Panduan Membangun Website Bisnis di Internet

Panduan Membangun Website Bisnis di Internet

BIBLIOTIKA - Kalau kita ingin mulai membangun suatu bisnis di dunia nyata ini, maka kita setidaknya harus memiliki lokasi bisnis untuk menjalankan transaksi bisnisnya. Lokasi bisnis itu bisa rumah kita sendiri, suatu kantor, atau membangun warung atau toko untuk menjalankannya.

Nah, begitu pula dengan membangun bisnis di dunia maya bernama internet. Untuk dapat berbisnis di internet, maka kita pun harus memiliki ‘warung’ atau ‘toko’ sebagai tempat atau lokasi untuk menjalankannya. Di internet, tempat untuk menjalankan bisnis adalah situs atau website. Karenanya, apabila kita ingin memiliki dan membangun sebuah bisnis di internet, maka kita pun tentunya harus memiliki sebuah atau beberapa buah website untuk menjalankan atau mengoperasikan bisnisnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dijadikan saran untuk membangun, mengembangkan serta mengelola website bisnis di internet.

Organisasikan isi website

Website yang kita bangun haruslah terorganisir dengan rapi, baik, sekaligus juga ramping dan tidak membingungkan, baik bagi diri kita sendiri, terlebih khusus bagi para pengunjung website kita.

Link-link yang kita masukkan ke dalam tampilan website sebaiknya diorganisasikan serapi mungkin; mana link yang untuk teks, dan mana link yang untuk gambar, atau juga mana link yang untuk menuju ke website lain. Semakin bagus pengorganisasian dalam hal ini, maka semakin mudah pula nantinya bagi kita dalam memelihara dan mengelola isi website ini.

Lebih baik link-link yang kita masukkan ke dalam website tersebut dipisah-pisah dalam direktorinya sendiri-sendiri, karena jika semuanya terkumpul dalam satu direktori, maka kita sendirilah yang kelak akan kesulitan dalam mengelolanya.

Apalagi kalau kemudian website kita semakin besar karena banyaknya artikel atau gambar atau foto yang terus kita update dan kita upload ke dalamnya. Bayangkan kalau misalnya website kita tersebut telah memiliki 700 halaman. Kita bisa bingung sendiri nantinya ketika akan meng-update isi website tersebut.

Nah, selain itu, apabila kita sering memindah-mindahkan file di dalam website, maka akan lebih baik jika file-file tertentu menggunakan URL absolut, misalnya seperti file gambar atau film atau musik. Umpamanya dengan menggunakan URL berikut; http://namasitus.com/images/files.jpg daripada menggunakan URL relatif seperti misalnya; images/files.jpg.

Upayakan tampilan yang nyaman

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah website dan kemudian Anda merasa bingung dengan apa sesungguhnya yang ditawarkan oleh website tersebut? Atau Anda merasa lelah membaca isi tulisan di dalam website itu karena warna huruf-hurufnya yang kabur di atas warna dasarnya yang terlalu terang?

Nah, upayakan agar website yang kita bangun untuk menawarkan bisnis tersebut tidak mengalami nasib seperti itu. Karenanya, buatlah kata-kata dan kalimat yang jelas dan tidak membingungkan pengunjung yang membuka website tersebut.

Tidak perlu menggunakan kata-kata yang berbunga-bunga atau kalimat-kalimat yang metaforis, gunakan saja kata-kata sederhana yang mudah dipahami dan mudah dimengerti. Ingat, tujuan kita membuat website tersebut bukan untuk menampilkan kata-kata indah laksana puisi atau sastra, namun untuk menawarkan suatu produk atau bisnis kepada pengunjung website kita.

Selain itu, jangan sampai pengunjung website kita menjadi lelah ketika membaca dan mempelajari isi website kita. Karenanya, usahakan untuk membuat kalimat-kalimat yang tak terlalu panjang, mudah diselesaikan dalam hitungan menit, dan gunakan warna-warna yang teduh yang tidak menyilaukan mata.

Meskipun warna-warni yang mencolok atau terlalu bersinar mungkin nampak indah, namun warna-warni semacam itu malah membuat mata cepat lelah. Gunakan saja ruang berwarna putih untuk tampilan artikel yang kita sampaikan, agar pengunjung menjadi lebih mudah dan lebih nyaman saat membacanya.

