Perbandingan dan Kualitas Pendidikan

Perbandingan dan Kualitas Pendidikan

BIBLIOTIKA - Dalam konteks mencerdaskan kehidupan bangsa, sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang keberadaannya telah diakui sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Sekolah telah menjadi bagian dari mesin pembelajaran anak-anak negeri ini, dari tingkat yang paling dasar sampai tingkat yang paling atas. Sekian juta orang di Indonesia telah menggantungkan harapan dan cita-citanya di bangku sekolah.

Berkaitan dengan itu, salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar-menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Suatu negara menyelenggarakan pendidikan bagi bangsanya adalah dengan maksud untuk mencerdaskan rakyat, meningkatkan pengetahuan demi kesejahteraan bersama, yang pada gilirannya akan menjadikan negara itu mengalami kemajuan.

Secara umum, kekuasaan negara antara lain mencakup mendirikan dan menjamin tegaknya pemerintahan, menentukan bentuk negara dan melindungi warga negaranya, mengurusi masalah-masalah sosial-ekonomi, keagamaan dan kebudayaan, serta pendidikan untuk mencerdaskan rakyatnya.

Karenanya, secara resmi dan legal, pendidikan formal merupakan porsi negara atau fungsi negara; yaitu negara/pemerintah berkewajiban bertanggungjawab untuk mengurusi pendidikan nasional bagi rakyatnya.

Pendidikan pada hakikatnya merupakan pencerminan dari suatu negara (kondisi negara), juga pencerminan dari visi para pemimpin dan kekuatan-kekuatan sosial-politik yang sedang berkuasa. Maka, dengan demikian, relasi negara dan pendidikan saling berkaitan erat. Sistem pendidikan di suatu negara secara intens direncanakan sedemikian rupa guna mencetak kepribadian anak manusia menurut satu model tertentu.

Contohnya, di negara demokrasi, orang menghargai sifat-sifat anak yang unik, khas pada setiap person, maka disusunlah sistem pendidikan yang memperhatikan serta mengembangkan masing-masing pribadi dan kebebasannya. Sementara bagi negara otoriter, pendidikan dianggap sebagai kekuatan politik untuk mendominasi rakyat. Di sini pemerintah secara mutlak mengatur pendidikan dengan tujuan membuat rakyat menjadi alat negara.

Karena pendidikan pada hakikatnya merupakan pencerminan dari kekuatan-kekuatan sosial-politik yang tengah berkuasa, dan merupakan refleksi dari orde penguasa yang ada, maka sistem pendidikan di suatu negara juga tergantung kepada pemerintah yang berkuasa pada saat itu, dimana pendidikan yang diselenggarakan mempunyai fungsi dan tujuan tertentu.

Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Di samping itu, negara juga berhak mengeluarkan kebijakan-kebijakan terhadap sistem pendidikan di negara bersangkutan, misalnya dalam hal pembelanjaan anggaran pendapatan negara untuk pembiayaan pendidikan nasional.

Berkenaan dengan itu, globalisasi merupakan proses pertumbuhan negara-negara maju (dalam hal ini Amerika, Eropa, Jepang, dll) yang melakukan ekspansi besar-besaran, kemudian mendominasi dunia dengan kekuatan, teknologi, globalisasi, ilmu pengetahuan, politik, budaya, militer dan ekonomi. Sementara di Indonesia, globalisasi ini dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan. Misalnya, dengan munculnya gejala bahwa anak dari kalangan atas bisa memperoleh kesempatan belajar pada sekolah-sekolah terbaik dan mampu belajar di perguruan-perguruan bermutu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Selain itu, dampak globalisasi tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang ekonomi suatu negara. Kemudian, terdapat rantai kaitan yang lekat antara sistem pendidikan dengan sistem ekonomi. Dan pendidikan merupakan faktor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi dengan dihasilkannya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

Internasionalisasi pendidikan atau pendidikan internasional (international education) dalam perkembangan selanjutnya dikenal dengan comparative education (perbandingan pendidikan), diartikan sebagai studi tentang kekuatan-kekuatan pendidikan, sosial, politik dan ekonomi dalam hubungan internasional dengan tekanan pada potensi dan bentuk pendidikan, sedang tujuannya adalah untuk meningkatkan saling pengertian dengan jalan tukar-menukar sarana pendidikan, teknik dan metode, mahasiswa, guru, dosen dan lain-lain.

Dengan kata lain, perbandingan pendidikan bisa juga diartikan sebagai perbandingan teori dan praktek pendidikan dalam tinjuan terhadap faktor-faktor yang berpengaruh ataupun sejarah perkembangannya, dalam rangka pengembangan sistem pendidikan.

Bagaimanapun juga, pendidikan perlu mendapatkan perhatian besar dari pemerintah agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu hal yang urgen yang mesti ditangani adalah hal yang berkaitan dengan buku pelajaran. Diharapkan nantinya, dengan meningkatnya kualitas buku pelajaran, maka murid-murid dapat lebih memperoleh sumbangsih yang lebih besar di dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Di samping itu, buku-buku pengayaan pendidikan juga perlu mendapatkan perhatian, karena buku-buku itu akan menjadi penunjang penting untuk buku-buku pendidikan atau buku-buku pelajaran.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.