Kepribadian Perempuan di Weton Kelahiran (1)

Kepribadian Perempuan di Weton Kelahiran

BIBLIOTIKA - Di dalam masyarakat Jawa, ada suatu istilah yang disebut sebagai ‘pasaran’ atau ‘weton kelahiran’. Apa yang disebut sebagai ‘weton kelahiran’ itu tak lain adalah hari kelahiran seseorang. ‘Weton’ atau keluar atau lahirnya seseorang dari rahim biasanya ditandai dengan ‘pasaran’ atau ‘neptu’ seperti Pon, Wage, Pahing, Legi dan Kliwon.

Di antara begitu banyaknya tanda yang biasa dipakai untuk menandai watak atau karakter seseorang, masyarakat Jawa lebih mempercayai weton kelahiran ini sebagai awalnya. Mereka sangat meyakini bahwa weton kelahiran seseorang akan membawa karakter yang berbeda, watak yang khas, bahkan garis nasib sendiri-sendiri.

Karena luasnya cakupan dan panjangnya penjabaran ini (kalau dijelaskan secara satu persatu dan mendetail), maka berikut ini adalah gambaran umum mengenai watak dan karakter setiap weton kelahiran seorang perempuan, dan juga beberapa weton kelahiran tertentu yang perlu ‘diwaspadai’.

Perempuan yang lahir pada pasaran Wage

Perempuan yang lahir pada pasaran atau neptu Wage biasanya adalah sosok yang jujur, betanggung jawab dan juga setia. Dia adalah tipe perempuan yang peka sekaligus penuh kasih sayang terhadap orang lain, karenanya tangannya mudah terulur untuk menolong kesusahan orang lain.

Selain memiliki hati yang penuh kasih, perempuan yang lahir pada pasaran Wage ini biasanya juga merupakan sosok yang gigih dalam mengejar sesuatu yang diinginkannya, keras dalam menghadapi segala tantangan dan tak mudah dikalahkan oleh berbagai hambatan atau persoalan.

Karena melihat wataknya yang merupakan perpaduan antara kelembutan hati dan kekerasan karakter itulah, perempuan ini merupakan tipe perempuan yang sewaktu-waktu bisa terlihat lembut dan manis, namun juga sewaktu-waktu dapat terlihat keras dan tangguh. Namun yang jelas, dia adalah perempuan yang berprinsip, dan hampir tak ada apapun yang dapat menghancurkan atau meruntuhkan prinsip yang diyakininya.

Dia setia pada pekerjaan sekaligus kepada keluarganya. Dia juga sosok ibu yang baik sekaligus istri yang tahu bagaimana membelanjakan uang suaminya dengan baik, namun juga terkadang muncul sifat kikirnya karena terlalu berhati-hati. Namun tindakannya yang cenderung selalu berhati-hati ini membuatnya tidak mudah gugup dalam menghadapi segala sesuatu, karena ia selalu memikirkannya dengan masak-masak terlebih dahulu.

Kalau kebanyakan perempuan lain lebih menggunakan emosinya daripada pikirannya, maka perempuan yang lahir pada pasaran Wage ini justru sebaliknya; dia lebih banyak menggunakan pikirannya daripada emosinya.

Karenanya dia pun terkesan sulit diajak bekerjasama dengan sesama jenisnya yang lebih cenderung menomorsatukan emosi atau perasaan dibanding otak dan pikiran. Selain itu, dia pun seringkali menjadi pribadi yang sulit untuk dapat menerima nasihat dari orang lain.

Yang agak negatif dari jenis perempuan ini adalah jika ia marah, maka hampir tak ada apapun yang dapat menghentikan atau meredakan kemarahannya—dia perlu melampiaskannya kepada pihak yang telah membuatnya marah itu. Dia juga menyukai kemewahan dan memiliki hati yang selalu takjub dengan segala hal yang berbau keindahan.

Perempuan yang lahir pada pasaran Pahing

Tak jauh berbeda dengan perempuan yang lahir pada pasaran Wage, perempuan yang dilahirkan pada pasaran Pahing ini pun merupakan sosok yang selalu berhati-hati dalam segala sesuatu serta penuh kewaspadaan terhadap apapun yang dilakukannya. Semua keputusan yang diambilnya adalah keputusan yang benar-benar telah ia pikirkan secara matang.

Karena itu, jika perempuan ini telah memutuskan untuk melakukan sesuatu, maka ia pun akan melakukannya secara total. Totalitas—itu adalah salah satu ciri khasnya yang menonjol. Totalitas ini pula yang biasanya dia tunjukkan ketika mengerjakan tugas atau pekerjaannya.

Baca lanjutannya: Kepribadian Perempuan di Weton Kelahiran (2)

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.