Kepribadian Perempuan di Balik Bentuk Betis

Kepribadian Perempuan di Balik Bentuk Betis

BIBLIOTIKA - Organ tubuh yang satu ini terletak di bagian bawah, namun bukan berarti keberadaannya tidak penting atau tak menarik perhatian orang lain. Betis bagi seorang perempuan tetap merupakan bagian yang perlu diperhatikan dan juga dirawat dengan baik karena diyakini bahwa itu merupakan salah satu daya tarik. Bahkan legenda pun menceritakan kalau Ken Arok jatuh cinta kepada Ken Dedes karena keindahan betis Ken Dedes yang, konon, menyala atau bercahaya.

Nah, berikut ini adalah ulasan menyangkut keindahan betis perempuan dan rahasia dari perempuan pemiliknya…

Perempuan dengan betis yang panjang

Tentu saja betis yang panjang biasanya dimiliki oleh para perempuan yang memiliki postur tubuh tinggi. Biasanya pula, perempuan yang memiliki bentuk betis yang panjang ini merupakan sosok yang enak dilihat ketika berjalan, semacam profil para pragawati. Dia pun biasanya merupakan figur yang menyenangkan pandangan dalam busana apapun.

Nah, perempuan dengan betis yang panjang ini biasanya memiliki karakter yang anggun, namun juga egois dan cenderung angkuh. Dia adalah tipe perempuan yang tahu bagaimana menilai dirinya sendiri—dan dia memiliki kecenderungan untuk menilai dirinya terlalu tinggi. Akibatnya dia mudah menyepelekan orang lain (dalam hal ini lawan jenisnya) dan menganggap bahwa dirinya adalah segalanya.

Karenanya pula, dia pun bukan tipe perempuan yang mudah jatuh dalam pesona seorang lelaki. Kalau selama ini para lelaki menganggap bahwa perempuan akan jatuh dan dapat ditundukkan dengan wajah yang tampan atau uang yang melimpah, maka si betis panjang tidak begitu. Sesuatu yang justru mudah untuk meluluhkan hati perempuan dengan betis panjang ini biasanya adalah kata-kata yang indah.

Ya, sebagaimana yang telah disebutkan di atas tadi, perempuan ini adalah sosok yang cenderung menilai dirinya sebagai yang terindah. Karenanya dia akan mudah jatuh ketika mendengar ucapan yang cenderung memuji keindahannya atau sanjungan indah yang meninggikan dirinya. Kepada kata-kata rayuan semacam ini, si betis panjang akan mudah takluk dan tunduk.

Perempuan dengan betis yang sedang

Bentuk betisnya tidak panjang, tidak pendek, tidak besar, juga tidak kecil. Ukurannya sedang-sedang saja, biasanya sesuai dengan proporsi tubuhnya.

Sebagaimana bentuk betisnya yang biasa-biasa saja, maka perempuan pemiliknya pun terkesan sebagai perempuan yang juga biasa-biasa saja. Namun jangan salah sangka, di balik kesan biasa-biasa saja yang biasa ditampakkannya, perempuan dengan betis sedang ini menyimpan otak yang cerdas dan pemikiran yang hebat.

Sebagaimana kebanyakan sosok cerdas lainnya (yang benar-benar cerdas dan bukannya sok cerdas), perempuan ini pun tidak biasa mengumbar kecerdasan atau kepintarannya—ia justru terkesan menyimpannya dan hanya menunjukkannya jika memang diperlukan. Masalah apapun yang mungkin berat bagi orang lain akan menjadi ringan ketika dia yang menanganinya. Jika dia memberikan saran, maka orang perlu mendengarkan sarannya—karena biasanya sarannya itu mengandung kebaikan.

Sebagaimana juga umumnya tipikal orang-orang cerdas, perempuan dengan betis sedang ini juga merupakan sosok yang keras dalam pendirian dan keras dalam bersikap. Jika dia telah memutuskan sesuatu untuk dirinya, maka hampir bisa dikatakan tidak ada apapun yang dapat mengubahnya.

Dia tidak mudah terpengaruh, tidak gampang diombang-ambingkan oleh sesuatu, dan emosinya bisa dikatakan benar-benar stabil—suatu khas yang jarang dimiliki oleh perempuan lain.

Perempuan dengan betis yang pendek

Yang biasanya terjadi pada perempuan dengan betis yang pendek adalah emosinya yang labil, mudah terpengaruh oleh sesuatu dan hampir bisa dikatakan tidak memiliki pendirian dan sikap yang tetap. Dia bukan tipe perempuan cerdas atau pintar, dia lebih cenderung merupakan sosok perempuan yang ‘biasa-biasa saja’ dengan kapasitas otak yang juga sama biasanya.

Yang agak mengkhawatirkan dari sosok perempuan yang satu ini adalah kecenderungannya yang mudah merasa iri pada sesuatu atau seseorang yang dianggapnya lebih dari dirinya. Dia mudah merasa dengki, dan sebagai akibatnya, dia pun jadi mudah merasa gelisah tanpa sebab yang jelas.

Perempuan dengan betis yang pendek juga memiliki tingkat gairah yang labil, dalam arti bahwa sewaktu-waktu dia sangat sulit dibangkitkan gairahnya, namun pada waktu-waktu yang lain dia memiliki tingkat gairah yang besar hingga meledak-ledak dan sulit dikendalikan. Dan ketika hal semacam itu terjadi, bahkan dirinya sendiri pun tak mampu mengendalikannya.

Perempuan dengan betis yang berbulu

Ciri ini diyakini sebagai perempuan yang memiliki aura sebagai pembawa keberuntungan. Seperti Raja Midas yang terkenal dalam legenda itu, maka perempuan dengan betis yang berbulu ini pun seolah memiliki tangan yang penuh keberuntungan, dimana segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas dan keuntungan.

Namun, perempuan dengan betis yang berbulu ini bukannya tanpa masalah. Sebaliknya, dia merupakan sosok perempuan yang biasanya menjadi sumber masalah karena hobinya berpetualang dari satu lelaki ke lelaki lainnya. Karenanya, lelaki yang menjadi pasangannya harus siap-siap untuk menahan kecemburuan karena si betis berbulu paling suka menggoda dan mempermainkan lelaki, tak peduli meski dirinya telah memiliki pasangan tetap sekalipun.

Perempuan dengan betis berbulu juga biasanya memiliki tingkat gairah yang besar, bahkan terkesan tak terkendali alias meledak-ledak. Dia juga merupakan sosok yang sangat pemilih—maksudnya dalam hal memilih pasangannya. Jangan mengira kalau kita bisa mendapatkannya hanya dengan modal wajah tampan dan uang yang bertumpuk saja, karena bagi perempuan ini, cinta itu tak jauh berbeda dengan mengocok pemenang arisan. Siapapun bisa mendapatkan—selama nasib tengah memilihnya.

Jika ada sosok perempuan petualang cinta, maka perempuan dengan betis berbulu ini biasanya adalah salah satunya.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.