Tips Sukses Belajar Matematika

Tips Sukses Belajar Matematika

BIBLIOTIKA - Salah satu mata pelajaran yang sering membuat “takut” adalah matematika. Di kalangan para pelajar seperti ada semacam ungkapan yang menyatakan bahwa guru matematika selalu tidak asyik. Padahal, kenyataan yang sebenarnya terjadi belum tentu seperti itu. Bisa saja guru yang mengajar matematika di sekolah termasuk guru yang asyik, hanya saja materi pelajarannya yang memang cenderung sulit, sehingga murid-murid jadi “alergi” dengan guru tersebut.

Kalau kamu termasuk murid yang pintar dalam matematika, kamu patut bersyukur karena kebanyakan murid yang lain justru merasa sulit mempelajari pelajaran yang satu ini. Nah, kalau kamu kebetulan termasuk murid yang merasa “takut” dengan pelajaran matematika, tip berikut ini akan membantumu untuk dapat sukses belajar matematika.

Tumbuhkan motivasi yang kuat

Seperti yang telah disebut berulang-ulang di muka, segala sesuatu akan dapat dikerjakan dengan baik jika seseorang memiliki motivasi yang kuat atas pekerjaan itu. Begitu pula halnya dengan belajar matematika. Kalau kamu berpikir, “Ah, buat apa sih belajar hitung-hitungan seperti ini?” maka kamu pun akan cenderung malas untuk mempelajarinya.

Karenanya, langkah paling awal untuk dapat sukses belajar matematika adalah dengan menumbuhkan motivasi terlebih dulu. Kamu harus menyadari bahwa pengetahuan atas ilmu hitung atau matematika akan menjadi pengetahuan yang akan terus kamu butuhkan meski kamu sudah lulus dari sekolahmu sekarang. Kalau kamu akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, materi kuliah di perguruan tinggi pun banyak yang melibatkan matematika atau hitung-hitungan, meskipun kamu tidak secara khusus masuk jurusan matematika.

Dengan adanya keyakinan bahwa pengetahuan atas matematika akan menjadi sesuatu yang akan selalu kamu butuhkan, kamu pun menumbuhkan motivasi di dalam dirimu untuk mempelajarinya. Setelah motivasi tumbuh, langkah selanjutnya akan menjadi lebih ringan.

Selalu hadir pada waktu pelajaran

Materi dalam pelajaran matematika biasanya saling terkait antara satu bagian dengan bagian yang lain, meskipun mungkin bab pelajarannya telah berganti. Itu berarti pelajaran hari ini akan menjadi anak tangga untuk memasuki pelajaran besok pagi. Kalau kamu tidak hadir pada satu materi yang diberikan, kamu akan kesulitan untuk dapat memahami materi selanjutnya yang akan diajarkan.

Karenanya, selalulah hadir di kelas ketika pelajaran matematika. Siswa yang merasa kesulitan dengan matematika biasanya akan mencari cara untuk dapat membolos pada waktu pelajaran yang satu ini, mungkin dengan harapan agar terhindar dari satu materi yang terasa memusingkannya.

Tetapi itu langkah yang justru keliru. Semakin dia menghindar, matematika akan menjadi semakin sulit. Sebaliknya, jika dia mau rutin datang di kelas setiap kali materi diberikan, dia akan dapat “mengunyah” pelajaran itu sedikit demi sedikit.

Kamu tidak bisa melewati satu anak tangga untuk dapat naik dengan mudah ke tingkat selanjutnya. Kamu harus melewati satu persatu anak tangga itu secara berurutan. Begitu pula dengan belajar matematika.

Dengarkan keterangan guru, dan bertanyalah

Karena matematika memang termasuk pelajaran sulit, setidaknya lebih sulit dibanding pelajaran yang lain, maka aktivitas mendengarkan dan menyimak keterangan guru di kelas harus ditingkatkan jika tak ingin ketinggalan.

Materi dalam pelajaran matematika disampaikan dengan cara berurutan. Karenanya, jika kamu tidak paham pada satu bagian, kamu tidak akan paham bagian selanjutnya. Untuk itulah kamu harus benar-benar konsentrasi dalam menyimak dan mendengarkan keterangan serta penjelasan guru di depan kelas. Kalau kamu termasuk kesulitan dalam memahami matematika, pindahlah tempat duduk di bangku paling depan agar konsentrasimu semakin tinggi.

Selain itu, jangan segan dan malu untuk bertanya. Ingat, matematika adalah pelajaran yang urut. Jika kamu tidak paham pada materi pelajaran hari ini, kamu juga akan bingung mencerna materi pelajaran yang akan datang. Karena itulah biasakan untuk bertanya kalau kamu memang merasa belum dapat memahaminya.

