Kepribadian Perempuan di Balik Bahasa Tubuh (1)

 Kepribadian Perempuan di Balik Bahasa Tubuh

BIBLIOTIKA - Perempuan adalah makhluk halus yang pemalu. Penyebutan makhluk halus yang dimaksud di sini tentunya bukanlah makhluk halus sebangsa jin atau sejenisnya, namun merupakan sosok makhluk yang lembut, feminim dan juga pemalu.

Karena sifat khas yang menjadi karakternya itu, maka perempuan pun seringkali bukan jenis orang yang dapat berbicara secara blak-blakan atau secara terus-terang dalam mengungkapkan isi hati atau kehendaknya—dia lebih menyukai bahasa isyarat atau bahasa tak langsung dalam mengutarakan maksud atau niatnya. Salah satu bahasa isyarat yang seringkali digunakannya itu adalah dengan menggunakan bahasa tubuhnya, entah dengan cara tersenyum, menggerakkan mata, memiringkan kepala, atau yang lainnya.

Menurut pendapat para pakar psikologi dan komunikasi, beberapa gerakan atau reaksi tubuh seorang perempuan terhadap lawan jenisnya dapat diartikan memiliki makna atau arti tertentu. Seorang perempuan bisa saja melontarkan senyumnya kepada lawan jenisnya, namun bagaimana bentuk senyumannya dapat memberikan arti yang berbeda.

Seorang peneliti yang melakukan studi terhadap perilaku senyuman kaum perempuan menyatakan bahwa suatu senyuman yang sebenarnya (senyuman yang tulus) dapat ditandai dengan munculnya kerutan-kerutan di pinggir bagian luar matanya. Karenanya, apabila seorang lelaki mendapati seorang perempuan tersenyum dengan tanda-tanda tersebut, maka itu menunjukkan bahwa si perempuan merasa senang tanpa berpura-pura.

Gabriel Raam, seorang pakar komunikasi nonverbal, mengatakan bahwa lelaki perlu memperhatikan seberapa besar perempuan yang ditemuinya itu menunjukkan bagian telapak tangannya. Apabila perempuan itu melakukan gerakan-gerakan yang mengungkap bagian telapak tangannya (memperlihatkan telapak tangannya) atau dia menyilangkan kakinya ketika duduk kemudian meluruskannya lagi hingga sampai memperlihatkan bagian pahanya, itu bisa merupakan indikasi bahwa si perempuan tertarik pada lelaki yang dihadapinya.

Perilaku lain dengan makna serupa di atas adalah dalam gerakan memiringkan atau memutar kepala hingga menampakkan bagian lehernya.

Jangan lupa pula untuk mencermati gerakan jari-jari kedua tangan, kedua kelopak mata, dan juga bibir perempuan yang ada di hadapan kita. Apabila salah satu dari bagian tubuh tersebut berkedut atau bergetar ketika bercakap-cakap, maka kemungkinan ada yang salah atau ada masalah pada sesuatu yang dia ucapkan atau yang kita ucapkan.

Jika kita berbicara dengan seorang perempuan dan kita merasa tertarik kepadanya namun dia terlihat ‘menerawang’ dalam arti pandangannya tidak fokus kepada kita, maka sebaiknya kita mundur teratur, karena perempuan itu menunjukkan bahwa dia tidak tertarik kepada kita. Tanda lain yang menunjukkan bahwa seorang perempuan tidak terlalu menyukai lelaki yang berhadapan dengannya bisa dilihat dari gerakan-gerakan tubuh yang terkesan berlebihan, seperti dalam menyilangkan kaki, melipat tangan atau kedua bibirnya terkatup erat.

Kita juga bisa mengamati bagaimana tingkah perempuan dengan rambutnya. Seorang  yang sering menyentuh rambutnya atau merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya dapat memberikan makna bahwa dia senang mendapatkan belaian. Namun, jika seorang perempuan secara khusus tertarik kepada kita saat bertemu, dia biasanya akan menunjukkan bahasa tubuh berupa menyibak rambutnya agar tidak menutupi wajahnya. Bahasa tubuh semacam itu juga bisa diartikan sebagai semacam isyarat ‘godaan’.

Monica Moore dan Tim Perper, dua orang peneliti masalah komunikasi nonverbal menyatakan dalam risetnya bahwa perempuan yang membiarkan rambutnya menutupi wajah atau terurai menutupi sebagian matanya, bisa diartikan bahwa perempuan tersebut tengah berusaha mengurangi tingkat suatu hubungan.

Pakar lain, Jack Dovidio, juga menambahkan bahwa kita dapat mengamati gerakan kaki perempuan ketika kita berhadapan dengannya. Apabila ketika bercakap-cakap dengannya dia menunjukkan gerakan kaki yang gelisah, atau matanya mengarah ke pintu, itu bisa menunjukkan bahwa dia merasa tak nyaman dan ingin meninggalkan kita.

Baca lanjutannya: Kepribadian Perempuan di Balik Bahasa Tubuh (2)

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.