Tips agar Harddisk Komputer Awet Digunakan

 Tips agar Harddisk Komputer Awet Digunakan

BIBLIOTIKA - Seperti yang telah kita tahu, fungsi komputer yang paling vital salah satunya adalah untuk mengolah data. Pengolahan data tersebut dilakukan oleh software-software aplikasi yang ada di dalam komputer. Nah, pengolahan data ini memerlukan media penyimpanan karena begitu banyaknya data yang harus diolah dan disimpan. Karena itu jelaslah bahwa komponen yang berfungsi sebagai media penyimpanan data merupakan salah satu instrumen yang vital dalam dunia komputer.

Melihat kenyataan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa perkembangan yang revolusioner dalam dunia komputer juga banyak terletak pada media penyimpanan ini, yang sekarang ada dalam bentuk disk.

Bayangkan saja bagaimana repotnya kita kalau harus mengoperasikan komputer tanpa adanya harddisk, dan hanya menggunakan disket atau CD saja. Kita akan repot mengganti-ganti disket atau CD tersebut, belum lagi tingkat kecepatan disket atau CD juga lebih lambat dalam menulis dan membaca data jika dibandingkan dengan harddisk. Selain itu, kapasitas penampungan datanya juga amat terbatas.

Karena begitu pentingnya fungsi harddisk ini di dalam komputer, maka maklumlah kalau kemudian diperlukan software-software perawatan harddisk, seperti disk defragmenter, scan disk, dan juga perlunya dilakukan proses format, partisi dan sebagainya.

Secara fisik atau yang secara kasatmata, harddisk merupakan piringan-piringan tipis yang tersusun secara terpusat. Kalau kita membuka sebuah harddisk, maka bisa dikatakan kalau bentuknya tidak seperti yang digambarkan itu, karena piringan-piringan tersebut sebenarnya tersembunyi di dalam lempengan harddisk. Piringan harddisk atau yang disebut sebagai platter itu bukanlah piringan biasa, melainkan piringan halus yang memiliki lapisan magnet tempat data disimpan.

Karena begitu sensitifnya platter tersebut, maka platter ini tidak boleh sampai terkontaminasi oleh debu ataupun oleh partikel lain. Karenanya, platter selalu tidak terlihat, karena memang dibungkus oleh suatu logam yang ada pada lempengan harddisk. Lapisan magnet dapat dibentuk sesuai dengan pola-pola tertentu. Sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk menyimpan informasi.

Penulisan pada platter atau piringan dilakukan oleh head, yang berfungsi untuk membaca atau menulis informasi. Masing-masing platter diapit oleh head baca / tulis. Penyimpanan informasi tidak secara begitu saja diletakkan pada platter, tetapi platter harus dikelola terlebih dulu dan dibagi atas sejumlah segmen, dalam hal ini biasanya dibagi atas track. Kemudian, track dibagi lagi menjadi sektor. Satu sektor memiliki kapasitas sebesar 512 byte.

Nah, sektor dan tack itu dibentuk ketika proses format dilakukan atas harddisk. Ada dua jenis format, yaitu low-level format dan high-level format. Low-level format biasanya dilakukan oleh manufaktur harddisk. Low-level format dilakukan untuk membentuk sektor dan track tersebut. Sedangkan high-level format adalah menuliskan struktur direktori dan file allocation table atau FAT ke dalam harddisk.

File allocation table adalah pengalamatan sektor-sektor yang dikelompokkan sebagai cluster. Satu cluster bisa terdiri atas beberapa sektor. Kemudian, DOS menempatkan file berdasarkan cluster-cluster tersebut. Ukuran cluster ini berbeda-beda, tergantung dari jenis FAT dan ukuran partisinya. Yang biasa kita kenal mungkin adalah FAT32 untuk Windows 98. Semakin kecil ukuran suatu partisi, maka akan semakin kecil pula ukuran cluster dan akan menyebabkan penyimpanan file di dalamnya menjadi semakin efisien.

Pada FAT itulah nantinya akan dituliskan dimana letak file-file yang ada berdasarkan clusternya. Kadang-kadang setelah beberapa kali proses pengkopian dan penghapusan, file-file tidak diletakkan pada cluster yang diurutkan atau berurutan secara teratur. Inilah yang disebut sebagai fragmentasi.

Jadi, ketika sistem operasi diperintahkan untuk mencari file tertentu, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih lama karena file telah terpencar kemana-mana. Akibatnya, waktu pembacaan harddisk pun menjadi lebih lama atau lebih lambat. Untuk itulah, kemudian perlu adanya defragmentasi, yang artinya mengatur cluster agar letaknya menjadi berurutan kembali.

Kemudian, ada kalanya juga terjadi kerusakan fisik pada harddisk. Yang paling sering adalah bad sector. Apabila terjadi bad sector, maka file yang terletak pada sector (yang rusak) tersebut tidak akan dibaca atau terbaca lagi. Bad sector ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, biasanya karena prosedur shut down yang tidak normal seperti terputusnya aliran listrik.

Karena itu, usahakanlah untuk selalu mematikan komputer dengan menggunakan prosedur shut down yang benar. Selain untuk menjaga kesehatan harddisk, hal tersebut juga akan dapat mempertahankan head karena prosedur shut down yang benar akan membuat head tertarik dulu untuk diubah ke posisi ‘tidur’.

Apabila harddisk yang kita miliki mengalami bad sector, maka tidak akan ada lagi file yang dituliskan pada sektor tersebut. Karena itu, gunakanlah utiliti Scandisk, yang akan menandai cluster yang mengalami bad sector tersebut, agar tidak ada usaha penulisan ke atasnya atau ke bagian tersebut. Kemudian, agar sistem-sistem dalam komputer dapat terorganisasi dengan baik, maka aturlah dengan menggunakan folder-folder dan subfolder.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.