Percayalah selalu bahwa gurumu tidak akan menertawakan pertanyaanmu, beliau justru akan senang dengan pertanyaanmu, karena itu merupakan tanda kamu serius mempelajari pelajaran itu. Perbedaan antara orang pintar dan orang bodoh selalu diawali dari keberaniannya untuk bertanya.

Selalu kerjakan tugas PR

Matematika tak jauh beda dengan pelajaran lain, sesekali juga memiliki PR yang harus dikerjakan di rumah. Kalau biasanya kamu ogah-ogahan atau malas dalam mengerjakan PR matematika, sekaranglah waktunya untuk mengubah kebiasaan itu. Pahami sajalah bahwa PR itu adalah sarana bagimu untuk latihan dalam mendalami matematika. Tanpa PR, kamu tidak punya kesempatan untuk latihan. Dengan adanya PR, kamu akan jadi punya alasan untuk berlatih.

Dengan adanya PR matematika yang harus dikerjakan, kamu bisa menggunakan PR itu untuk bertanya-tanya pada orang lain yang tahu pelajaran itu, entah kakak atau orang tuamu, atau juga kawan-kawan sekelasmu yang kebetulan pintar dalam matematika. Hal itu akan memberimu kesempatan untuk belajar lagi, untuk semakin memahami materi-materi yang mungkin belum terlalu kamu pahami.

Selain itu, belajar matematika dengan orang yang akrab denganmu, semisal kawan atau kakak, akan membuatmu semakin nyaman dalam bertanya-tanya. Penjelasan mereka pun mungkin akan lebih dapat kamu pahami, karena mereka akan menjelaskan dengan bahasa sehari-hari. PR matematika tidak perlu membuatmu pusing, ia adalah pendorong agar kamu semakin rajin. Karena itu, kerjakanlah PR itu dengan baik dan penuh semangat.

Ulangi pelajaran yang telah diberikan

Dalam hal pelajaran matematika, tidak sedikit siswa yang mengeluh seperti ini, “Aku heran. Sewaktu di dalam kelas, aku merasa paham dengan keterangan yang diberikan. Tapi begitu keluar dari kelas, aku jadi tidak ingat sama sekali.”

Kalau kamu juga merasa mengalami hal semacam itu, kamu bisa mengatasinya dengan cara membaca kembali buku pelajaranmu setelah pulang sekolah. Matematika memang pelajaran yang tak bisa mengandalkan pemahaman semata-mata, tetapi juga ingatan. Sesuatu yang rumit mungkin dapat kamu pahami jika kamu memang menyimak penjelasannya. Tetapi jika itu tidak ditunjang dengan ingatan yang cukup, maka pemahamanmu atas penjelasan itu pun akan cepat sirna.

Karenanya, bukalah kembali buku matematika milikmu, setelah kamu sampai di rumah. Dengan membaca kembali, kamu akan “memanggil” ingatanmu tadi siang saat kamu paham dengan keterangan gurumu di kelas. Jika kamu mau rutin melakukan ini, keluhan seperti di atas pun tidak akan terdengar lagi.

Bermain-main dengan matematika

Jangan anggap matematika sebagai semacam “monster” menakutkan sehingga kamu malah menjauhinya. Anggap saja matematika sebagai kawan yang menyenangkan agar kamu merasa ingin terus mendekatinya. Bagaimana caranya? Cara yang mudah adalah dengan mengubah persepsimu.

Untuk mulai mengubah pemikiranmu atas matematika, kamu bisa memulainya dengan cara bermain-main sesuatu yang menggunakan matematika. Bermain sudoku, misalnya. Sudoku adalah permainan angka yang sangat mengasyikkan, dan biasanya hanya dapat dimainkan jika kamu paham ilmu hitung.

Selain itu, kamu bisa belajar main tebak-tebakan asyik dengan menggunakan matematika. Contohnya seperti ini. Coba, simpanlah satu angka dalam pikiranmu. Kamu bebas memilih angka berapa saja, genap ataupun ganjil, asal bukan nol. Sebut ini sebagai angka awal. Ingat angka itu dalam pikiranmu, tapi jangan katakan pada siapa-siapa.

Setelah kamu menentukan angka awal, kalikan angka itu dengan angka 5. Jika sudah, tambahkan hasil perkalian tersebut dengan angka awal yang tadi kamu pilih. Sudah? Kalau begitu, sekarang hasil penjumlahan itu dibagi dengan angka awal tadi. Nah…saya tahu hasil angkanya. Pasti enam!

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.