Kearifan Lokal dan Teknologi Dalam Dunia Pendidikan (2)

Kearifan Lokal dan Teknologi Ddalam Dunia Pendidikan

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Kearifan Lokal danTeknologi dalam Dunia Pendidikan 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Menggali dan menanamkan kembali kearifan lokal secara inheren melalui pendidikan dapat dikatakan sebagai gerakan kembali pada basis nilai budaya daerahnya sendiri sebagai bagian upaya membangun identitas bangsa, dan sebagai semacam filter dalam menyeleksi pengaruh budaya ‘lain’. Nilai-nilai kearifan lokal itu meniscayakan fungsi yang strategis bagi pembentukan karakter dan identitas bangsa. Pendidikan yang menaruh peduli terhadapnya akan bermuara pada munculnya sikap yang mandiri, penuh inisiatif, dan kreatif.

Dari sinilah pendidikan berbasis kearifan lokal dapat dikatakan adalah model pendidikan yang memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan kecakapan hidup (life skills) dengan bertumpu pada pemberdayaan ketrampilan dan potensi lokal di masing-masing daerah.

Materi pembelajaran harus memiliki makna dan relevansi tinggi terhadap pemberdayaan hidup mereka secara nyata, berdasarkan realitas yang mereka hadapi. Kurikulum yang harus disiapkan adalah kurikulum yang sesuai dengan kondisi lingkungan hidup, minat, dan kondisi peserta didik. Juga harus memperhatikan kendala-kendala sosiologis dan kultural yang mereka hadapi. Pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk selalu lekat dengan situasi konkret yang mereka hadapi.

Mengoptimalkan peran mahasiswa

Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda, kini tengah berada di persimpangan antara perjuangan idealisme dan pragmatisme. Jargon sebagai agent of change and social control, kini mulai pudar seiring dengan berjalannya waktu. Kita mengakui bahwa gerakan mahasiswa telah menjadi fenomena penting dalam perubahan politik yang terjadi di Indonesia tahun 1998.

Edward Shill mengkategorikan mahasiswa sebagai lapisan intelektual yang memliki tanggung jawab sosial yang khas. Sementara Samuel Huntington menyebutkan bahwa kaum intelektual di perkotaan merupakan bagian yang mendorong perubahan politik yang disebut reformasi.

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat berpendidikan dan sehari-harinya bergelut dengan pencarian kebenaran dalam kampus melihat kenyataan yang berbeda dalam kehidupan nasionalnya. Kegelisahan kalangan mahasiswa ini kemudian teraktualisasikan dalam aksi-aksi protes yang kemudian mendorong perubahan yang reformatif dalam sistem politik di Indonesia.

Pasca reformasi ini eksistensi mahasiswa menghadapi tantangan berbeda. Globalisasi menuntut kreativitas dan peran mahasiswa yang tidak hanya sekadar berbekal militansi semata. Reoreintasi peran mahasiswa juga patut dikedepankan. Kendati setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, namun peran mahasiswa sebagai agent of change and social control takkan pernah berubah. Karakter pelopor perubahan harus tetap menjiwai diri mahasiswa dan takkan usang walau ditelan zaman.

Rakyat masih memerlukan sentuhan kepedulian mahasiswa. Reformasi yang diteriakkan oleh mahasiswa, bahkan sampai menelan korban jiwa, hingga saat ini belum selesai. Mahasiswa merupakan iron stock bangsa dan negara dimasa depan, sesuai dengan jargon yang kerapkali diutarakan, yakni student now leader tommorow. Oleh karena itu perlu adanya orientasi kembali peran mahasiswa saat ini untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang.

Tak terkecuali ketika kita ingin mengedepankan kearifan lokal melalui dunia pendidikan, maka reorientasi peran mahasiswa menjadi sangat penting. Apalagi, eksistensi mahasiswa pada dasarnya mempunyai empat peran, yakni peran moral, sosial, akademik, dan politik.

Mahasiswa memang tak bisa menafikan terjangan gelombang globalisasi, namun menemukan jati diri yang selama ini menjadi akar dan identitas merupakan peran yang mesti terjaga. Motivasi menggali kearifan lokal bisa jadi merupakan upaya menemukan identitas bangsa yang selama ini selalu berproses.

Baca lanjutannya: Kearifan Lokal danTeknologi dalam Dunia Pendidikan (3)

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.