Tips-tips Penting Menghadapi Wawancara Kerja

Tips-tips Penting Menghadapi Wawancara Kerja

BIBLIOTIKA - Tidak semua pelamar kerja mendapat panggilan atau undangan wawancara kerja. Biasanya, setelah menerima sekian banyak surat lamaran yang masuk pada suatu lowongan yang ada, pihak perusahaan (melalui divisi HRD atau personalia atau rekrutmen) akan menyaring nama-nama yang sekiranya memiliki kualifikasi yang dibutuhkan dan layak untuk diundang acara wawancara.

Karenanya, ketika kita menerima undangan wawancara dari perusahaan yang kita lamar, yakinlah bahwa kita telah cukup memenuhi kualifikasi yang mereka butuhkan. Kini tinggal mempersiapkan diri dalam menghadapi acara wawancara kerja tersebut dan berharap dapat memberikan jawaban sekaligus penampilan yang mereka harapkan, sehingga kita pun dapat lolos pada tahap ini.

Berikut ini adalah tips-tips yang sangat membantu ketika kita akan menghadapi acara wawancara kerja. Ingat-ingatlah hal-hal berikut ini, dan kita pun bisa berharap acara wawancara itu bisa sukses—dari awal sampai akhir:

Kita harus tahu secara pasti dimana tempat acara wawancara itu akan berlangsung. Jika undangan wawancara disampaikan melalui telepon, jangan lupa untuk menanyakan tempat dilangsungkannya wawancara tersebut. Karena akan menjadi sangat menyedihkan dan merepotkan kalau kita sudah melakukan banyak persiapan namun kemudian kita bingung saat akan datang ke tempat acara wawancara itu.

Jika pihak perusahaan tidak memberitahu jenis pakaian apa yang harus dikenakan pada saat wawancara, maka gunakanlah pakaian yang formal, bersih dan rapi. Hindari penampilan yang terlalu mencolok atau terlalu kumal.

Persiapkan diri untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan dalam acara wawancara dengan jalan banyak belajar mengenai pekerjaan dan perusahaan yang kita lamar.

Sebisa mungkin datanglah sepuluh menit lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan. Jika terpaksa terlambat karena suatu hal (misalnya terganggu di perjalanan karena ban bocor atau hal lain), teleponlah pihak perusahaan atau si pewawancara mengenai hal tersebut, dan janjikan untuk dapat datang segera.

Ketika sampai di kantor perusahaan yang dituju, sapalah satpam atau resepsionis yang kita temui dengan sopan dan ramah.

Apabila kita harus mengisi suatu formulir, maka isilah dengan jelas, lengkap dan rapi.

Ucapkanlah salam (selamat pagi / siang / sore) kepada pewawancara atau para pewawancara, dan jika harus berjabatan tangan, maka jabatlah dengan erat. Erat maksudnya; tidak terlalu keras mencengkeram, tapi juga tidak terlalu lemas seperti orang yang tak punya semangat.

Tetaplah berdiri sampai dipersilakan untuk duduk, lalu duduklah dengan posisi yang sopan, tegak dan seimbang.

Persiapkan surat lamaran dan curriculum vitae (CV) yang telah kita bawa.

Ingatlah nama orang (atau orang-orang) yang mewawancarai kita dengan baik, jangan salah panggil atau tertukar nama.

Lakukan kontak mata yang sopan dengan pewawancara yang tengah berbicara pada kita.

Fokuslah pada pertanyaan yang diajukan dengan cara mendengarkannya dengan benar. (Jangan mendengarkan sambil membayangkan hal-hal lain di luar sana—itu akan terlihat oleh pihak pewawancara).

Tampilkanlah sikap yang antusias dan ketertarikan kita pada jabatan atau pekerjaan yang kita lamar, juga antusiasme terhadap perusahaan yang kita inginkan bisa menjadi tempat kerja kita.

Selama sesi tanya-jawab, gunakanlah bahasa yang sopan dan benar; jangan menggunakan bahasa gaul atau bahasa prokem. Kecuali kalau acara wawancara itu memang meminta kita untuk menunjukkan kemampuan kita dalam menggunakan bahasa tersebut.

Nyatakanlah hal-hal positif yang pernah kita raih (semisal prestasi, penghargaan dan semacamnya).

Tunjukkanlah semangat, antusiasme dan rasa percaya diri yang tinggi namun wajar.

Nyatakanlah hal-hal yang mungkin dapat kita berikan kepada pihak perusahaan (dengan kualifikasi, pengalaman, pengetahuan dan lain-lain yang kita miliki), dan hindari pernyataan mengenai hal-hal yang mungkin dapat diberikan oleh pihak perusahaan kepada kita.

Jawablah setiap pertanyaan dengan baik, dan berikan penjelasan yang rinci sekaligus lengkap pada setiap pertanyaan yang diajukan.

Berbicaralah dengan suara yang cukup, sehingga pihak pewawancara bisa mendengar suara kita. Tidak perlu berteriak atau berbicara dengan lantang, namun juga jangan berbisik atau bergumam.

Ketika pertanyaan dari pewawancara sudah berakhir, cobalah untuk mengajukan pertanyaan yang bermutu seputar pekerjaan yang kita lamar tersebut dan juga tentang perusahaan secara umum.

Akhiri acara wawancara dengan menanyakan apa yang harus kita lakukan selanjutnya.

Ucapkanlah terima kasih kepada si pewawancara atas waktu dan kesempatan yang telah diberikannya untuk kita.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.