Perjalanan Teknologi dari GPRS ke 3G

Perjalanan Teknologi dari GPRS ke 3G

BIBLIOTIKA - Ketika teknologi 3G belum diaplikasikan pada banyak handphone, teknologi itu sempat menjadi isu yang mengglobal. 3G adalah suatu pengembangan teknologi seluler generasi ketiga yang mengadaptasi sebuah teknologi yang disebut CDMA. Ketika 3G masih di dalam angan-angan, perusahaan-perusahaan handphone kemudian melirik GPRS (General Packet Radio Service), sebagai semacam upaya untuk mendekatkan konsumen dengan teknologi 3G nantinya.

Nah, apa sih yang disebut sebagai GPRS itu? Pada dasarnya, GPRS atau General Packet Radio Service merupakan sebuah layanan yang didesain untuk diaplikasikan pada jaringan digital semacam GSM, DCS atau PCS. Pada sistem ini digunakan prinsip pengiriman radio paket dan digunakan  untuk membawa protokol data dari pengguna ke stasiun dan dari stasiun ke GPRS.

GPRS adalah teknologi yang memungkinkan untuk mengakses internet lewat handphone berlangsung lebih cepat dan juga lebih mulus dibanding sebelumnya. Dengan teknologi GPRS, sumber daya gelombang radio hanya dimanfaatkan pada saat ada transmisi paket, baik yang diterima atau yang dikirim. Jadi bandwith tidak diduduki jika tidak digunakan. Inilah keuntungan jaringan berbasis packet dibanding jaringan berbasis circuit switch yang digunakan pada generasi GSM sebelumnya.

Penggunaan teknologi GPRS ini dapat dianggap sebagai pencangkokan jaringan di atas jaringan GSM generasi kedua yang telah ada. Oleh karena itu, platform yang digunakannya pun disebut-sebut sebagai generasi 2,5 atau 2,5G dan sudah menjadi jembatan ke 3G yang waktu itu mulai dirintis.

Internet dengan menggunakan GPRS

GPRS adalah hasil teknologi yang memungkinkan kita untuk memulai babak internet tanpa kabel. Walaupun dianggap sebagai generasi 2,5G, tetapi GPRS dinilai memiliki kelebihan daripada HCSD atau High Speed Circuit Switced Data dan hanya berjarak tipis dengan generasi seluler ketiga yang disebut sebagai 3G.

GPRS merupakan teknologi paket switching untuk jaringan GSM. Data yang dikirimkan melalui GPRS dibagi dalam beberapa paket terpisah sebelum dikirimkan dan disatukan kembali pada saat diterima.

Salah satu keuntungan menggunakan GPRS adalah koneksi instan dimana data informasi dapat dikirim dan diterima dengan secepat mungkin. Tidak seperti jaringan data untuk GSM dimana kita biasanya harus melakukan dial up terlebih dulu dan menunggu tersambung, maka GPRS memiliki kelebihan, yaitu selalu tersambung terus dengan jaringan. Jadi dengan parameter yang tepat, kita akan selalu terkoneksi dengan jaringan dimana saja sinyal GPRS dapat diterima.

Menurut spesifikasi yang ditetapkan oleh ETSI (European Telecommunication Standars Institute), kecepatan yang tercepat untuk sebuah single user session atau time slot adalah 21,4 kbps per-time slot dengan menggunakan metode CS4. Jadi sebenarnya secara teori, jalur data yang dapat dipergunakan adalah 171,2 kbps (sekitar tiga kali besar jalur dial up telepon biasa yang 56 K) karena setiap kali koneksi bisa delapan slot digunakan secara sekaligus. Sebagai perbandingan, SCD sebagai saingan GPRS saja hanya mampu sampai 57,6 kbps.

Pada masa sekarang ini, bisa dikatakan kalau semua operator handphone memberikan fasilitas penggunaan GPRS ini pada kartu yang mereka produksi untuk penggunaan handphone. Dengan begitu, maka semua handphone pada masa sekarang ini dapat terkoneksi dengan internet melalui GPRS, dengan syarat handphone yang digunakan memang memenuhi spesifikasi untuk itu.

Perjalanan dari 1G ke 3G

Berikut ini adalah uraian singkat mengenai perjalanan teknologi handphone dari generasi pertama yang disebut sebagai 1G hingga sampai pada generasi yang paling modern yang disebut sebagai generasi ketiga atau 3G.

1G

Teknologi generasi pertama atau 1G mencuat pada awal dasawarsa 90-an, berupa teknologi analog seperti AMPS. Teknologi ini memungkinkan dikirimkannya suara melalui gelombang yang ditangkap secara nirkabel.

2G

Pada pertengahan dasawarsa 90-an, teknologi berkembang. Dengan kehadiran teknologi digital, gelombang tak hanya dapat digunakan untuk mengirim suara seperti telepon biasa, tetapi juga dapat digunakan untuk mengirimkan teks atau pesan singkat secara tertulis. Perubahan teknologi ini lalu ditandai dengan era teknologi yang disebut sebagai generasi kedua atau 2G.

2,5G

Teknologi digital terus dipacu. Pada waktu ini, gelombang yang digunakan untuk mengirimkan pesan komunikasi sudah dapat dijadikan sebagai media untuk mengirimkan gambar dan grafis, meskipun pada waktu itu sudah terlihat sangat baik namun belum dapat dikatakan sempurna. Sebab, gambar dan grafis yang dikirim belum bisa menyerupai gambar video. Tetapi perubahan teknologi ini telah tercatat sebagai sebuah langkah maju dan dunia menandainya dengan teknologi dua setengah atau 2,5G.

3G

Memasuki abad 21, teknologi komunikasi menjadi sesuatu yang sangat ajaib dan seolah akan mendekatkan dunia, dimana tak ada lagi batas antara jarak dan perbedaan waktu. Pengiriman gambar dan grafis yang pada masa sebelumnya menjadi kendala kemudian teratasi dengan ditemukannya teknologi yang disebut 3G ini. Dengan teknologi yang mutakhir ini, orang bisa mengetahui situasi dunia lain dengan segera, hanya dengan sebuah handphone atau personal digital assistance (PDA).

Panduan setting 3G

Secara umum, berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur GPRS pada handphone untuk dapat menggunakan layanan 3G:

Aktifkan GPRS pada handphone dan SIM card yang digunakan di dalamnya.

Apabila GPRS telah diaktifkan, cobalah jaringan GPRS tersebut untuk mengetahui apakah telah dapat terhubung dengan internet dengan baik.

Apabila semuanya dapat berjalan lancar (telah dapat terhubung dengan internet secara baik), ubahlah sinyal jaringan pada handphone menjadi mode UMTS atau 3G.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.