Nasruddin Hoja dan Serigala

 Nasruddin Hoja dan Serigala

BIBLIOTIKA - Dulu, ketika baru lulus dari pendidikannya di pesantren, Nasruddin berniat untuk mengamalkan dan menyebarluaskan ilmunya kepada masyarakat. Maka Nasruddin pun merantau dari satu tempat ke tempat lain, dari satu desa ke desa lain. Namun, kemana pun Nasruddin singgah, dia selalu ditolak oleh penduduk yang didatanginya. Mereka tidak menginginkan Nasruddin mengajar di desa itu karena menurut mereka sudah ada guru yang telah mengajar mereka.

Hingga kemudian Nasruddin sampai di sebuah desa terpencil yang tengah diganggu oleh seekor serigala buas. Serigala itu sering memakan hewan ternak penduduk, sehingga orang-orang di desa itu memasang perangkap untuk dapat menangkapnya.

Ketika Nasruddin sampai di desa itu, para penduduk telah berhasil menangkap serigala tersebut, namun tidak ada seorang pun yang berani mendekati serigala itu untuk membunuhnya. Nasruddin mendekati kerumunan orang-orang itu dan menanyakan pada seseorang yang di sana, “Ada apa ini?”

Orang yang ditanya menunjuk pada seekor serigala yang kini telah terikat pada sebuah jaring perangkap. “Serigala itu telah membuat kami susah,” katanya. “Sudah banyak ternak kami yang dimangsanya, dan kami bersyukur sekarang dia berhasil tertangkap. Tapi kami masih bingung bagaimana cara membunuhnya.”

“Oh, kalau begitu sebaiknya kalian minggir,” kata Nasruddin pada orang-orang yang berkerumun itu. “Serahkan saja masalah itu kepadaku.”

Orang-orang itu pun terkesima. Mereka yakin kalau orang asing ini pastilah orang hebat. Maka mereka pun menyingkir dan mengawasi Nasruddin yang kini mendekati serigala yang telah terikat itu.

Di depan serigala tersebut, Nasruddin melepaskan jubah serta sorbannya, kemudian dikenakannya pada tubuh si serigala. Setelah mengikat jubah dan sorban itu dengan kencang di tubuh hewan itu, Nasruddin pun melepaskan serigala itu dari ikatannya.

Orang-orang yang menyaksikan serigala itu lepas kembali segera saja terkejut. “Apa yang kau lakukan…???” teriak mereka dengan jengkel pada Nasruddin.

Orang-orang itu beranjak untuk menangkap serigala itu kembali, namun Nasruddin mencegahnya. “Biarkan saja dia lepas!” kata Nasruddin. “Aku memang sengaja melepaskannya. Percayalah, jubah dan sorbanku itu akan menghentikan rezekinya. Tidak akan ada yang memberinya tempat tinggal dan makanan. Pokoknya tidak ada orang yang akan menaruh kasihan padanya. Lama-lama dia akan mati kelaparan.”

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.