Kemudian, jangan pula membuat pengunjung bingung karena penempatan menu navigasi yang kacau dan tak teratur. Ada kalanya sebuah website menyebar menu navigasinya di seluruh halaman website. Mungkin tujuannya agar pengunjung akan lebih mudah menemukannya.

Namun yang seringkali terjadi justru sebaliknya, yaitu pengunjung malah jadi bingung. Karenanya, tempatkan saja menu-menu navigasi di satu bagian tertentu yang jelas. Bisa di bagian atas, di bagian samping, atau di bagian bawah. Atau bisa pula ditempatkan di bagian tengah kalau memungkinkan, asal tetap menjaga agar pengunjung tetap merasa nyaman selama berkunjung ke website kita.

Pendeknya, sebisa mungkin rancanglah tampilan yang membuat pengunjung merasa nyaman di dalamnya, sehingga tidak buru-buru kabur meninggalkan website kita.

Kegunaan dan manfaat bagi pengunjung

Orang tidak akan repot-repot membuka sebuah website apalagi rutin mengunjunginya kalau isi website itu tidak berguna atau memberikan manfaat bagi dirinya. Karenanya, meskipun tujuan awal kita dalam membangun sebuah website adalah untuk berbisnis, namun jangan lupakan hal penting ini; kegunaan dan manfaat bagi pengunjung website kita.

Apa saja yang bisa menjadi manfaat atau kegunaan bagi pengunjung? Jawabannya bisa beraneka macam, namun setidaknya dapat dipetakan dalam tiga hal, yakni informasi atau pengetahuan, pelayanan, dan hiburan. Setidaknya, berikan tiga hal itu atau sekurang-kurangnya dua hal itu di dalam website yang kita bangun.

Perhatikan dan cermati, apakah website kita telah memiliki tiga kegunaan atau manfaat di atas? Jika ya, maka teruslah kembangkan. Namun jika belum, maka upayakan untuk dapat memberikan tiga hal manfaat di atas itu di dalam website kita agar dapat terus menarik pengunjung.

Sekali lagi, tujuan utama kita dalam membangun website adalah untuk bisnis. Namun itu adalah tujuan kita. Sementara tujuan pengunjung dalam memasuki sebuah website tidak semata-mata hanya itu. Mereka membutuhkan informasi, membutuhkan pengetahuan baru, membutuhkan pelayanan, membutuhkan hiburan dan tujuan-tujuan lainnya.

Apabila kita tidak mampu memberikan tujuan dari para pengunjung kita, maka pengunjung kita pun akan malas untuk berkunjung lagi ke website kita, dan itu artinya tujuan utama kita akan gagal. Bukankah begitu…?

Tampilkanlah kepribadian Anda

Karena orang yang terhubung di internet tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung sehingga tidak saling melihat, maka website yang Anda miliki mewakili diri Anda. Itu adalah semacam duta yang mewakili Anda, dan bagaimana isi website Anda akan menampilkan citra diri Anda bagi pengunjung yang datang ke website Anda. Karenanya, usahakan agar tampilan dan isi website Anda benar-benar mencerminkan kepribadian Anda.

Mungkin suatu kali Anda mengunjungi sebuah website di internet dan kemudian merasa tertarik dengan tampilan atau warna-warninya yang semarak dan kemudian Anda jadi berpikiran untuk menggunakan tampilan semacam itu di website Anda.

Nah, sebelum memutuskan untuk melakukan hal semacam itu, koreksilah terlebih dulu, apakah tampilan di website yang menarik itu juga mampu mencerminkan atau mewakili kepribadian Anda? Jika jawabannya ya, maka tidak ada masalah, Anda dapat menggunakannya. Namun jika jawabannya tidak, maka sebaiknya urungkan saja karena itu akan membuat website Anda tidak sesuai dengan kepribadian Anda.

Mengapa masalah kepribadian ini menjadi penting? Karena, secara tidak langsung, pengunjung yang datang ke sebuah website akan memperoleh gambaran mengenai kepribadian orang yang mengelola atau yang memiliki website tersebut dari tampilan isi websitenya.

Karena website yang kita bangun bertujuan untuk berbisnis, maka sebisa mungkin website yang kita miliki itu haruslah mencerminkan kepribadian kita; setidaknya mencerminkan kepribadian dari sosok yang jujur, dapat dipercaya dan bisa diajak berhubungan dengan baik. Jika kesan yang ditampilkan salah atau keliru, maka hasilnya juga tak akan jauh berbeda dari itu.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.