Rendahnya Minat Baca Siswa di Indonesia

Rendahnya Minat Baca Siswa di Indonesia

BIBLIOTIKA - Saat ini dunia pendidikan masih dihadapkan dengan suatu kondisi pasif tentang kurangnya gairah dan kemampuan para murid untuk mencari, menggali, menemukan, mengolah, memanfaatkan dan mengembangkan informasi. Salah satu sebabnya yaitu lemahnya minat baca mereka.

Rendahnya minat baca di kalangan anak sekolah juga terlihat dari penelitian Vincent Grenary terhadap minat baca di kalangan siswa-siswi sekolah dasar di Indonesia. Penelitiannya itu menyebutkan bahwa siswa-siswa kelas enam SD Indonesia berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52,6), Thailand (65,1), Singapura (74,0) dan Hongkong (75,5). Artinya, kemampuan membaca siswa kita memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya.

Secara umum, minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif terhadap aspek-aspek lingkungan. Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata.

Membaca merupakan kemampuan dan keterampilan untuk membuat suatu penafsiran terhadap bahan yang dibaca. Kepandaian membaca tidak hanya menginterpretasikan huruf-huruf, gambar-gambar, dan angka-angka saja, akan tetapi yang lebih luas daripada itu ialah kemampuan seorang anak untuk dapat memahaini makna dari sesuatu yang dibacanya.

Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, kesadaran akan manfaat membaca, frekuensi membaca, dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca. Minat baca bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja pada diri seseorang. Akan tetapi minat baca harus dipupuk dan dibina semenjak masih dini.

Pembinaan minat baca meliputi empat macam kegiatan, yaitu merencanakan program penumbuhan dan pengembangan minat baca, mengatur pelaksanaan program, mengendalikan pelaksanaan program serta menilai pelaksanaan program penumbuhan dan pengembangan minat baca, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pembinaan minat baca merupakan proses yang berkelanjutan untuk membantu individu agar minat bacanya tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, tujuan umum pembinaan minat baca adalah mengembangkan minat baca masyarakat dan beberapa tujuan khusus yang dalam pencapaiannya perlu kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait.

Berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa. Pemerintah, praktisi pendidikan, LSM dan masyarakat yang peduli pada kondisi minat baca siswa, saat ini telah melakukan berbagai kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat untuk membaca, akan tetapi berbagai program tersebut sepertinya belum memperoleh hasil yang maksimal.

Serial artikel mengenai menumbuhkan minat baca di BIBLIOTIKA mencoba untuk memberikan beberapa pandangan, solusi, serta beberapa kiat dan tips untuk menumbuhkan serta meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak sekolah. Semoga dapat memberi manfaat.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.