Panduan dan Persiapan Menghadapi Psikotes

Panduan dan Persiapan Menghadapi Psikotes

BIBLIOTIKA - Tes psikologi atau yang biasa disingkat dengan psikotes diadakan dalam rangka untuk mengetahui tingkat kecerdasan, ketelitian dan kreativitas seorang pelamar kerja, namun juga bertujuan untuk melihat sisi psikologis dari pelamar kerja bersangkutan.

Seperti yang kita tahu, soal-soal dalam psikotes itu bisa dikatakan remeh dan sepele, namun membutuhkan setiap aspek dari kecerdasan dan ketelitian kita untuk dapat menyelesaikannya.

Nah, psikotes diberikan kepada para pelamar kerja biasanya karena pihak perusahaan ingin lebih mengetahui apakah seorang pelamar akan cocok dengan pekerjaan yang ada tersebut ataukah tidak. Secara tersurat sebuah psikotes memang mungkin tidak menanyakan hal itu, namun secara tersirat, hal itu pasti terdapat dalam soal-soal yang kita kerjakan dalam psikotes tersebut.

Ketika akan menghadapi suatu sesi psikotes saat melamar kerja di suatu perusahaan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam rangka menuju sukses menghadapi psikotes ini.

Yang pertama dan yang terutama adalah bahwa kita harus yakin terlebih dulu bahwa posisi atau bidang kerja yang akan kita masuki (yang kita lamar) itu benar-benar cocok dengan kualifikasi kita—atau lebih spesifik lagi; dengan diri kita. Artinya, kita melamar dan memilih posisi atau bidang kerja tersebut bukan semata-maa karena pertimbangan ekonomi (agar memiliki pekerjaan dan gaji tetap), namun juga karena adanya faktor kecocokan dengan diri kita.

Yang kedua, persiapkanlah diri kita sebelum acara psikotes tersebut dengan istirahat yang cukup. Soal-soal dalam psikotes itu, seperti yang disinggung di atas, biasanya terkesan remeh, mudah dan sepele. Namun ada banyak orang yang gagal atau mengalami banyak kesalahan dalam mengerjakannya karena faktor ketegangan, kelelahan, kurangnya konsentrasi, ataupun karena salah dalam memahami maksud soal.

Karenanya, sebelum menghadapi psikotes, gunakanlah waktu satu dua hari untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran, agar tubuh dan pikiran kita benar-benar fresh atau segar ketika menghadapi soal-soal dalam psikotes.

Yang ketiga, jika psikotes itu diadakan secara kolektif (bersama orang-orang lain atau bersama para pelamar yang lain), usahakan agar jangan sampai terpengaruh dengan jawaban orang lain. Ingat, psikotes diberikan untuk mengetahui seperti apakah diri kita (sekali lagi, seperti apakah diri kita). Jadi, jawaban dari orang lain mungkin saja benar bagi orang itu, namun belum tentu benar bagi kita.

Jawaban yang kita contoh dari orang lain bisa saja hasilnya bertentangan dengan kondisi diri kita yang asli. Karenanya, hindari untuk terpengaruh dan kemudian meniru / mencontoh jawaban orang lain, dan tetaplah yakin dengan jawaban kita sendiri. Jawab saja soal-soal dalam psikotes itu apa adanya, sesuai dengan keyakinan kita. Selain itu, carilah soal-soal yang mudah dijawab terlebih dulu, baru kemudian jawab soal-soal yang lebih sulit.

Yang terakhir, yakinilah bahwa tes yang kita lakukan tersebut memiliki tujuan yang pasti meskipun secara sekilas mungkin terkesan remeh dan sepele. Karenanya, jangan anggap remeh dan sepele soal-soal tersebut, dan jawablah secara serius, seremeh apapun soal atau pertanyaannya.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.