Ciri-ciri Perempuan Perusak Rumahtangga (2)

Ciri-ciri Perempuan Perusak Rumahtangga

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Ciri-ciri Perempuan Perusak Rumahtangga 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Namun ketika perkawinan mulai memasuki waktu sekian tahun, maka cinta itu pun mulai terkikis dan menipis, dan kasih sayanglah yang kemudian berperan dominan. Sepasang lelaki-perempuan setengah baya, atau bahkan kakek-nenek, yang menjadi pasangan suami-istri tentu saja tidak lagi terbakar oleh api cinta, namun dijaga oleh tali kasih sayang.

Nah, perempuan (istri) yang mulai kehilangan kasih sayang terhadap suaminya adalah seumpama alarm yang mulai berbunyi untuk memberitahukan tanda bahaya. Apabila alarm ini segera ditindaklanjuti, maka bahaya yang mengancam mungkin dapat teratasi. Namun jika alarm itu dibiarkan dan tak diurusi, maka bahaya yang ditandai dengan alarm itu pun bisa terjadi.

Hilangnya kasih sayang dari seorang istri kepada suaminya bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya adalah karena adanya lelaki lain. Dan, tentu saja, jika ini tidak segera diatasi, rumahtangga yang sekuat dan sekokoh apapun akan segera karam dan hancur.

Sekali lagi, hilangnya kasih sayang adalah alarm, dan lebih baik mematikan alarm daripada mematikan api kebakaran.

Dia melemahkan semangat suami

Salah satu alasan seseorang bertahan dalam badai sekuat dan sekeras apapun adalah karena dia memiliki motivasi; memiliki harapan. Dan adanya motivasi serta harapan itu tidak selamanya dilahirkan oleh dirinya sendiri; ada kalanya dan seringkali munculnya motivasi serta harapan itu datang dari orang lain. Dalam kaitannya dengan hubungan suami-istri, maka pihak yang seharusnya tak pernah bosan memberikan motivasi kepada seorang suami adalah istrinya.

Salah satu tugas istri yang tidak tertulis adalah ini; tidak pernah berhenti memotivasi suaminya.

Memotivasi bukan berarti mengompori atau memanasi. Memotivasi adalah menyuntikkan semangat, menumbuhkan harapan, menyemaikan benih ke arah kemajuan—dalam hal apapun.

Istri yang justru lebih senang mencela, merendahkan, atau mengeluhkan apa saja yang telah dan akan dilakukan oleh suaminya (sepanjang berkaitan dengan keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup berumahtangga) adalah istri yang bukan hanya merusak semangat kerja dan gairah hidup suaminya, namun juga sesosok perempuan yang tengah menggali lubang kuburnya sendiri.

Jika hidup tengah mengalami musim dingin, kepada siapa lagi seorang suami menginginkan bara api untuk menghangatkan jiwanya selain kepada istrinya…?

Dia membuat suami cemburu

Kalau hilangnya kasih sayang bisa berarti banyak hal dan banyak penyebab, maka membuat suami cemburu biasanya dikarenakan satu hal, yakni karena sang istri tidak bisa menjaga perasaan suaminya.

Kadangkala ada tipe-tipe perempuan tertentu yang memang begitu terbuka dan sangat akrab dengan orang-orang dalam lingkungan pergaulannya, baik sesama jenis maupun lawan jenis. Namun ketika seorang perempuan telah berumahtangga dan telah memiliki suami, tentu saja dia harus mulai bisa dan memahami untuk mulai membatasi diri.

Tingkat kecemburuan seorang lelaki terhadap pasangannya (istrinya) memang beragam dan tidak dapat dipastikan ukurannya. Namun setiap perempuan tentu saja (dan seharusnya) tahu seberapa besar tingkat kecemburuan suaminya, untuk kemudian menjadikannya sebagai semacam batas untuk tidak dilangkahi. Sebagaimana tanda verbodden yang menjadi rambu dilarang memasuki suatu wilayah tertentu, batas kecemburuan suami adalah rambu yang harus membuat seorang istri memahami untuk juga berhenti.

Perempuan yang tahu bagaimana menjaga perasaan suaminya adalah perempuan yang memahami bagaimana melanggengkan sebuah hubungan rumahtangga. Namun perempuan yang tak tahu diri dan tak peduli meski melewati batas kecemburuan suaminya, maka itu tak ubahnya seperti orang yang berkendaraan dan menerobos tanda verbodden di jalan raya; dia mungkin saja mendapatkan tilang, atau mengalami kecelakaan.

Baca lanjutannya: Ciri-ciri Perempuan Perusak Rumahtangga (3)

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.