Tips Dasar untuk Sukses Belajar

 Tips Dasar untuk Sukses Belajar

BIBLIOTIKA - Sukses dalam proses pendidikan sebagian besarnya ditentukan oleh kesuksesan dalam proses belajar. Proses belajar ini seringkali tidak hanya melibatkan diri sendiri, melainkan juga melibatkan pihak-pihak lain, bisa saja teman, keluarga, guru atau dosen, dan lain-lainnya. Jika semuanya itu dapat dihadapi dengan baik, maka proses belajar pun akan menjadi semakin efektif yang akhirnya memberikan kesuksesan.

Berikut ini adalah tips dasar dalam upaya untuk bisa sukses dalam belajar, sehingga pendidikan yang kita tempuh juga akan ikut sukses pula.

Bertanggung jawab atas diri sendiri

Bertanggung jawab atas diri sendiri menjadi dasar dari sikap sukses, karena Anda tidak bisa mengharapkan kesuksesan apapun jika Anda tidak bisa bertanggung jawab pada diri sendiri atau atas diri sendiri.

Tanggung jawab merupakan tolak ukur sederhana di mana Anda sudah mulai berusaha untuk menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber yang terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.

Ketika Anda sudah menempatkan tanggung jawab sebagai hal penting bagi Anda sendiri, maka Anda telah siap untuk menjalani apa saja dengan sikap yang dewasa dan penuh tanggung jawab. Ketika Anda gagal, Anda tidak akan menyalahkan siapapun. Begitu pula, ketika Anda sukses, kesukesan itu pun terbangun di atas fondasi yang kokoh.

Tentukanlah prioritas dan tujuan

Ketika Anda telah menempatkan tanggung jawab di pundak Anda sendiri, maka Anda pun akan mulai bisa melihat kemana sesungguhnya tujuan yang ingin Anda capai, puncak mana yang sesungguhnya ingin Anda daki.

Orang tidak bisa berjalan dengan benar jika tidak memiliki tujuan yang jelas. Begitu pun, hidup akan dijalani dengan tanpa tujuan jika orang tidak memiliki prioritas. Karenanya, setelah Anda mengenali prioritas yang menjadi tujuan Anda, maka Anda pun akan dapat menjalani hidup secara lebih terarah, Anda dapat menggunakan waktu, energi, tenaga dan sumber daya yang Anda miliki untuk tujuan dan prioritas itu.

Kerjakanlah yang terpenting lebih dulu

Ketika prioritas telah jelas dan tujuan telah ditentukan, maka Anda pun telah siap pula untuk menentukan mana yang penting dan mana yang tidak bagi diri dan hidup Anda. Pada tahap ini, Anda mulai bisa mengenali mana-mana yang penting dan perlu dikerjakan, serta mana-mana yang tidak atau kurang penting sehingga dapat ditinggalkan atau ditunda.

Lebih dari itu, setelah Anda dapat menentukan mana yang penting bagi diri dan hidup Anda, maka Anda pun akan dapat menolak tekanan yang mungkin muncul dari pihak lain, entah teman, lingkungan atau bahkan orangtua, dalam hal menentukan prioritas dalam hidup.

Ketika Anda telah memiliki sebuah tujuan atau prioritas dalam hidup, Anda pun akan dapat memilah dan memilih mana yang penting dan mana yang tidak atau kurang penting. Setiap kali akan melakukan sesuatu, Anda dapat bertanya pada diri sendiri, “Apakah ini akan mendukung tujuan hidupku?” Dan jika jawabannya ya, maka Anda pun bisa melakukannya. Sebaliknya, jika jawabannya tidak, maka Anda pun bisa menunda atau meninggalkannya.

