Nasruddin Hoja, Sosok Unik yang Melegenda

Nasruddin Hoja, Sosok Unik yang Melegenda

BIBLIOTIKA - Selain memiliki Jalaluddin Rumi yang tersohor di seluruh dunia, Konya juga memiliki seorang sufi lain yang tak kalah terkenalnya bernama Nasruddin Hoja. Berbeda dengan Rumi yang terkesan lebih ‘serius’ dalam ajaran-ajaran sufinya, Nasruddin Hoja menawarkan jalan kearifan yang jenaka, yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, karena begitu besarnya pengaruh yang mereka berikan kepada dunia, dua tokoh ini pun sama-sama memperoleh penghargaan dari lembaga pendidikan dan kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai tokoh yang ikut memperkaya khazanah kemanusiaan di dunia.

Menurut pendapat yang masyhur, Nasruddin Hoja hidup di akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Dia lahir di desa Khortu, Sivri Hisar, Anatolia Tengah, Turki pada tahun 776 H/1372 M. Pendapat ini menyatakan bahwa Nasruddin adalah seorang yang bermadzhab Hanafi. Dia meninggal dunia di kota Ak-Shehir, Propinsi Konya pada tahun 838 H/1432 M dan dimakamkan di kota itu.

Popularitas Nasruddin Hoja mulai bersinar di dunia ketika memasuki abad ke-16, karena tokoh ini dianggap membawakan angin segar bagi masyarakat yang kala itu sudah mulai bosan dengan segala hal yang formal dan kaku. Kisah tentang Nasruddin Hoja pada awalnya ditemukan di dalam beberapa manuskrip pada awal abad ke-15. Cerita pertama ditemukan dalam Ebu'l-Khayr-i Rumis Saltuk-name (1480). Dalam manuskrip tersebut dikatakan bahwa Nasruddin merupakan murid sufi dari Seyyid Mahmud Hayrani di Ak-Shehir, barat laut Turki modern.

Yang menarik dari kisah-kisah kejenakaan atau bahkan humor dan anekdot ala Nasruddin Hoja adalah bahwa humornya tidak sekedar humor an sich, namun juga menyimpan makna kearifan, kedalaman, kaya akan pesan moral, biasanya bahkan penuh dengan pesan-pesan spiritual yang mencerahkan dan tak jarang juga memuat perilaku dan jalan menuju maqam makrifatullah. Karena itulah, tidak jarang kisah-kisah Nasruddin Hoja ini menjadi materi dalam pengajian sufi.

Kisah-kisah Nasruddin Hoja juga seringkali sarat dengan sindiran dan kritik yang cukup berani terhadap tirani dan kekuasan serta ketimpangan sosial dan egoisme kaum elit. Karena itulah, Nasruddin merupakan simbol keberanian, penentangan, sarkastis, ironis, dan komedi kritis di Timur Tengah. Tidak heran kalau kemudian sosok yang satu ini pun menjadi salah satu ikon Turki. Salah satu kontes kartun tertua di dunia adalah di Turki, yakni Nasrettin Hoca International Cartoon Contest. Sementara Kota Ak-Shehir juga menjadikan Nasruddin Hoja sebagai “kekayaan daerah”. Setiap tahun, pada tanggal 5 sampai 10 Juli, diadakan festival internasional tentang Nasruddin Hoja di kota itu.

Meskipun hidup di Turki, Nasruddin Hoja (yang berarti “kemenangan kebenaran”) juga diklaim di Afghanistan, Iran, dan juga Uzbekistan. Pengaruhnya bahkan sampai pula ke dunia Arab (Nasreddin Joha), Uzbekistan (Nasriddin Afandi), Kazakhstan (Khozanasir), Uygur, Tiongkok (Afanti), Azerbaijan (Molla Nasraddin), bahkan Albania (Nostradin Hoxha atau Nostradini). Karenanya, tak heran kalau patungnya yang jenaka juga ditemukan di Bukhara, Tashkent, Uzbekistan.

Di Indonesia, popularitas Nasruddin Hoja pun tidak kalah dengan Abu Nawas, sosok jenaka lain yang berasal dari Baghdad. Kisah-kisah tentang Nasruddin Hoja ini banyak diceritakan di kelas-kelas, ataupun menjadi pengantar tidur bagi anak-anak, karena selain mengandung pesan moral dan kedalaman makna, kisah-kisah itu pun bisa diceritakan sebagai humor atau sebagai cerita yang menyenangkan.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.