Tips Hemat Menggunakan Kartu Kredit

Tips Hemat Menggunakan Kartu Kredit

BIBLIOTIKA - Robert Kiyosaki, salah seorang pakar finansial yang sangat terkenal saat ini, dengan sinis menyatakan bahwa jika Anda ingin menjadi kaya, maka salah satu caranya adalah segera menggunting kartu kredit Anda sehingga Anda tak bisa lagi menggunakannya. Mungkin, yang menjadi dasar pernyataan Kiyosaki itu adalah karena kartu kredit dianggap menjadi salah satu ‘biang keladi’ dari tindak pemborosan yang biasa dilakukan orang ketika berbelanja.

Memang, orang seringkali menjadi lupa diri kalau sudah berbekal kartu kredit. Dan bagaimana mereka tidak lupa diri? Di pusat-pusat perbelanjaan, kartu plastik itu benar-benar seperti memiliki kekuatan sihir. Dengan sekeping kartu kredit, Anda tidak perlu membawa uang, bahkan Anda tidak perlu memiliki uang untuk membeli sesuatu. Cukup sodorkan kartu kecil itu kepada petugas di bagian kasir, maka pembelian Anda pun akan dianggap sah. Begitu mudah, begitu simpel, begitu praktis—suatu ciri khas orang jaman sekarang yang memang menginginkan segalanya dengan instan.

Namun ‘urusan’ menyangkut kartu kredit bukanlah sesuatu yang instan. Salah satu syarat untuk dapat memilikinya, Anda harus memiliki penghasilan perbulan yang cukup, dengan standar jumlah yang telah ditetapkan oleh si penerbit kartu kredit. Karenanya, meskipun mungkin memiliki kemampuan seperti sihir, namun kartu kredit bukanlah kartu sihir; ia adalah kartu yang menjadi penanda hutang kita. Kalau mau menggunakan istilah yang lebih kasar, maka kartu kredit adalah kartu hutang.

Tetapi hakikat seperti ini seringkali tidak disadari atau tak mau disadari oleh para pemegang dan pengguna kartu kredit. Mereka lebih sering memperlakukan kartu kredit sebagai kartu sihir dibanding kartu hutang. Akibatnya, bukan hanya jumlah barang atau jumlah pembelian mereka yang bertambah, namun juga hutang mereka ikut bertambah.

Berbeda dengan kartu debit yang mendebet secara otomatis atas rekening kita setiap kali kita menggunakannya untuk transaksi pembelian, maka kartu kredit akan menjumlahkan hutang kita setiap kali kita menggunakannya untuk membeli sesuatu. Semakin banyak transaksi yang kita lakukan, maka semakin banyak pula jumlah hutang yang terhitung dan terkumpul. Dan hutang ini tentu saja tidak gratis; kita harus membayarnya, wajib melunasinya, plus membayar bunga kreditnya.

Perilaku penggunaan kartu kredit ini terkadang diperparah lagi dengan adanya penggunaan kartu kredit yang lebih dari satu. Setidaknya ada tiga alasan mengapa orang menggunakan kartu kredit lebih dari satu. Pertama; karena merasa memiliki penghasilan yang cukup untuk menggunakan beberapa buah kartu kredit dari bank penerbit yang berbeda.

Kedua; karena setiap kartu kredit memiliki batas nominal kredit yang tak dapat dilanggar, dan orang merasa bahwa jumlah belanja bulanannya lebih besar dibanding dari jumlah overlimit atau batas maksimal setiap kartu kreditnya. Ketiga; ini alasan yang kurang ilmiah, yakni karena orang sudah ‘kecanduan’ pada kartu kredit.

Namun apapun alasannya, penggunaan kartu kredit yang banyak atau lebih dari satu tentu saja akan membuat kita terus-menerus berlomba dalam ‘kejar-kejaran tikus’, kalau mau menggunakan istilah Robert Kiyosaki. Rotasinya seperti ini; kita memiliki kartu kredit atau beberapa kartu kredit.

Kepemilikan atas kartu kredit itu dibebani dengan bunga kredit. Karena kita merasa memilikinya, maka kita pun punya hak untuk menggunakannya. Jadi kita pun menggunakannya dan memuaskan hasrat kita dalam berbelanja. Kemudian kita harus membayar kredit-kredit itu dari penghasilan kita dan juga melunasi bunga kreditnya. Lalu bulan depan hal itu diulangi lagi, dan lagi, dan lagi…

Karenanya, tidak heran kalau Robert Kiyosaki kemudian menyatakan bahwa jika Anda ingin kaya, maka Anda harus menggunting kartu kredit Anda agar tidak bisa lagi menggunakannya. Nah, saya tidak menyarankan hal yang seekstrim itu. Anda tidak perlu menggunting kartu kredit Anda, khususnya kalau Anda memang merasa membutuhkannya. Namun, mengoleksi kartu kredit sama saja dengan mengoleksi hutang. Karenanya, kalau satu hutang saja sudah mendatangkan beban, mengapa harus mengoleksi banyak hutang…?

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.