Panduan Berinvestasi Emas

Panduan Berinvestasi Emas

BIBLIOTIKA - Indonesia adalah negara penghasil emas dunia, dan kelebihan investasi dalam bentuk emas adalah tak pernah terpengaruh oleh laju inflasi.

Selama ini, kebanyakan orang beranggapan bahwa emas hanyalah bagian dari perhiasan, entah berbentuk kalung, gelang, anting-anting, ataupun bentuk-bentuk perhiasan lainnya. Namun sesungguhnya, emas juga bisa dijadikan sebagai sarana investasi yang menguntungkan.

Sebagian yang lain mungkin menganggap bahwa emas adalah bentuk investasi yang sudah ketinggalan jaman. Namun sesungguhnya emas adalah investasi yang tetap digunakan dari masa ke masa, dari jaman dulu sampai jaman sekarang, dan investasi dalam bentuk emas ini pun memiliki cukup banyak kelebihan dibandingkan dengan investasi dalam bentuk lainnya.

Ketika harga minyak dunia melambung dan inflasi menaik tinggi yang disertai dengan hancurnya pasar saham, maka masyarakat investor di banyak negara maju pun banyak yang beralih pada emas sebagai sarana investasi baru mereka.

Berbeda dengan produk investasi lainnya seperti saham, obligasi ataupun reksadana, emas telah menjadi barang investasi yang telah dikenal manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Emas bisa dijadikan sebagai bagian dari portofolio investasi bagi para pemodal, selain juga bisa berfungsi sebagai alternatif diversifikasi investasi. Keunggulan paling khas dari emas sebagai investasi adalah harganya yang selalu bergerak naik mengikuti laju inflasi.

Sebagaimana bentuk investasi yang lainnya yang terkadang mengalami fluktuasi, maka harga emas pun juga mengalami hal yang sama. Namun sisi baiknya adalah bahwa nilai fluktuasi yang terjadi pada emas selalu menuju tingkat kenaikan.

Coba cermati; pada tahun 2006, misalnya, harga emas per-troy ons (31,1 gram) adalah seharga 660 dolar AS atau setara dengan Rp. 185.000,- per-gram. Sementara pada awal bulan Maret 2008, harga emas meningkat menjadi 992 dolar AS per-troy ons dan kemudian pada akhir bulan Maret 2008 mencapai harga yang tertinggi sebesar 1.033,90 dolar AS per-troy ons atau setara dengan Rp. 306.800 per-gram (dengan hitungan kurs Rp. 9.200,- perdolar AS).

Dengan perhitungan ini saja, kita sudah bisa melihat bahwa harga emas terus naik dan naik seiring dengan laju inflasi, sekaligus jarang mengalami penurunan. Selain itu, dibandingkan dengan jenis investasi yang lain, emas juga memiliki nilai yang sangat stabil, likuid, aman serta juga dapat dikelola sendiri.

Emas juga tidak dipengaruhi oleh inflasi dan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, sehingga investasi emas cocok bagi yang menginginkan investasi jangka pendek ataupun jangka menengah. Karenanya, emas sangat bagus untuk menjadi bagian investasi, ataupun sekedar sebagai diversifikasi investasi.

Nah, kalau kita juga tertarik dengan investasi dalam bentuk emas ini, ada hal yang perlu kita cermati, khususnya dalam memilih untuk menggunakan emas batangan ataukah emas yang telah dibuat sebagai perhiasan.

Biasanya, emas dalam bentuk perhiasan mengharuskan kita untuk membayar ongkos pembuatannya ketika kita membelinya. Ongkos atau biaya pembuatan itu berkisar antara Rp. 35.000,- sampai Rp. 50.000,- setiap satu gram. Namun, ongkos pembuatan itu sama sekali tidak diperhitungkan lagi ketika kita akan menjualnya. Secara mudahnya, kita akan mengalami kerugian dalam bentuk hilangnya biaya pembuatan yang tak dihitung lagi ini.

Berbeda halnya dengan emas batangan. Pada waktu membeli emas batangan kita tidak dimintai biaya pembuatan, sehingga kita pun tidak harus menambahkan harga atau nilainya. Begitu pula pada saat penjualannya. Karenanya, apabila memang emas tersebut memang murni untuk tujuan investasi dan bukan sebagai investasi plus perhiasan, maka sebaiknya pilihlah emas dalam bentuk batangan.

Yang jelas, baik emas batangan ataupun emas perhiasan, investasi dalam bentuk emas ini tetap memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh bentuk investasi yang lain. Pertama, emas tidak terpengaruh oleh dampak inflasi. Ketika nilai tukar terus menurun, nilai emas akan tetap stabil. Kedua, emas juga mudah dijual ketika kita membutuhkan uang, atau dijadikan jaminan ketika kita memerlukan pinjaman.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.