Nasruddin Hoja dan Kisah Sengketa

Nasruddin Hoja dan Kisah Sengketa

BIBLIOTIKA - Dua orang lelaki datang ke pengadilan untuk mengadukan perkara yang tengah mereka persengketakan. Lelaki pertama, yang menjadi penuntut, berkata pada sang hakim, “Pak Hakim, orang ini tidak mau memenuhi hak saya.”

“Apa hak yang tidak diberikannya?” tanya sang hakim.

“Begini, Pak Hakim,” si penuntut menjelaskan, “kemarin orang ini membawa setumpuk kayu bakar di pundaknya. Karena terpeleset sesuatu, dia pun jatuh di depan rumah saya dan kayu yang dibawanya berserakan kemana-mana. Dia memanggil saya dan meminta tolong untuk membantunya, tetapi dia tidak memberi imbalan atas jasa saya itu.”

Sang hakim mengangguk, kemudian berpaling pada lelaki yang dituntut. Sang hakim menanyakan kepadanya, “Apa upah yang kau janjikan padanya atas bantuannya itu?”

“Tidak sesuatu pun, Pak Hakim,” jawab lelaki yang dituntut.

Sang hakim mengangguk kembali, lalu berpaling ke pihak penuntut dan menanyakan pernyataan yang baru didengarnya. Si penuntut membenarkan pernyataan itu.

“Benar, Pak Hakim,” jawab si penuntut, “tetapi saya tetap menginginkan ‘tidak sesuatu pun’ yang dia janjikan itu. Saya harus mendapatkan hak saya!”

Sang hakim merasa kebingungan menghadapi masalah itu. Karena merasa tak mampu memberikan keputusan, maka sang hakim pun kemudian membawa kedua orang yang bersengketa itu kepada Nasruddin Hoja yang ia kenal memiliki kebijaksanaan yang luas.

Nasruddin menerima kedua orang lelaki itu dengan baik, dan setelah mendengarkan persoalan yang tengah mereka masalahkan, Nasruddin berkata kepada si penuntut, “Kau akan mendapatkan hakmu. Dan orang yang kau tuntut itu memang harus memenuhi janjinya.”

Si penuntut merasa senang.

Nasruddin lalu melihat sebuah buku di atas meja dan berkata kepada si penuntut, “Angkatlah buku itu, dan katakan kepadaku apa yang kau lihat di bawahnya.”

Dengan perasaan yang masih senang, si penuntut segera mengangkat buku itu dari atas meja dan kemudian menatap Nasruddin.

“Apa yang ada di bawah buku itu?” tanya Nasruddin.

“Tidak sesuatu pun,” jawab lelaki itu.

“Nah, ambillah ‘tidak sesuatu pun’ itu,” ujar Nasruddin. “Itulah hakmu.”

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.