Tips Mengatasi Stres Sambil Menghemat Uang

 Tips Mengatasi Stres Sambil Menghemat Uang

BIBLIOTIKA - Dulu, saya mengidap ‘penyakit’ yang aneh ini; saya menjadi gila belanja kalau sedang stres. Seringkali, sesuatu yang menjadi pelarian saya dari keadaan tertekan (entah karena sedih, bingung ataupun stres) adalah belanja dan makan-makan.

Pada awalnya saya tidak menyadari ‘kelainan’ ini sampai saya membaca sebuah artikel kesehatan di koran kalau ternyata ada begitu banyak orang yang memang mengidap hal yang sama; mereka jadi emosional dalam makan atau gila dalam berbelanja ketika sedang stres.

Tentu saja hal semacam ini tidak produktif apalagi positif, dan saya pun kemudian menyadarinya. Perilaku belanja yang berlebihan ketika sedang stres mungkin disebabkan karena si penderita berpikir kalau belanja (maksudnya banyak berbelanja) dapat menghibur kesedihan atau mengurangi stres.

Namun ini tentu perilaku yang impulsif; suatu aktivitas yang tidak didasari dengan kesadaran, sehingga barang yang dibeli dalam aktivitas belanja itu pun cenderung menjadi barang-barang yang sesungguhnya tidak dibutuhkan dan hanya menghambur-hamburkan uang.

Ketika saya sampai pada kesadaran semacam itu, saya memilih cara lain dalam mengatasi tekanan ketika rasa sedih atau stres muncul dalam kehidupan pribadi saya. Alih-alih melarikan perasaan stres ke swalayan dan kemudian berbelanja dan menghambur-hamburkan uang, saya kemudian lebih memilih pergi ke pantai dan menikmati udara segar.

Duduk sendirian dengan sebungkus kacang rebus di tangan sambil menikmati deburan ombak di pantai dan menghayati keheningan ternyata juga dapat meredakan stres saya—dan itu juga menghemat banyak uang.

Anda juga tentu bisa menggunakan cara semacam itu daripada melarikan stres ke swalayan dan kemudian menjadi raja atau ratu belanja. Mungkin Anda bisa memilih cara meditasi, berolahraga ringan, atau mendengarkan musik lembut di kamar. Cara-cara ini tentu saja lebih baik dibanding berbelanja secara emosional atau makan-makan tanpa aturan.

Stres adalah sesuatu yang mau tak mau kadangkala menghinggapi kehidupan pribadi kita. Karenanya, jika stres memang tak dapat kita hilangkan, maka kita bisa berupaya untuk menjinakkannya dengan cara yang positif dibanding melarikan diri darinya dengan cara yang impulsif.

Ketika saya duduk sendirian di pantai karena stres, saya dapat memikirkan dan merenungkan akibat stres saya, dan kemudian saya dapat menemukan jalan keluar untuk mengatasinya. Namun, ketika saya melarikan diri dari stres dengan cara ‘berpura-pura asyik’ belanja, maka penyebab stres itu bukan hanya tidak memiliki jalan keluar, namun juga menjadikannya berharga mahal.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.