Tips agar Siswa Suka Mengunjungi Perpustakan Sekolah

 Tips agar Siswa Suka Mengunjungi Perpustakan Sekolah

BIBLIOTIKA - Hampir dapat dipastikan setiap orang pasti pernah membaca, namun intensitas dan efektifitasnya berbeda-beda. Oleh karena itu sangat penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia guna meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa.

Namun pekerjaan ini tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kita tentu paham bahwa mengubah kebiasaan adalah hal yang paling sulit. Solusi yang paling baik adalah dengan memperbaiki kualitas generasi penerus kita, yaitu membangun kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan dan menanamkan kebiasaan membaca sejak dini (anak-anak).

Untuk kepentingan tersebut, setidaknya ada tiga pilar utama yang harus saling bahu membahu untuk menanamkan minat baca sejak dini:

Pemerintah/Depdiknas/Sekolah, dalam hal pendanaan untuk pembinaan koleksi perpustakan sekolah.

Guru sebagai pelaksana pendidikan untuk lebih intensif dalam mendorong dan meningkatkan minat baca pada peserta didik.

Orangtua/wali dari peserta didik sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan si anak harus menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini di lingkungan keluarga. Orang tua sebaiknya memberikan teladan bagi putra-putrinya untuk gemar membaca. Sesuai dengan prinsip psikologi bahwa cara bertindak seseorang akan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang terekam dalam memori otaknya semasa kecil.

Di sekolah, guru dapat mengajak peserta didik untuk membaca/menelaah buku-buku yang menarik di perpustakaan dan memberi tugas yang sumbernya dicari di perpustakaan. Guru dapat pula mewajibkan peserta didik untuk membaca sebuah buku setiap minggu, dan orangtua wajib menandatangani laporannya.

Guru dengan dibantu pustakawan bisa mengajarkan juga kepada peserta didik mengenai bagaimana menggunakan perpustakaan; mengenal, mencari, mengumpulkan, mengorganisasikan informasi, dan menyajikan hasil informasi yang dibutuhkan.

Sekolah dapat menumbuhkan minat baca peserta didik dengan menjadikan perpustakaan bersifat aktif dan kondusif. Perpustakaan sekolah dapat mengadakan kelompok atau klub membaca, hari baca, wajib baca, jam baca dalam seminggu, bedah buku, juga berbagai macam perlombaan semisal membuat cerpen, membuat puisi, bedah buku, dan sebagainya.

Untuk merangsang peserta didik agar rajin berkunjung ke perpustakaan dan meminjam buku, perpustakaan sekolah dapat memberikan hadiah atau penghargaan kepada pengunjung/anggota perpustakaan yang paling rajin datang dan meminjam buku yang diadakan secara berkala, misalnya tiap semester atau tiap tahun.

Jam buka layanan perpustakaan sekolah sebaiknya diatur sedemikian rupa agar peserta didik mempunyai waktu longgar untuk datang ke perpustakaan. Terkadang perpustakaan sekolah hanya membuka layanan saat jam istirahat sekolah. Padahal di samping jam istirahat yang sangat terbatas, biasanya pada saat jam istirahat banyak murid yang pergi ke kantin sekolah, mushola dan lain-lain.

Untuk mengatasi hal ini, perpustakaan bisa menambah jam buka layanannya saat jam pelajaran telah usai. Jadi peserta didik mempunyai alternatif waktu selain jam istirahat untuk mengunjungi dan mencari informasi yang dibutuhkannya di perpustakaan.

Koleksi perpustakaan sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan akan informasi peserta didiknya. Tentu kebutuhan akan informasi peserta didik untuk jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berbeda-beda. Apalagi untuk perpustakaan taman kanak-kanak.

Dalam dimensi perkembangan psikologis, anak usia SD bacaannya yang ringan yang lebih bertujuan untuk membangun kesenangan membaca. Pada akhir usia anak-anak, isi bacaannya didominasi oleh fungsi pengamatan. Di tingkat SLTP, anak bukan lagi membaca untuk kesenangan tapi juga untuk meningkatkan pengetahuan. Sedangkan di SLTA, di usia remaja ini (15-17 tahun) isi bacaan anak di dominasi fungsi penalaran secara intelektual.

Selain mengoleksi buku-buku pelajaran, perpustakaan sekolah juga hendaknya menyediakan buku-buku yang digemari peserta didik (remaja) masa kini. Perpustakaan sekolah bisa juga mengoleksi buku komik, fiksi dan cerita rakyat yang bermuatan nilai positif, menarik dan mendidik. Untuk meningkatkan kenyamanan membaca dan agar peserta didik betah di perpustakaan, selama jam buka perpustakaan bisa diperdengarkan musik yang lembut. Ruangan perpustakaan juga dapat diusahakan untuk dilengkapi alat pengatur suhu udara.

Buku paket pelajaran tetap bisa menjadi koleksi perpustakaan sekolah. Akan lebih baik lagi kalau perpustakaan sekolah juga mengoleksi buku pendamping pelajaran. Jadi peserta didik mempunyai alternatif bacaan buku pelajaran selain buku paket. Koleksi buku perpustakaan sebaiknya juga spesifik, yaitu buku yang dibutuhkan peserta didik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar tetapi sulit diakses oleh peserta didik, baik itu karena harganya mahal atau terbatas.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.