Berbagai Manfaat Sarapan untuk Kesehatan

  Berbagai Manfaat Sarapan untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Meski kelihatan enteng, banyak orang tak mempedulikan sarapan sebagai bagian menuju hidup sehat. Penelitian menunjukkan orang yang selalu sarapan sebelum memulai aktivitas harian akan berpikir lebih jernih, memiliki lebih banyak energi, dan tak suka mengemil sepanjang siang. Dampaknya, pengendalian berat badan juga makin mudah dilakukan dalam jangka panjang.

Sarapan meningkatkan proses metabolisme tubuh hingga 25 persen. Orang yang sempat sarapan umumnya merasa lebih baik. Sebaliknya, orang yang tidak sarapan cenderung merasa letih, mengantuk, dan mudah terserang demam.

Sarapan yang baik selayaknya menyertakan makanan berkadar protein yang tinggi. Dibanding makanan yang kaya serat seperti buah dan gandum-ganduman (nasi, havermout, oatmeal), protein memberi rasa kenyang lebih lama. Memadukan makanan tinggi protein dan karbohidrat akan memberikan hasil yang lebih maksimum.

Riset membuktikan orang yang sarapan dengan makanan tinggi kadar protein dan karbohidrat akan lebih tahan lapar daripada yang hanya sarapan dengan makanan kaya karbohidrat dan lemak.

Jika tetap memilih karbohidrat, asupan sumber karbohidrat kaya serat lebih baik daripada gandum sosoh. Karena itu, sarapan dengan havermout yang masih berserat lebih mengenyangkan dan menambah energi daripada makan roti atau nasi. Rasa kenyang yang dihasilkan karbohidrat kaya serat akan mengurangi asupan kalori sepanjang hari dan karenanya baik untuk program diet.

Sebagai zat pembangun, protein penting untuk memperbaiki dan menjaga otot dan jaringan penghubung. Protein juga berfungsi menjaga keseimbangan peredaran air dalam tubuh, memproduksi hormon penting dan enzim, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Berapa banyak protein yang dibutuhkan tubuh? Menurut takaran kebutuhan harian berdasarkan Badan Makanan dan Nutrisi AS, orang dewasa membutuhkan setidaknya 40 sampai 60 gram protein sehari. Jika Anda melakukan kerja berat di pagi hari, kebutuhan protein meningkat 25 hingga 50 persen.

Kebutuhan protein harian dapat dipenuhi dengan mengasup jenis kacang-kacangan, ikan, ayam, susu rendah lemak dan tanpa lemak. Untuk sarapan dengan jumlah protein yang memadai, Anda dapat memasukkan sereal dan susu ke dalam menu. Jika tetap ingin makan berat seperti nasi, perbanyak asupan lauk seperti tempe, tahu dan ikan dengan jumlah nasi sedikit saja.

Meski demikian, kelebihan asupan protein justru akan memicu rasa kantuk dan kelelahan yang bisa bertahan sampai sore. Orang yang sarapan kelebihan susu cenderung makan lebih banyak di siang hari.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang sarapan pagi dengan aneka ragam makanan dalam jumlah sedikit dan terus mengemil menjelang makan siang akan cenderung terkena hipertensi, serangan jantung, bahkan masalah berat badan. Jadi, jangan anggap enteng sarapan Anda.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.