Agar Tetap Mendapat Pahala Setelah Kematian

Agar Tetap Mendapat Pahala Setelah Kematian

BIBLIOTIKA - Diriwayatkan dari Anas r.a., bahwasanya Rasulullah bersabda, ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang selepas matinya. Tujuh macam itu adalah:

Orang yang mendirikan masjid, maka ia tetap memperoleh pahala selama masjid itu digunakan orang untuk beramal ibadah di dalamnya.

Orang yang mengalirkan air sungai, maka ia tetap memperoleh pahala selama ada orang yang minum daripadanya.

Orang yang menulis mushaf, maka ia akan mendapat pahala selama ada orang yang membacanya.

Orang yang menggali sumur untuk digunakan masyarakat, maka ia tetap memperoleh pahala selama ada orang yang menggunakannya.

Orang yang menanam tanam-tanaman, maka ia tetap memperoleh pahala selama ada yang memakannya, baik manusia ataupun burung.

Orang yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat, maka ia tetap memperoleh pahala selama ilmu itu diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

Orang yang meninggalkan anak yang shaleh setelah kematiannya, maka ia tetap memperoleh pahala selama anaknya selalu mendoakan dan beristighfar baginya.

Orang yang mengajarkan Al-Qur'an, maka ia tetap memperoleh pahala selama orang yang diajarinya mengamalkan ajaran-ajarannya.

Sementara itu, Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda, “Apabila telah mati anak Adam , maka terhentilah amalnya kecuali adanya tiga hal. Pertama adalah sedekah yang baik (amal jariah), ilmu bermanfaat dan diamalkan, dan anak shaleh yang selalu mendoakannya.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Keutamaan dan Kelebihan Hari Asyura

Dari Ibnu Abbas r.a, bahwasanya Rasulullah S.A.W bersabda, “Siapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala serupa 10.000 orang berhaji dan berumrah, 10.000 pahala orang yang mati syahid. Dan barangsiapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut, maka Allah S.W.T akan memberikannya kenaikan satu derajat kebaikan. Dan siapa yang memberi makan kepada orang (muslim) yang berbuka puasa pada hari Asyura, maka pahalanya sama seperti memberi makan pada seluruh umat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa.”

Lalu para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Allah telah melebihkan hari Asyura daripada hari-hari lain?”

“Ya, memang benar,” jawab Rasulullah S.A.W, “Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, menjadikan laut pada hari Asyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura, menciptakan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Asyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Asyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Asyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Asyura, menerima taubat Nabi Adam pada hari Asyura, mengampuni dosa Nabi Daud pada hari Asyura, mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Asyura, dan kelak akan terjadi hari kiamat juga pada hari Asyura.”