Nasruddin Hoja dan Kisah Keadilan

  Nasruddin Hoja dan Kisah Keadilan

BIBLIOTIKA - Ketika Nasruddin Hoja menjadi hakim di kotanya, ada cukup banyak keputusan penting yang harus dibuatnya untuk banyak kasus yang pernah disidangkan. Berikut ini adalah salah satu kasus yang unik.

Seorang wanita janda mendatangi pengadilan dan mengadukan masalahnya kepada Hakim Nasruddin Hoja. Katanya, “Pak Hakim, saya ini orang yang miskin. Saya memiliki anak laki-laki yang masih kecil, dan dia makan gula-gula banyak sekali. Sepertinya dia sudah kecanduan. Apakah pengadilan bisa membuatnya berhenti dari kebiasaannya itu, karena saya sendiri tidak ingin memaksakan kehendak saya?”

Setelah mendengar penuturan itu dan memikirkannya sejenak, Nasruddin berkata, “Nyonya, masalah ini tidak semudah yang Anda bayangkan. Jadi, kembalilah dua minggu lagi, dan saya akan memberikan keputusan setelah mempelajari masalah ini secara lebih teliti.”

Wanita itu patuh, dan dua minggu kemudian dia kembali datang ke pengadilan untuk mendapatkan keputusan.

Tetapi Hakim Nasruddin belum juga mampu memberikan keputusannya. “Maaf,” katanya, “sepertinya perlu ada penundaan lagi untuk kasus Anda yang rumit ini, Nyonya. Jadi, datanglah dua minggu ke depan.”

Dua minggu berikutnya wanita itu kembali datang, namun jawaban dari Hakim Nasruddin tetap saja sama; meminta wanita itu untuk kembali lagi dua minggu mendatang.

Sampai kemudian saat-saat yang ditunggu itu pun tiba. Ketika wanita itu kembali datang untuk kesekian kalinya ke pengadilan, kali ini Hakim Nasruddin telah memiliki sebuah keputusan.

“Sekarang pengadilan akan memberikan keputusan,” kata Hakim Nasruddin. “Panggil anak laki-laki itu.”

Seorang anak laki-laki dibawa ke hadapan sang hakim.

“Hei, kau!” teriak Hakim Nasruddin dengan penuh wibawa. “Mulai hari ini kau dilarang makan gula-gula, kecuali setengah ons perhari!”

Ibu anak laki-laki itu pun terlihat sangat berterima kasih kepada Hakim Nasruddin atas keputusan itu. Namun dia ingin menanyakan sesuatu.

“Pak Hakim,” kata wanita itu, “saya merasa heran, mengapa untuk menjatuhkan keputusan itu saja Anda memerlukan waktu yang sangat lama?”

Hakim Nasruddin menjawab, “Uh, masalahnya, saya sendiri perlu meninggalkan kebiasaan itu terlebih dulu, dan saya sama sekali tak tahu sebelumnya kalau itu membutuhkan waktu yang begitu lama.”

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.