedudukan tinggi atau sebagainya. Kubur akan melayani seseorang dengan mengikut amal salih yang telah dilakukan sewaktu hidupnya di dunia ini.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.