Bahaya Mengabaikan Sholat Berjamaah

 Bahaya Mengabaikan Sholat Berjamaah

BIBLIOTIKA - Di dalam sebuah hadist, Rasulullah S.A.W bersabda, bahwa barangsiapa yang mengabaikan sholat berjamaah, maka Allah S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang berbahaya kepadanya. Tiga darinya akan dirasakannya semasa di dunia, tiga lainnya akan dirasakannya menjelang kematian, tiga lagi di alam kubur, dan tiga lainnya lagi ketika di akhirat.

Tiga  macam bahaya yang akan dirasakan di dunia selagi hidup:
  1. Allah S.W.T akan menghilangkan berkah dari usahanya, dan juga terhadap rezekinya.
  2. Allah S.W.T akan mencabut nur (cahaya) orang-orang mukmin dari padanya.
  3. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Tiga macam bahaya yang akan dirasakan ketika dia hendak mati:
  1. Ruh akan dicabut ketika dia dalam keadaan yang sangat haus, walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
  2. Dia akan merasa amat pedih ketika ruh dicabut keluar dari tubuhnya.
  3. Dia akan dirisaukan akan hilangnya imannya.

Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur:
  1. Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat Munkar dan Naqir.
  2. Kuburnya akan menjadi gelap.
  3. Kuburnya akan menghimpitnya, sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

Sedang tiga lagi azab nanti di hari kiamat adalah:
  1. Hisabnya akan menjadi sangat berat.
  2. Allah S.W.T sangat murka kepadanya.
  3. Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Riya’ Memusnahkan Pahala Kebaikan

Syidad bin Ausi berkata, “Suatu hari saya melihat Rasulullah S.A.W sedang menangis, lalu saya pun bertanya kepada beliau, ‘Ya Rasulullah, mengapa Anda menangis?’”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Ya Syidad, aku menangis karena khawatir terhadap umatku akan perbuatan syirik. Ketahuilah bahwa mereka tidak menyembah berhala, tetapi mereka berlaku riya’ dengan amalan perbuatan mereka.”

Rasulullah bersabda lagi, “Para malaikat penjaga akan naik membawa amal perbuatan para hamba dari puasanya, sholatnya, sedekahnya, dan sebagainya. Para malaikat itu mempunyai suara seperti suara lebah, dan bersama mereka ada 3.000 malaikat lainnya, dan mereka membawanya ke langit ketujuh.”

Setelah itu Rasulullah S.A.W menceritakan bahwa ketika malaikat yang membawa amal itu sampai ke langit, para malaikat penjaga menghadang mereka dan berkata,

“Berdirilah kalian semua, dan pukulkanlah amal perbuatan ini ke muka dan tubuh pemiliknya, dan tutuplah hatinya. Sungguh aku menghalangi sampainya (kepada Allah) setiap amal perbuatan yang tidak dikehendaki selain untuk Allah (berbuat amal bukan karena Allah). Berlaku riya’ di kalangan ahli fiqh adalah karena menginginkan ketinggian, supaya mereka menjadi rujukan. Di kalangan para ulama, riya’ dipakai untuk tujuan menjadi terkenal di lingkungannya. Allah S.W.T telah memerintahkan aku agar tidak membiarkan amalnya melewatiku.”

Sementara itu, malaikat penjaga membawa amal orang-orang salih, kemudian dibawa oleh malaikat di langit, sehingga terbuka semua batas-batas dan sampai kepada Allah S.W.T. Mereka berhenti di haribaan Allah, dan memberikan persaksian terhadap amal orang tersebut yang benar-benar salih dan ikhlas karena Allah.


Perginya Ruh Setelah Kematian

Abu Bakar r.a ditanya tentang kemana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, dan Abu Bakar r.a menjawab, “Ruh itu menuju ke tujuh tempat.” Kemudian beliau menjelaskan:

Ruh para nabi dan utusan Allah menuju ke surga Adnin.

Ruh para ulama menuju ke surga Firdaus.

Ruh mereka yang berbahagia menuju ke surga Illiyyina.

Ruh para syuhada beterbangan seperti burung di surga sekehendak hati mereka.

Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara, tidak di bumi dan tidak di langit, sampai hari kiamat.

Ruh anak-anak orang beriman akan berada di gunung yang terbuat dari minyak misik.

Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W, “Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah orang-orang yang mati syahid, orang-orang yang mengerjakan sholat malam di bulan Ramadhan, dan orang yang puasa di hari Arafah.