Tips Mengamankan Handphone di Kendaraan Umum

Tips Mengamankan Handphone di Kendaraan Umum

BIBLIOTIKA - Masyarakat kini sudah mengetahui benar bahwa handphone adalah barang incaran para penjahat. Apalagi menjelang hari besar seperti hari Lebaran, Natal dan tahun baru. Para pengutil saat ini sedang menanti kelengahan Anda. Tidak hanya di tempat-tempat perbelanjaan, di kendaraan umum pun para pemilik handphone juga harus ekstra hati-hati.

Jadi ada baiknya mengetahui bagaimana menjaga handphone dari tangan-tangan jahil. Berikut beberapa tips menghindari kehilangan handphone di kendaraan umum seperti di kereta rel listrik (khususnya untuk daerah Jabodetabek), bus kota dan mikrolet.

Bila di kereta api:

Hindari berdesak-desakan. Biasanya saat ramai di kendaraan itu adalah pada jam-jam berangkat kerja atau pulang kerja dari beragam stasiun di Jabodetabek. Usahakan tidak ikut berdesak-desakan di satu pintu saat naik atau turun. Sebaiknya cari pintu lain yang longgar atau naiklah saat terakhir. Soalnya, saat itu adalah kesempatan para pencopet untuk mengambil barang penumpang.

Jangan menyimpan handphone dengan tas atau ransel (backpack). Bila menyimpannya di situ, sebaiknya cangklonglah tas atau ransel itu dengan menaruhnya di depan untuk keamanan.

Waspadai jika menaruh handphone di kantung celana panjang (untuk pria). Dari pengalaman, celana dengan bahan kain yang longgar lebih mudah dicopet daripada celana jins yang ketat. Meski begitu, waspada selalu jika ada orang yang terus mendesak-desak Anda. Siapa tahu ada yang iseng mengutil handphone Anda.

Bila di bus kota:

Di bus kota relatif sama saja dengan di KRL, cuma tidak berhenti di setiap stasiun. Usahakan tetap waspada saat berdesak-desakan ketika naik atau turun atau berada di tengah. Sering saat itu dimanfaatkan oleh para tangan jahil karena konsentrasi terpecah untuk mencari tempat luang dan melupakan barang bawaan seperti handphone ini.

Waspada jika ada penumpang sekali naik berombongan antara 5 sampai 9 orang. Anda mesti waspada jika dipepet terus oleh penumpang lain, sementara yang lainnya mengajak ngobrol.

Bila di mikrolet atau bus kota:

Di mikrolet, semua penumpang memperoleh tempat duduk. Cuma untuk posisinya lihat-lihat situasi. Paling tidak, duduk di dekat pintu relatif aman meski tidak selalu begitu. Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, usahakan tidak menonjolkan kalau Anda menyimpan handphone di kantong. Lebih amannya, ‘sembunyikan’ saja di tas.

Posisi seperti deretan bangku belakang bis kota merupakan posisi yang seringkali menjadi incaran para penodong. Selain itu, dalam bis-bis AC yang kadang sepi penumpang, target sasaran para penodong ini biasanya orang-orang yang duduk sendirian dekat jendela bangku untuk tiga orang. Usahakan untuk tidak berada pada posisi seperti itu, kecuali Anda beramai-ramai.

Lebih dari itu semua, jangan menggunakan handphone di sembarang tempat, khususnya di daerah yang rawan kejahatan. Bila Anda sedang berada di daerah yang rawan, sebaiknya jangan melakukan percakapan melalui handphone. Ubah nada dering handphone ke mode getar ketika akan naik kendaraan umum atau di daerah rawan.

Hal ini dimaksudkan agar ketika ada telepon masuk, tak ada yang tahu tentang keberadaan handphone Anda kecuali diri Anda sendiri, sehingga tidak memancing perhatian para penjahat yang berkeliaran dimana-mana.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.