Letakkan diri Anda pada situasi ‘co-opetition’

Co-opetition merupakan gabungan dari kata cooperation atau kerjasama, dan competition atau persaingan. Situasi yang disebut sebagai co-opetition adalah situasi dimana Anda dapat meletakkan diri dengan baik di antara teman-teman Anda; sebagai partner atau sahabat, sekaligus juga sebagai lawan atau saingan. Ini adalah situasi yang akan menumbuhkan prestasi Anda—karena sifatnya yang merupakan perpaduan antara persaingan dan kerjasama.

Jadi, selain menjadikan teman sebagai orang-orang yang membantu dalam belajar bersama dan sebagai tempat untuk memberikan masukan atau ide baru dalam mengerjakan tugas, Anda juga bisa sekaligus menempatkan teman sebagai saingan di dalam proses belajar—khususnya di kelas atau di kampus. Dengan sistem pemikiran seperti ini, Anda pun akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik dalam prestasi.

Pahami lebih dulu, baru minta dipahami

Banyak orang yang meminta agar dipahami, tetapi jarang sekali yang mau memahami orang lain terlebih dulu. Meminta dipahami tanpa mau terlebih dulu memahami adalah tindakan yang tidak efektif, karena hasilnya belum tentu sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam proses belajar dengan tujuan agar sukses, Anda juga perlu belajar memahami terlebih dulu sebelum minta dipahami—khususnya ketika Anda berhubungan dengan orang lain.

Seperti yang telah disebutkan di awal bab ini, proses belajar tidak hanya melibatkan diri sendiri, melainkan juga melibatkan orang lain, entah guru atau dosen, teman atau lingkungan, atau bahkan anggota keluarga.

Ketika belajar di rumah, misalnya, Anda bisa saja terganggu ketika keluarga Anda menyetel televisi dengan volume keras-keras. Jika Anda hanya meminta dipahami mereka tanpa mau terlebih dulu memahami, bisa jadi Anda akan marah-marah dan meminta keluarga Anda agar mengecilkan volume televisi. Tetapi langkah seperti ini belum tentu efektif—karena bisa saja keluarga Anda akan menentang keinginan Anda.

Nah, untuk sukses dalam kasus semacam ini, praktekkanlah upaya untuk memahami terlebih dulu sebelum minta dipahami. Bagaimana caranya? Tempatkanlah diri Anda pada posisi keluarga Anda, lalu bayangkan apa atau bagaimana sekiranya agar mereka mau mengecilkan volume televisi, sehingga ketika Anda memintanya, mereka pun mau melakukannya.

Cari dan temukan solusi yang terbaik

Proses belajar adalah proses yang terus berkembang. Dalam arti, kita tidak bisa mengandalkan suatu cara atau kebiasaan saja dalam hal itu. Ada kalanya kita bisa belajar dengan baik dengan cara membacanya saja. Namun, ada kalanya pula kita tidak bisa memahami suatu materi tertentu hanya dengan cara itu. Materi-materi yang banyak melibatkan angka, misalnya, biasanya cukup sulit dipelajari hanya dengan membaca saja.

Ketika menghadapi hal semacam itu, cobalah untuk mencari dan menemukan solusi yang terbaik dalam mempelajarinya. Jika dengan membaca Anda merasa tidak dapat memahami isi materinya, Anda bisa mencoba meminta teman untuk menjelaskannya, atau Anda bisa menanyakannya kepada guru atau dosen Anda. Intinya, kreatiflah. Cari dan temukan solusi yang paling baik demi kesuksesan proses belajar Anda.

Tantanglah diri sendiri untuk terus berkembang

Jangan pernah berhenti dalam upaya mengembangkan diri. Seperti yang disebutkan di atas, belajar adalah proses yang terus berjalan dan tidak berhenti di satu titik. Anda harus terus menantang diri Anda sendiri untuk terus menemukan cara-cara atau upaya-upaya lain agar proses belajar Anda menjadi semakin baik dan mengasyikkan.

Selain itu, dengan menantang diri sendiri, Anda akan terus terpacu untuk maju, untuk menemukan ide-ide baru, sekaligus untuk menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Tidak ada kata berhenti dalam proses belajar!

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.