Panduan Belajar Efektif dan Efisien (2)

  Panduan Belajar Efektif dan Efisien

BIBLIOTIKA - Ketika seseorang menanyakan suatu materi tertentu dan kemudian menjelaskannya dengan baik, itu sama saja kita sedang mengulang materi tersebut dalam proses belajar kita sendiri. Akibatnya, kita pun semakin dapat memahami materi tersebut, sekaligus lebih mudah menghafalkannya. Ini juga bagian dari pengulangan materi pelajaran yang efektif.

Belajarlah tanpa rasa tertekan

Ketika kita belajar dengan perasaan tertekan, maka hampir dapat dikatakan kalau kita pun tidak akan bisa belajar dengan baik, apalagi efektif. Belajar dengan perasaan tertekan ini biasanya terjadi ketika kita belajar secara mendadak gara-gara ulangan atau ujian akan datang. Belajar ketika waktu ujian sudah tiba dan belajar dalam jumlah banyak secara sekaligus tentu saja akan membuat perasaan tertekan.

Karenanya, usahakan untuk tidak belajar secara mendadak sebagaimana yang diebutkan di atas. Alangkah lebih baik jika kita belajar dengan lebih santai, yakni belajar jauh-jauh hari sebelum waktu ujian tiba. Paling tidak satu bulan sebelum masa ujian kita sudah mulai belajar secara intens—sehingga ketika waktu ujian itu tiba kita sudah merasa cukup menguasai bahan-bahannya.

Lebih dari itu, jika kita telah melakukan hal-hal di atas, semisal mengulangi materi secara rutin setiap hari, maka menghadapi ujian pun tidak perlu membuat kita stres atau tertekan.

Pilihlah waktu belajar yang efektif

Kapankah waktu belajar yang efektif? Ini tidak bisa ditentukan, karena masing-masing orang bisa saja menyukai waktu-waktu tertentu dalam hal yang satu itu. Ada orang yang suka belajar di waktu malam, karena mungkin suasananya lebih tenang.

Namun ada juga yang menyukai waktu belajar siang hari, setelah pulang sekolah atau pulang kuliah, karena mungkin lebih santai. Selain itu, ada pula yang menyukai belajar di pagi hari, saat menjelang berangkat sekolah atau kuliah, karena akan dianggap sebagai bagian persiapan belajar hari itu.

Kapan waktu yang tepat dan efektif untuk belajar sepenuhnya terserah pada kita masing-masing, dan kita bebas menentukannya. Yang penting hanyalah kita menggunakan waktu tersebut dengan sama baik dan sama efektifnya, sehingga proses belajar pun jadi lebih baik dan lebih efektif.

Luangkan waktu untuk istirahat

Belajar itu penting, namun bukan berarti proses belajar harus menyita dan menghilangkan waktu istirahat kita. Ada kalanya, kita merasakan tubuh agak capek, mungkin karena tugas kita sehari-hari yang sangat padat. Atau bisa pula suatu hari kita merasa kepala sedikit pusing karena terpapar panas matahari yang menyengat.

Ketika menghadapi keadaan semacam itu, tak perlu memaksakan diri untuk terus belajar, dan sebaiknya beristirahatlah dulu. Badan yang sedang lemah juga akan mengakibatkan pikiran menjadi lemah, sehingga proses belajar malah tidak akan efektif. Apabila kita telah cukup beristirahat, maka badan akan kembali menjadi sehat atau segar, dan pikiran pun akan menjadi fresh kembali. Dalam keadaan semacam itu, belajar pun akan jadi lebih efektif.

Nikmati proses belajar yang menyenangkan

Seperti apa proses belajar yang menyenangkan? Ini relatif bagi masing-masing orang. Setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda—begitu pula halnya dengan keasyikannya dalam aktivitas belajar.

Ada orang yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik di radio, namun ada juga yang justru tak bisa belajar dengan baik apabila ada suara-suara lain yang terdengar. Ada orang yang suka belajar dengan berbaring-baring santai, namun ada pula yang lebih suka belajar dengan serius dan sambil duduk.

Jadi, apapun yang kita sukai dalam aktivitas belajar, gunakan saja selama itu akan membantu membuat kita asyik dalam belajar. Jika suka musik sambil belajar, mainkanlah musik yang lembut. Jika suka berbaring santai sambil belajar, bersihkanlah kamar dan tempat tidur, lalu belajarlah yang nyaman. Yang penting adalah tujuannya, yakni belajar secara efektif.

Selain tips-tips di atas, ada cara lain yang bisa dilakukan dalam upaya agar bisa belajar secara efektif dan efisien. Cara ini disebut sebagai MURDER, yang merupakan singkatan dari Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, dan Review. Sistem belajar MURDER ini diadaptasi dari buku The Complete Problem Solver yang ditulis oleh Bob Nelson. Berikut ini penjelasannya.

Mood - Suasana hati:

Ciptakanlah selalu suasana hati yang positif untuk belajar. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menentukan waktu, lingkungan, dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadi Anda.

Understand - Pemahaman:

Tandailah informasi bahan-bahan pelajaran yang tidak Anda mengerti dalam satu materi. Fokuskan pada materi tersebut, atau lakukan beberapa latihan untuk materi itu.

Recall - Ulang:

Setelah mempelajari satu materi, berhentilah dan ulang kembali bahan dari materi tersebut dengan kata-kata yang Anda buat sendiri.

Digest - Telaah:

Kembalilah pada materi yang tidak Anda mengerti, dan pelajarilah kembali keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.

Expand - Kembangkan:

Pada langkah ini, tanyakanlah tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah Anda pelajari:

Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?

Bagaimana saya bisa membuat informasi dari materi ini menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?

Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?

Review - Pelajari Kembali:

Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu Anda mengerti dan/atau mengingat suatu informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajar Anda berikutnya.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.