Hikmah Kesabaran Menghadapi Penyakit

  Hikmah Kesabaran Menghadapi Penyakit

BIBLIOTIKA - Ata’ bin Abi Rabah berkata, Ibnu Abbas r.a telah bertanya kepadanya, “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang perempuan ahli surga?”

“Ya,” jawab Ata’ bin Abi Rabah, “siapakah perempuan itu?”

Ibnu Abbas berkata, “Perempuan hitam itu telah menemui Rasulullah s.a.w dan mengadukan penyakit yang dideritanya. Sabda Rasulullah s.a.w kepada perempuan itu, ‘Jika engkau tahan dan sanggup bersabar (dengan penyakitmu) maka surga bagimu, sekiranya engkau tidak tahan dan tidak sanggup bersabar, maka aku akan mendoakan supaya engkau sehat kembali.’

“Lalu perempuan itu menjawab, ‘Aku tahan dan sanggup bersabar (maka baginya surga),’”

Kisah ini tercatat dalam sahih Bukhari Muslim. Kisah ini menunjukkan bahwa kesabaran atas suatu penyakit yang datang mendera kita akan mengantarkan kita pada ridha Ilahi dan surga.


Hikmah Membaca Shalawat

Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh seorang Muslim mencuri untanya. Lalu dia mendatangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi, dan memotong tangan Muslim itu, sehingga si orang Muslim kebingungan. Maka ia pun mengangkat kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, “Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu.”

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini.”

Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, “Hai unta, milik siapakah engkau ini?”

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini, dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta.”

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, “Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apa yang kau lakukan, sehingga Allah Ta’ala menjadikan unta ini dapat berkata dan menyatakan perkara yang benar.”

Orang Muslim itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam, sampai aku membaca shalawat lebih dulu untukmu sepuluh kali.”

Rasulullah s.a.w bersabda, “Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia, dan selamat juga dari siksaan di akhirat nantinya, dengan sebab membaca shalawat untukku.”

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.