Tips Membiasakan Kebiasaan Baru

Tips Membiasakan Kebiasaan Baru

BIBLIOTIKA - Di dalam hukum manajemen, bisnis yang sukses dimulai dengan rencana yang sukses. Rencana yang baik itu separuh dari nyawa kesuksesan—dalam hal apa saja. Karenanya, kalau tujuan kita adalah menjadi berkelimpahan uang dan rencananya adalah dengan melakukan penghematan yang rasional, maka rencanakanlah itu dengan baik dan dengan matang.

Lakukan evaluasi terhadap apa yang telah terbiasa Anda lakukan sehari-hari, kemudian lihatlah bagian-bagian mana saja yang dapat dipangkas, dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali. Seringkali orang menjalani hidup dengan memubazirkan sesuatu tanpa menyadarinya, entah memubazirkan uang, memubazirkan waktu, ataupun memubazirkan tenaga.

Karenanya, di sinilah perlunya evaluasi untuk meneliti kembali bagian-bagian mana saja dari aktivitas hidup Anda yang mungkin sepertinya penting namun sesungguhnya dapat ditinggalkan.

Ketika masih kuliah dulu, saya memiliki kawan wanita yang pernah menjadi pecandu sinetron, dan sangat menggilai sebuah tayangan sinetron di televisi. Setiap malam, setiap kali sinetron itu ditayangkan, kawan saya ini rela meninggalkan acara apapun demi untuk bisa menyaksikan sinetron itu. Dia menganggap sinetron tersebut sebagai sesuatu yang amat penting bagi hidupnya, dan dia pun sepertinya merasa tak dapat hidup dengan baik lagi kalau sampai tertinggal satu episode dari sinetron itu.

Sampai kemudian masa KKN (Kuliah Kerja Nyata) tiba, dan kawan saya ini mendapat tugas di sebuah desa yang cukup terpencil. Selama tiga bulan berada di desa untuk KKN itu, teman saya ini sangat kesulitan untuk dapat menonton sinetron kesayangannya karena televisi masih amat jarang di daerah itu.

Pada awalnya dia merasa seperti akan mati gara-gara tak bisa menonton sinetron tersebut, namun seiring dengan berlalunya hari, dia pun dapat menjalani kenyataan itu dengan baik, dan kemudian menyadari bahwa dia pun tetap dapat hidup dengan baik tanpa harus menonton sinetron itu.

Kita hidup berdasarkan kebiasaan. Dan kebiasaan itu bukanlah sesuatu yang alami; kebiasaan adalah sesuatu yang dibentuk. Karenanya, bagaimana hidup kita tergantung pada kebiasaan yang kita bentuk dalam hidup kita sendiri.

Tidak ada orang yang dilahirkan dengan kebiasaan menonton televisi atau kebiasaan-kebiasaan lainnya; diri kita sendirilah yang membentuk kebiasaan itu. Dan kebiasaan-kebiasaan yang kita bentuk itu tidak selamanya bersifat positif. Terkadang juga negatif, atau setidaknya remang-remang (tidak jelas positif atau negatifnya).

Kinilah saatnya untuk meninjau dan mengevaluasi kembali, untuk melihat di bagian manakah hidup kita mengalami pemborosan yang sia-sia; baik pemborosan tenaga, pemborosan waktu, ataupun pemborosan uang. Setelah itu, kita bisa mulai belajar membentuk kebiasaan baru yang lebih positif, yakni kebiasaan untuk menjalani hidup secara lebih baik, lebih hemat dan lebih positif.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.