Panduan Mengembangkan Minat Membaca

  Panduan Mengembangkan Minat Membaca

BIBLIOTIKA - Masyarakat di dunia Timur seringkali kalah bersaing dengan mereka yang ada di dunia Barat, baik dalam hal penemuan-penemuan di dunia ilmu pengetahuan maupun dalam hal kemajuan tekhnologi pada umumnya. Salah satu penyebab utamanya ternyata adalah karena kurangnya minat baca.

Masyarakat Timur dikenal sebagai masyarakat lisan, sehingga informasi hanya berkembang sejauh kekuatan mulut. Apabila pemilik informasi lupa atau malas memberitakannya kepada orang lain, maka berhentilah informasi itu di sana. Jelas hal ini sangat merugikan generasi berikutnya karena kalau informasi itu adalah informasi pengetahuan yang berguna, maka generasi berikutnya tidak akan ikut menikmatinya dan jelas pengetahuan itu juga tidak akan mungkin bisa dikembangkan.

Kurangnya minat baca mau tidak mau memberi pengaruh besar akan kurangnya minat menulis. Suatu logika yang sederhana, untuk apa menulis kalau tidak ada yang membacanya? Itu sebabnya dunia Barat, yang lebih banyak membaca, mempunyai lebih banyak buku. Dalam hal ini, kalau kita bandingkan dengan dunia Barat, maka dunia Timur sangat jauh ketinggalan.

Dunia Barat selalu mencatat segala sesuatu, dan tulisan-tulisan mereka menjadi harta karun yang sangat berharga bagi generasi berikutnya, baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan maupun pendidikan pada umumnya. Sebaliknya, karena tidak menulis, masyarakat dunia Timur jarang mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dilakukan pendahulu-pendahulunya. Akibatnya, kalau ada penemuan-penemuan berharga, kita pun tidak banyak tahu.

Setiap generasi akhirnya akan mengulang apa yang mungkin telah dilakukan/ditemukan generasi sebelumnya (termasuk kesalahan-kesalahan), karena kurangnya sarana untuk belajar. Sekarang yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita (generasi sekarang) tidak mengulangi kesalahan-kesalahan generasi sebelum kita? Jawabannya jelas, mari kita tingkatkan minat baca generasi kita.

Berikut ini adalah beberapa saran/usulan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca.
  1. Menciptakan keinginan membaca dalam keluarga dengan membiasakan sejak kecil pergi secara rutin ke perpustakaan umum/toko buku/pameran buku.
  2. Sejak kecil diperkenalkan prinsip bahwa buku adalah sumber pengetahuan.
  3. Orangtua harus meluangkan waktu untuk bersama-sama membaca dengan anak supaya menjadi teladan.
  4. Memberikan dorongan, supaya tercipta kesadaran untuk belajar/punya motivasi yang benar untuk belajar.
  5. Orangtua lebih banyak membelikan/menghadiahkan bacaan-bacaan bermutu kepada anak-anaknya.
  6. Memperbaiki pola pendidikan di Indonesia sehingga membaca tidak menjadi hal yang membosankan.
  7. Membuka lebih banyak perpustakaan umum, dengan jam buka yang lebih lama supaya mereka yang bekerja punya waktu dan kesempatan untuk membaca buku.
  8. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing, supaya memiliki pengalaman dengan buku-buku yang tidak diterjemahkan.
  9. Meningkatkan promosi buku-buku bermutu.
  10. Menurunkan harga buku-buku yang baik dan bermutu.
  11. Menghilangkan pikiran bahwa buku yang baik dan bermutu itu harus mahal.
  12. Membatasi waktu nonton teve, video, VCD, dll.
  13. Menghargai karya bangsa sendiri dan mencintai buku-buku lokal.
  14. Murid-murid perlu diberi lebih banyak tugas membaca, jangan hanya membaca satu buku saja untuk satu mata pelajaran.
  15. Mulailah sekarang juga.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.