Penggunaan Handphone dan Risiko Tumor

Penggunaan Handphone dan Risiko Tumor

BIBLIOTIKA - Tahukah Anda, penelitian menyangkut handphone bisa dikatakan tak pernah ada habisnya. Jika para ilmuwan Swedia menyebutkan bahwa penggunaan handphone dalam jangka waktu lama berisiko mengakibatkan kanker otak hingga 80 persen lebih besar dibandingkan yang tidak menggunakan handphone, maka ilmuwan Israel menyatakan hasil penelitiannya yang menyebutkan bahwa handphone bisa meningkatkan risiko tumor mulut.

Penggunaan handphone dalam waktu lama dan rutin akan meningkatkan risiko tumor sekitar 50 persen dibanding mereka yang sama sekali tidak menggunakan handphone. Hasil penelitian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peneliti yang sampai saat ini belum memahami secara detail bagaimana handphone bisa ‘meracuni’ tubuh manusia.

Studi yang dilakukan sebelumnya juga belum memberikan hasil detail mengenai efek buruk handphone terhadap kesehatan manusia, sementara pihak produsen handphone menyangsikan risiko kesehatan dalam menggunakan handphone.

Terlepas dari hal itu, studi baru yang dilakukan ilmuwan Israel yang dimuat di American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa setidaknya 402 orang mengalami tumor mulut dalam kondisi sedang, sementara 56 lainnya masuk kategori kanker ganas.

Penelitian ini melibatkan 1.266 pengguna handphone. Mereka yang menggunakan handphone lebih dari waktu normal, atau menggunakan handphone dalam waktu lama dan kontinyu, berisiko mengembangkan tumor pada parotid gland atau kelenjar liur, yang terletak di daerah mulut dengan posisi dekat telinga.

Pengguna handphone di area pedesaan atau kawasan pinggiran, dimana handphone bekerja lebih keras untuk melakukan kontak dengan BTS (Base Transceiver Station) terdekat, bahkan berisiko lebih besar terkena tumor.

Studi ini menyebutkan bahwa bidang elektromagnetik yang dipancarkan handphone secara kontinyu akan membuat sel tubuh bereaksi secara berlebihan. Namun, meski begitu, tingkat radiasi handphone yang digunakan selama ini masih dinilai terlalu kecil efeknya pada kesehatan, bahkan untuk mengacaukan atau merusak struktur DNA sekalipun. Karenanya, para ilmuwan masih terus melanjutkan misteri efek handphone pada kesehatan ini.

Dr. Siegal Sadetzki, dari Chaim Sheba Medical Centre di Tel Hashomer, Israel, menyatakan bahwa, “Sebelum dilakukan riset lebih lanjut dan menemukan bukti efek buruk handphone pada kesehatan, kita masih meyakini hasil studi yang selama ini telah dilakukan sebagian besar komite para ilmuwan dan kami berharap pemerintah mendukung penelitian ini.”

Studi tentang tumor mulut yang berhubungan dengan handphone ini juga dilakukan ilmuwan dari Denmark dan Swedia, namun tidak ditemukan kenaikan jumlah penderita kanker mulut karena efek handphone.

“Ini adalah salah satu bukti bahwa handphone memiliki efek biologis pada manusia, dan ini menimbulkan satu pertanyaan lagi bagi kita untuk lebih berhati-hati dan menggunakan handphone dalam batas yang wajar, meski belum ditemukan kejelasan pasti akan efek negatifnya,” kata Graham Philips dari Powerwatch, sebagaimana yang dikutip oleh Dailymail.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.