Tips Agar Penggunaan Ponsel Tidak Menghabiskan Banyak Uang

Tips Agar Penggunaan Ponsel Tidak Menghabiskan Banyak Uang

BIBLIOTIKA - Saya terkejut sambil tersenyum ketika membaca sebuah berita di koran yang menyebutkan bahwa di luar negeri ada cukup banyak orang yang sampai mendatangi psikiater karena mengidap kecanduan mengirim SMS (Short Massage Service), salah satu fasilitas umum yang ada di setiap ponsel.

Barangkali, di Indonesia belum ada orang yang mendatangi psikiater untuk keperluan yang sama meskipun mungkin sudah cukup banyak orang yang menderita kecanduan yang sama.

Ponsel saat ini sudah bukan lagi sebuah kebutuhan, namun lebih sekedar gaya hidup. Karenanya, fungsi dan penggunaannya pun sudah tidak lagi relevan; ponsel tidak saja digunakan untuk berkomunikasi, namun juga untuk mengikuti kuis, untuk bermain dan men-download game, untuk mendapatkan ramalan harian, ataupun sekedar untuk mengirim SMS iseng.

Berapa ribu atau berapa puluh ribu atau berapa ratus ribu uang yang Anda keluarkan untuk mengisi atau membayar pulsa ponsel Anda setiap bulannya? Pernahkah Anda menghitung produktivitas dari penggunaan pulsa ponsel itu?

Anda tentu saja wajar kalau membutuhkan pulsa sampai seratus atau dua ratus ribu perbulan, misalnya, kalau memang Anda terus-menerus membutuhkan komunikasi dalam kerjasama bisnis dengan orang-orang di luar kota atau bahkan di luar negeri.

Namun jika Anda membutuhkan pulsa sampai seratus atau dua ratus ribu perbulan, tetapi kebutuhan Anda hanyalah untuk men-download content, mengganti nada sambung pribadi, mengirimkan SMS kuis dan mendapatkan ramalan harian di ponsel Anda, maka Anda perlu memikirkan dan memperhitungkannya kembali.

Apakah download content itu memang suatu kebutuhan yang penting? Apakah nada sambung pribadi itu sesuatu yang amat vital? Apakah kuis-kuis SMS yang diikuti itu memang menghasilkan sesuatu yang sepadan? Apakah ramalan harian itu memang bermanfaat?

Sebagai sekedar masukan untuk bahan pertimbangan; setiap kali Anda men-download sebuah content dari sebuah penyedia layanan, maka secara otomatis nomor ponsel Anda akan dianggap sebagai anggota layanan mereka. Setiap kali mereka (penyedia content) menginginkan, maka Anda akan memperoleh kiriman content tertentu dari mereka, tak peduli apakah Anda membutuhkannya ataukah tidak.

Yang sering terjadi, mereka akan mengirimkan content tersebut dua kali dalam sehari. Dan pengiriman content-content yang tak diinginkan itu bukan kiriman gratis. Setiap kali sebuah content dikirimkan ke ponsel Anda, maka setiap kali pula pulsa Anda akan berkurang (jumlahnya sekitar Rp. 2000-an per-content). Jika dalam sehari Anda memperoleh dua kali pengiriman content, maka pulsa Anda akan terpotong Rp. 4000-an perhari.

Begitu pula dengan layanan-layanan SMS yang menjanjikan ramalan atau resep dan kiat-kiat tertentu. Sekali kita mengirimkan SMS kepada nomor-nomor penyedia layanan itu, maka secara otomatis pula nomor kita akan dianggap sebagai anggota dan mereka akan terus mengirimkan SMS ke ponsel kita, tak peduli kita memintanya lagi ataukah tidak. Itu artinya pulsa kita akan terpotong dan terus terpotong seiring dengan SMS-SMS mereka yang terus datang. Dan SMS-SMS layanan itu mengenakan biaya premium yang mahal (jumlahnya bisa sepuluh kali lipat dari harga SMS biasa).

Karenanya, daripada ‘iseng’ mengirim SMS ke layanan-layanan itu, lebih baik gunakan SMS untuk mengirimkan pesan atau menanyakan kabar kawan, sahabat, atau sanak famili kita. Selain lebih murah, ini tentu juga lebih positif.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.