Tips Belajar untuk Persiapan Ujian (2)

Tips Belajar untuk Persiapan Ujian

BIBLIOTIKA - Untuk perencanaan waktu, kamu tidak perlu menganggarkan lima jam sekaligus setiap malam untuk belajar. Kalau memang kamu berencana untuk belajar sampai lima jam dalam sehari, kamu bisa memecah-mecah waktu lima jam itu, sehingga kamu tidak cepat menjadi bosan saat belajar. Misalnya, kamu bisa membuat jadwal seperti berikut; satu jam setelah pulang sekolah, satu jam lagi di sore hari, dua jam di waktu malam, dan satu jam lagi ketika akan berangkat sekolah di pagi hari.

Dengan adanya perencanaan waktu yang baik seperti itu, kamu akan terus bergairah belajar, karena kamu hanya belajar dalam waktu sedikit-sedikit. Tetapi kamu juga harus berdisiplin dalam mematuhi jadwal itu. Meskipun acara televisi sedang asyik-asyiknya, kamu tetap harus kembali pada buku pelajaranmu kalau jadwalmu memang sudah mengharuskannya.

Ingat, membuat perencanaan yang baik adalah penting. Tetapi berdisiplin untuk mematuhi rencana itu sepuluh kali lebih penting!

Kumpulkan teman-temanmu

Kamu pasti senang jika berkumpul dengan teman-teman di sekolahmu, begitu pula aktivitas belajar di rumah pun akan jadi semakin menyenangkan kalau bisa belajar bersama dengan teman-temanmu. Belajar bersama teman-teman bukan hanya akan membuat kalian lebih bergairah, tetapi juga akan bisa membuat masing-masing orang saling membantu kekurangan yang lainnya.

Karenanya, usahakan agar masing-masng teman yang kamu kumpulkan untuk belajar bersama itu memiliki kelebihan sendiri-sendiri, sehingga nantinya kalian bisa saling membantu dan saling mengisi. Seringkali, orang tidak bisa ahli dalam segala hal, begitu pula kamu dan teman-temanmu. Kawanmu yang pintar dalam matematika, misalnya, bisa saja ia lemah dalam hal bahasa, dan begitu pula sebaliknya.

Dengan belajar bersama, kalian akan dapat saling bertanya-tanya tanpa merasa malu atau segan, karena itu terjadi di antara teman. Kalian juga bisa saling tukar cerita mengenai cara kalian masing-masing dalam menyerap suatu pelajaran yang diberikan di sekolah. Anggap saja acara kumpul-kumpul itu sebagai acara ngerumpi biasa, hanya saja kali ini pelajaran sekolah yang menjadi objek rumpiannya. Itu tidak kalah mengasyikkan, bukan?

Aktif bertanya dan ditanya

Inilah satu keuntungan yang pasti kamu peroleh jika belajar bersama kawan-kawanmu. Kalian bisa saling aktif bertanya dan ditanya. Ketika kamu belum mengetahui suatu bab pelajaran tertentu, kamu bisa menanyakannya pada temanmu. Apabila teman yang kamu tanya ternyata juga tidak tahu, dia bisa mengalihkannya pada teman yang lain, dan begitu seterusnya.

Ketika kamu bertanya, kamu akan mendapatkan jawabannya. Dan ketika kamu mendengar jawabannya, kamu cenderung akan lebih mengingatnya. Mengapa? Karena jawaban itu kamu peroleh berdasarkan pertanyaanmu!

Berbeda dengan keterangan guru di dalam kelas, keterangan yang diberikan kawanmu biasanya akan lebih mengena dalam pikiranmu, karena dia bicara dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang biasa kalian lakukan, sehingga kamu tidak saja akan langsung memahaminya, tetapi juga mudah mengingatnya.

Selain bertanya, kamu juga harus aktif ditanya. Biarkan teman-temanmu bertanya kepadamu mengenai bab-bab yang tidak mereka ketahui tetapi kamu kuasai. Ketika kamu ditanya, secara otomatis pikiranmu akan aktif berpikir—dan anehnya, kamu selalu menemukan jawaban yang dicari.

Hal ini dinamakan pengaktifan memori. Kalau kamu memang benar-benar mengetahui sesuatu, apa yang kamu ketahui itu mungkin sudah terlupakan. Tetapi pengetahuan itu akan muncul kembali ketika ada orang yang menanyakannya.

Jika ada aktivitas belajar yang sangat menarik dan mengasyikkan, aktivitas bertanya dan ditanya adalah salah satu di antaranya. Karenanya, aktiflah bertanya, juga aktiflah ditanya. Kalian akan semakin pintar bersama!

Hindari memforsir diri

Orang yang jarang belajar dalam kesehariannya, biasanya akan menjadi panik ketika masa ujian sudah dekat atau akan segera tiba. Biasanya pula, orang-orang ini akan memforsir dirinya dengan belajar sampai semalam suntuk.

Aktivitas belajar seperti itu bukan hanya akan melelahkan dan membosankan karena biasanya dilakukan sambil mengantuk, tetapi juga tidak efektif. Belajar secara berlebihan hingga menyita waktu tidur biasanya malah membuat kita tidak bisa berkonsentrasi. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi kalau mata sudah pedas dan mulut terus-menerus menguap?

Karenanya, sebaiknya belajarlah secara “mencicil” sedikit demi sedikit sebagaimana yang telah diuraikan di atas, daripada kamu belajar secara sekaligus sampai tidak tidur. Kalau kamu memang telah mendengarkan penjelasan gurumu dengan baik, mencatat poin-poin penting di buku kecilmu, lalu mempelajarinya sesuai dengan jadwal yang telah kamu susun, dan kamu juga melengkapi aktivitas belajarmu bersama kawan-kawanmu, pastilah kamu tak perlu sampai begadang lagi hanya untuk belajar karena besok akan ujian.

Percayalah, jika kamu rajin belajar, semua pengetahuan yang telah kamu “masukkan” ke dalam otakmu akan tetap tersimpan di sana, dan dapat kamu gunakan ketika menghadapi soal-soal dalam ujian. Kalau kamu beristirahat dengan cukup, tubuhmu akan lebih segar dan pikiranmu akan lebih santai. Dengan begitu, kamu akan lebih siap menghadapi ujianmu.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.