Ciri-ciri Perempuan yang Mudah Dicerai Suami (3)

 Ciri-ciri Perempuan yang Mudah Dicerai Suami

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Ciri-ciri Perempuan yang Mudah Dicerai Suami 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Dia tidak memiliki empati

Ketika sebuah hubungan belum terjalin dan terbangun, biasanya dua orang yang saling jatuh cinta membutuhkan simpati (rasa ketertarikan atau kecenderungan) untuk kemudian menjalin dan membangun hubungan itu.

Namun ketika hubungan itu telah terjalin dan terbangun, maka yang lebih utama dibutuhkan adalah rasa empati, yakni sikap untuk mau menempatkan diri dalam posisi pasangannya, merasakan sepenuh jiwa menyangkut apa yang mungkin tengah dirasakan oleh pasangannya. Empati adalah kesediaan untuk mau mengerti, memaklumi, sekaligus memahami.

Rumahtangga yang stabil adalah rumahtangga yang diikat dengan tali empati dimana masing-masing suami-istri dapat memaklumi, memahami sekaligus dapat memaafkan tingkah-laku pasangannya jika sang pasangan melakukan suatu kesalahan atau memiliki kekurangan tertentu sewaktu-waktu. Empati adalah sikap untuk tidak menghakimi; empati adalah sikap untuk belajar memahami dan peduli.

Sebaliknya, lawan dari empati adalah egois. Ini adalah sifat yang mementingkan diri sendiri hingga menilai segalanya dari sudut pandangnya sendiri. Tak peduli apapun saja yang terjadi, orang egois akan menilai dari sudut pandangnya sendiri dan tak mau tahu mengapa orang lain melakukan hal semacam itu atau memiliki kekurangan tertentu. Baginya, kalau dia bisa melakukannya, mengapa orang lain tidak bisa? Kalau dia menganggap bahwa itu mudah, mengapa orang lain menganggapnya sulit?

Orang egois seringkali merupakan sosok yang menjengkelkan dan dijauhi di dalam pergaulan, dan perempuan yang egois, yang tidak memiliki rasa empati, adalah salah satu ciri perempuan yang mudah diceraikan suami.

Dia sangat bodoh

Tentu menyenangkan kalau memiliki pasangan yang cerdas, pandai, pintar dan berwawasan luas. Namun tidak selamanya orang seberuntung itu. Ada kalanya dari kita mendapatkan pasangan yang ‘biasa-biasa saja’. Nah, menyangkut bodoh dalam hal ini adalah bodoh yang ‘tidak wajar’. Perempuan yang sangat bodoh hingga bodohnya ‘tidak wajar’ ini adalah salah satu perempuan yang mudah diceraikan suaminya. Apa maksud dari ‘bodoh yang tidak wajar’ itu?

Kalau selama ini kita menganggap bahwa perempuan itu pasti pintar atau setidaknya bisa memasak, maka perempuan ini sama sekali tidak bisa memasak. Kalau selama ini kita meyakini bahwa perempuan sangat tahu bagaimana cara merawat diri, maka perempuan ini sama sekali tidak tahu bagaimana merawat diri.

Kalau selama ini kita menganggap bahwa perempuan itu pasti bisa mengurus rumahtangga, maka perempuan ini sama sekali tidak bisa mengurus rumahtangga. Kalau selama ini kita percaya bahwa perempuan memahami bagaimana menjadi perempuan yang pantas, maka perempuan ini sama sekali tidak tahu bagaimana bersikap dan berbuat untuk menjadi perempuan yang pantas. Daftarnya bisa diperpanjang dan diperpanjang lagi.

So, bodoh dalam hal ini bukanlah kebodohan yang wajar menyangkut intelektualitas atau wawasan atau tingkat kecerdasan, melainkan kebodohan menyangkut sesuatu yang seharusnya dia tahu.

Dia tidak dapat melahirkan

Salah satu tujuan hidup berumahtangga tentu saja adalah untuk memperoleh keturunan; anak yang dilahirkan dari darah dagingnya sendiri. Namun tidak setiap orang beruntung memiliki keturunan dalam kehidupan perkawinannya. Ada perempuan yang ternyata mandul, juga ada lelaki yang ternyata tak bisa membuahi.

Sebagian besar lelaki dapat ‘memaafkan’ istrinya yang mandul, namun sebagian yang lain tak bisa melakukannya dan memilih untuk mencari istri yang baru. Sebagian lelaki masih dapat menerima kekurangan istrinya yang tak dapat melahirkan anak dan kemudian mereka memilih untuk mengadopsi, namun ada sebagian lelaki yang ‘keras kepala’ untuk tetap dapat memiliki keturunan dari darah dagingnya sendiri, tak peduli bagaimana pun caranya.

Kemandulan, meski bukan suatu dosa atau sesuatu yang disengaja, seringkali menjadi alasan lelaki menceraikan istrinya.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.