Pembuatan Proposal dan Pihak Pemberi Bantuan (3)

 Pembuatan Proposal dan Pihak Pemberi Bantuan

BIBLIOTIKA - Pengiriman proposal-proposal permohonan bantuan dana kepada pihak-pihak perorangan semacam ini biasanya marak ketika menjelang musim pemilu. Beberapa organisasi tertentu terkadang memanfaatkan moment itu untuk memohon bantuan kepada perorangan-perorangan yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR atau calon legislatif (caleg).

Memang tidak ada jaminan bahwa para caleg ini pasti akan memberikan bantuan di saat itu, namun juga tidak mustahil mereka akan membantu dengan senang hati karena bertujuan untuk meraih simpati—khususnya simpati dari pihak organisasi yang dibantunya itu.

Lembaga amal

Nah, pihak terakhir yang juga biasanya menyediakan alokasi dana untuk membantu organisasi-organisasi yang membutuhkan adalah lembaga-lembaga amal.

Apa yang disebut sebagai lembaga amal ini adalah suatu lembaga keuangan yang memang dikelola secara profesional dengan tujuan untuk memberikan bantuan-bantuan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan (baik organisasi ataupun pihak perorangan).

Lembaga-lembaga amal ini sebenarnya ada cukup banyak di Indonesia, hanya saja keberadaannya kurang diketahui oleh masyarakat, mungkin karena kurangnya publikasi atas keberadaan mereka. Lembaga-lembaga ini biasanya dibangun oleh beberapa orang tertentu yang concern dengan masalah kemasyarakatan, atau bisa pula didirikan oleh perseorangan yang memang memiliki kemampuan dana untuk melakukannya.

Di luar negeri, lembaga-lembaga amal ini sudah banyak diketahui keberadaannya oleh masyarakatnya, bahkan oleh orang-orang di luar negaranya. Lembaga-lembaga amal di luar negeri ini ada yang khusus memberikan bantuan dana berupa uang, ada pula yang memberikan bantuan berupa barang, entah buku, kitab, atau hal-hal lainnya.

Pihak organisasi yang membutuhkan bantuan lembaga-lembaga ini bisa menyesuaikan kebutuhan mereka dengan lembaga amal yang dapat mereka pilih; membutuhkan bantuan dalam bentuk barang atau membutuhkan bantuan keuangan.

Yang juga patut dicatat di sini adalah; pihak yang diperbolehkan untuk mengirimkan proposal permohonan bantuan dana bukan hanya organisasi semata, namun juga bisa perorangan. Karenanya, kalau seseorang memang membutuhkan uluran bantuan dana, maka orang tersebut dapat mengajukan proposal permohonan bantuan dana kepada pihak-pihak yang dituju.

Namun, karena kepentingan dari permohonan dana atas nama perorangan itu berbeda dengan kepentingan dari permohonan dana atas nama organisasi, maka bentuk serta format proposalnya pun juga berbeda.

Nah, yang patut untuk diingat adalah bahwa organisasi ataupun perorangan yang mengajukan permohonan bantuan dana itu (entah kepada perusahaan, perorangan ataupun institusi pemerintahan) tentu saja bukan hanya satu dua atau sedikit saja, namun jumlahnya bisa mencapai puluhan atau bahkan sampai ratusan.

Beberapa perusahaan besar yang terkenal dan berskala nasional bahkan tidak mustahil menerima ribuan proposal permintaan bantuan setiap tahunnya. Karenanya, suatu permohonan bantuan dana selalu saja ada kemungkinan untuk ditolak atau tidak dipenuhi oleh pihak yang dimintai bantuan.

Penolakan suatu pihak terhadap proposal permohonan bantuan dana ini bisa saja terjadi karena memang jumlah dana yang dialokasikan tidak mencukupi kalau digunakan untuk membantu semua proposal yang masuk, atau bisa saja karena mereka memiliki kebijakan untuk hanya membantu pihak-pihak atau organisasi-organisasi yang memang satu visi dengan mereka.

Karenanya, agar proposal yang kita kirimkan kepada pihak-pihak tertentu dapat sukses, dalam arti memperoleh uluran bantuan dana sebagaimana yang kita inginkan dan harapkan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengiriman proposal tersebut.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.