Ciri-ciri Perempuan Murahan

Ciri-ciri Perempuan Murahan

BIBLIOTIKA - Kesannya, istilah ‘perempuan murahan’ ini adalah istilah yang tidak menghargai untuk kaum perempuan. Namun sayangnya ada sosok-sosok perempuan yang memang benar-benar tak bisa menghargai dirinya sendiri hingga kemudian dicap sebagai perempuan murahan.

Tidak selamanya apa yang disebut sebagai ‘perempuan murahan’ itu adalah perempuan hina yang hidup di kolong jembatan—bisa saja ‘perempuan murahan’ itu biasa naik mobil mewah dan hidup di dalam istana model terbaru. Meskipun istilah ‘perempuan mahal’ terkadang juga disebutkan, namun ‘perempuan murahan’ selalu lebih populer. Berikut ini adalah ciri-cirinya…

Dia terbiasa mengumbar janji

Mengumbar janji tentu saja berbeda dengan banyak janji. Banyak janji menyiratkan sosok perempuan yang sibuk, namun mengumbar janji menyiratkan perempuan yang sangat suka berjanji namun tak ada jaminan apakah dia akan menepatinya ataukah tidak. Ini adalah tipe perempuan perayu, khususnya merayu lawan jenisnya, dan suka menggunakan segala cara untuk meraih tujuannya.

Biasanya, perempuan ini adalah jenis perempuan yang kurang pandai, namun pintar berkata-kata. Dia tahu bagaimana cara menutupi kekurangannya (baca: kebodohannya) dengan kata-kata manis dari mulutnya. Ini adalah jenis perempuan yang seperti ular berbisa namun sanggup menyatakan bahwa semburannya adalah madu.

Dia tak peduli meninggalkan keluarganya

Tentu saja perempuan memiliki hak untuk meninggalkan keluarganya, entah untuk mengerjakan suatu urusan di luar negeri, atau untuk menemui kerabatnya di luar kota. Namun yang dimaksud di sini adalah perempuan yang tidak peduli meninggalkan keluarganya untuk tujuan apapun yang diinginkannya—tak peduli apakah tujuan itu wajar ataukah tidak. (Perhatikan kata “tidak peduli” pada kalimat ini).

Ini adalah jenis perempuan yang menganggap keluarga hanya sebagai sesuatu yang bersifat ‘sampingan’ dalam hidupnya. Suami, anak-anak, bukanlah hal penting bagi dirinya. Dunianya sendiri dan kesibukannya sendirilah yang paling penting, dan dia tak pernah peduli untuk meninggalkan keluarganya kalau itu berkenaan dengan urusannya.

Dia menyukai keluar malam

Sekali lagi, keluar pada waktu malam tentu saja merupakan sesuatu yang umum pada kehidupan seorang perempuan, khususnya perempuan yang hidup pada jaman sekarang ini. Ada kalanya seorang perempuan harus keluar malam hari untuk membeli sesuatu, mengurus sesuatu, atau bisa pula karena dia bekerja pada malam hari.

Nah, yang dimaksud di sini adalah perempuan yang suka keluar malam (perhatikan kata ‘suka’ dalam kalimat ini). Jadi, baginya, keluar malam bukanlah karena kebutuhan tetapi karena kesenangan.

Perempuan yang suka keluar malam ini biasanya adalah tipe perempuan  yang mudah mendapatkan pasangan karena dia memang mudah ditaklukkan oleh lawan jenisnya. Namun, selain dia mudah ditaklukkan, dia juga seringkali mudah melepaskan pasangannya. Yang paling diinginkan oleh perempuan ini bukanlah pasangan, melainkan kesenangan.

Dia ‘terlalu’ perempuan

Mungkin maksud dari istilah ini kurang dapat ditangkap maksudnya. Nah, perempuan yang ‘terlalu perempuan’ yang dimaksud di sini adalah perempuan yang melebihi tabiat dan karakter perempuan pada umumnya.

Jadi, kalau perempuan kebanyakan menganggap bahwa kecantikan itu adalah penting, maka perempuan jenis ini menganggap kecantikan sebagai ‘sangat-sangat-sangat penting sekali’.

Kalau perempuan pada umumnya menyukai belanja, maka perempuan ini adalah sosok yang ‘tergila-gila’ pada belanja.

Kalau perempuan lainnya menyukai ngerumpi dan bergosip, maka perempuan ini menganggap ngerumpi dan bergosip adalah makanan pokok yang tidak boleh ketinggalan setiap harinya.

Kalau perempuan pada umumnya menyukai perhiasan dan kemewahan, maka perempuan jenis ini rela melakukan apapun demi perhiasan dan kemewahan. Pendeknya dia adalah tipe perempuan yang lebih dari ‘sekedar’ perempuan—dia ‘terlalu’ perempuan.

Nah, Anda sudah mendapat bayangan tentang sosok perempuan yang satu ini, kan? Oh ya, kalau umumnya perempuan menyukai acara arisan, maka perempuan dari jenis ini menganggap arisan sebagai ibadah yang menjadi kewajiban.

Dia ‘tidak seperti’ perempuan

Yang dimaksud di sini adalah dia tidak seperti perempuan pada umumnya. Kalau kebanyakan perempuan menginginkan mendapatkan pasangan yang baik, berkeluarga, memiliki anak-anak dan membina hidup berumahtangga yang bahagia, maka perempuan dari jenis ini tidak seperti itu. Yang paling besar—bahkan yang terbesar—dalam pikirannya adalah kemewahan pribadi, kesenangan pribadi, dan kebebasan pribadi.

Dia bukanlah sosok yang keibuan karena mungkin dia sama sekali tak pernah membayangkan untuk memiliki anak-anak. Dia juga tidak terkesan sebagai perempuan yang membutuhkan pasangan karena baginya kebebasan adalah nomor satu, dan dia tak peduli kalau keinginannya untuk bebas itu harus merusakkan dirinya sendiri.

Dia mengukur segalanya dengan uang

Konon, perempuan yang materialistis itu lumrah dan wajar karena secara psikologis perempuan memang memiliki kecenderungan yang lebih besar dibanding lelaki pada hal-hal yang berbau materi.

Namun yang dimaksud di sini adalah perempuan yang mengukur segala-galanya dari dan dengan uang semata. Aturan mainnya adalah; “kalau kau mencintaiku, berapa banyak uangmu? Kalau kau ingin mendapatkan cintaku, berapa banyak yang akan kau berikan untukku? Kalau kau ingin mendapatkan kebahagiaan dariku, sebesar dan sebanyak apa yang akan kau jadikan imbalan untuk kesenanganku?”

Tipe perempuan ini adalah tipe perempuan yang tidak bagus untuk dipilih menjadi pasangan tetap (istri) untuk membangun keluarga, karena biasanya perempuan jenis ini pun bukanlah sosok perempuan yang pandai membina hubungan rumahtangga.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.